Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

370 hasil
Subjek: Budaya
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN PENGUATAN BUDAYA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN STAKEHOLDER DI RA NURUSSHOLICHAH KECAMATAN PEKALIPAN KOTA CIREBON

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Analis Wiratika (2019.8.1.4.0177). Manajemen Penguatan Budaya Sekolah dalam Meningkatkan Kepuasan Stakeholder Di Ra Nurussolichah Kecamatan Pekaliapn Kota Cirebon. Tesis Program Strata 2 (S2) Pasca Sarjana Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen penguatan budaya sekolah dalam meningkatkan kepuasan stakeholder di RA Nurussolichah Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi penguatan budaya sekolah dilakukan, serta bagaimana proses tersebut berdampak pada tingkat kepuasan berbagai pihak yang terlibat—orang tua, guru, siswa, dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen penguatan budaya sekolah di RA Nurussolichah dilaksanakan melalui tiga langkah utama: (1) Perencanaan budaya sekolah dengan penegasan visi–misi, pembiasaan nilai religius, dan penyusunan program pembentukan karakter; (2) Pelaksanaan budaya sekolah melalui keteladanan guru, rutinitas kegiatan keagamaan, komunikasi efektif, dan kerja sama dengan orang tua; (3) Evaluasi budaya sekolah yang dilakukan secara berkala melalui rapat evaluasi, penilaian perilaku siswa, serta masukan dari orang tua dan masyarakat. Penguatan budaya sekolah terbukti meningkatkan kepuasan stakeholder, yang tercermin dari meningkatnya kepercayaan orang tua, meningkatnya partisipasi masyarakat, serta terciptanya hubungan harmonis antara sekolah dan berbagai pihak terkait. Penelitian ini merekomendasikan agar RA Nurussolichah terus memperkuat budaya sekolah berbasis nilai religius dan kolaboratif, serta meningkatkan mekanisme evaluasi terpadu agar pelayanan pendidikan semakin responsif terhadap kebutuhan stakeholder. Kata Kunci: Manajemen, Budaya Sekolah, Kepuasan Stakeholder. ABSTRACT Analis Wiratika (2019.8.1.4.0177). The Contribution of Work Ethic and School Culture to Stakeholders at RA Nurussolichah, Pekalipan District, Cirebon City. Master’s Thesis, Postgraduate Program, Islamic Education Management Department, Bunga Bangsa Islamic University Cirebon. This study aims to analyze the management of strengthening school culture in improving stakeholder satisfaction at RA Nurussolichah, Pekalipan District, Cirebon City. The research focuses on how the planning, implementation, and evaluation of school culture strengthening are carried out, as well as how these processes influence the satisfaction levels of various stakeholders—parents, teachers, students, and the community. This study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation studies, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the management of strengthening school culture at RA Nurussolichah is implemented through three main stages: (1) Planning school culture, which includes reinforcing the vision and mission, instilling religious values, and developing character-building programs; (2) Implementing school culture through teacher role-modeling, routine religious activities, effective communication, and collaboration with parents; (3) Evaluating school culture, which is conducted regularly through evaluation meetings, student behavior assessments, and feedback from parents and the community. Strengthening the school culture has been proven to enhance stakeholder satisfaction, reflected in the increasing trust of parents, greater community involvement, and the establishment of harmonious relationships between the school and various related parties. This study recommends that RA Nurussolichah continue to strengthen its school culture based on religious and collaborative values and improve its integrated evaluation mechanisms to ensure that educational services remain responsive to stakeholder needs. Keywords: Management, School Culture, Stakeholder Satisfaction. ABSTRAK BAHASA ARAB الملخص أناليس ويراتيكا (2019.8.1.4.0177). إدارة تعزيز الثقافة المدرسية في تحسين رضا أصحاب المصلحة في روضة نور الصالحه بمنطقة بكاليبان مدينة تشيريبون. رسالة ماجستير (S2)، برنامج الدراسات العليا، قسم إدارة التربية الإسلامية، جامعة بونغا بانغسا الإسلامية تشيريبون. يهدف هذا البحث إلى تحليل إدارة تعزيز الثقافة المدرسية في تحسين رضا أصحاب المصلحة في روضة نور الصالحه بمنطقة بكاليبان مدينة تشيريبون. وينصبّ تركيز البحث على كيفية تخطيط وتنفيذ وتقييم تعزيز الثقافة المدرسية، وكذلك على أثر هذه العملية في مستوى رضا مختلف الأطراف المعنية، وهم أولياء الأمور، والمعلمون، والتلاميذ، والمجتمع. استخدم البحث المنهج النوعي بتصميم دراسة حالة. وجُمعت البيانات من خلال المقابلات المتعمقة، والملاحظة بالمشاركة، ودراسة الوثائق، ثم جرى تحليلها عبر مراحل تقليص البيانات، وعرضها، واستخلاص النتائج. وتُظهر نتائج البحث أن إدارة تعزيز الثقافة المدرسية في روضة نور الصالحه نُفِّذت من خلال ثلاث خطوات رئيسة، وهي: (1) تخطيط الثقافة المدرسية من خلال تأكيد الرؤية والرسالة، وترسيخ القيم الدينية، وإعداد برامج تنمية الشخصية؛ (2) تنفيذ الثقافة المدرسية عبر قدوة المعلمين، والأنشطة الدينية الروتينية، والتواصل الفعّال، والتعاون مع أولياء الأمور؛ (3) تقييم الثقافة المدرسية بصورة دورية من خلال اجتماعات التقييم، وتقويم سلوك التلاميذ، واستقبال الملاحظات من أولياء الأمور والمجتمع. وقد ثبت أن تعزيز الثقافة المدرسية يسهم في زيادة رضا أصحاب المصلحة، ويتجلى ذلك في ارتفاع مستوى ثقة أولياء الأمور، وزيادة مشاركة المجتمع، وقيام علاقات منسجمة بين المدرسة ومختلف الأطراف ذات الصلة.ويوصي البحث بأن تواصل روضة نور الصالحه تعزيز الثقافة المدرسية القائمة على القيم الدينية والتعاونية، مع تطوير آليات تقييم متكاملة، بما يسهم في جعل الخدمات التعليمية أكثر استجابة لاحتياجات أصحاب المصلحة. الكلمات المفتاحية: الإدارة، الثقافة المدرسية، رضا أصحاب المصلحة.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN TEACHING FACTORY DALAM PEMBENTUKAN BUDAYA KERJA SISWA DI SMK SAMUDRA NUSANTARA KABUPATEN CIREBON

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan link and match di pendidikan vokasi, di mana program Teaching Factory (Tefa) wajib menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki Budaya Kerja 5S/5R dan K3 yang diterapkan. Permasalahan utama penelitian ini adalah menganalisis bagaimana implementasi manajemen program Tefa dalam pembentukan Budaya Kerja 5S/5R dan K3 siswa Jurusan Teknik Mesin, yang ditinjau melalui empat fungsi manajemen G.R. Terry (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sinergi (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dalam menanamkan Kepatuhan K3, Budaya 5S/5R, dan Inisiatif Tanggung Jawab Tim pada siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam kepada kepala sekolah, kapal jurusan, guru produktif dan siswa, serta studi dokumentasi (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan, Work Instruction, Laporan Cacat Produk). Hasil temuan menunjukkan bahwa manajemen Tefa berjalan secara sinergis dan utuh: Planning berhasil mendapatkan legitimasi eksternal (Sinkronisasi Mutu Dunia Usaha Dunia Indsutri) dan menetapkan Budaya Kerja sebagai Capaian Budaya Wajib. Organizing menciptakan Teaching Factory dalam membentuk budaya K3 dan 5S/5R kepada siswa. Actuating berhasil menanamkan Kebiasaan 5S/R Kebutuhan melalui role model guru dan penekanan pada konsekuensi mutu. Terakhir, Controlling berfungsi sebagai mesin pembelajaran sistem dengan mengikat Data Cacat Produk sebagai Kegagalan Budaya dan menjalankan Umpan Balik Kaizen untuk perbaikan berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini adalah sinergi keempat fungsi (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) secara efektif membentuk dan menjamin konsistensi Budaya Kerja siswa, dengan keberhasilan utama terletak pada transformasi motivasi disiplin dari eksternal menjadi internal, yang divalidasi oleh industri.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN PRODUK PESANTREN DALAM PEMBUDAYAAN KEWIRAUSAHAAN DAN PENGEMBANGAN WIRAUSAHA SANTRI KREATIF PADA AL JENDRAMI, SELANGOR MALAYSIA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan ketenagakerjaan yang masih tinggi di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara mendorong perlunya penguatan kewirausahaan sebagai alternatif solusi. Pesantren memiliki potensi strategis dalam membangun budaya kewirausahaan, sebab selain mendidik aspek religius juga membentuk kemandirian santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran produk pesantren dalam pembudayaan kewirausahaan, mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat pengembangan wirausaha kreatif, serta mengevaluasi dampak sosial-ekonomi produk kewirausahaan santri di Pesantren Al-Jendrami, Selangor, Malaysia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk pesantren tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai-nilai religius, kemandirian, dan kreativitas santri. Faktor pendorong utama dalam pengembangan wirausaha adalah dukungan lingkungan pesantren, nilai keagamaan, dan semangat kemandirian santri, sedangkan hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan modal, akses pasar, dan manajemen usaha. Produk kewirausahaan santri terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, dan kontribusi sosial bagi masyarakat sekitar pesantren. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren dapat menjadi pusat pengembangan kewirausahaan sosial berbasis nilai Islam, sekaligus mencetak santri yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing, dengan implikasi praktis bagi lembaga pendidikan Islam untuk mengintegrasikan pembelajaran kewirausahaan ke dalam kurikulum dan kegiatan pesantren secara sistematis.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI PERUSAHAAN MENURUT PERSFEKTIF ISLAM TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. BPR NBP 28 CIREBON

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ROKAYAH. NIM. 2017.2.6.1.00868 : “PENGARUH BUDAYA ORGANISASI PERUSAHAAN MENURUT PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. BPR NBP 28 CIREBON” Skripsi ini membahas tentang budaya organisasi terhadap kinerja karyawan. Budaya organisasi mengandung norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi. budaya organisasi yang kuat merupakan pembentuk kinerja organisasi yang tinggi. Kinerja yang tinggi mampu menciptakan motivasi yang dapat meningkatkan produktifitas dan efektifitas organisasi Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apakah budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif karena hasil data yang didapat merupakan kumpulan dari pada angka-angka. Menggunakan metode regresi sederhana. Penelitian ini dilakukan terhadap karyawan PT. BPR NBP 28 Cirebon dengan menggunakan 44 sample. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Budaya Organisasi (X) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Adapun pengaruhnya sebesar 85,6% dan sisanya (100% - 85,6% = 14,4% ) dijelaskan atau diprediksi oleh faktor lain. Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan mempunyai nilai yang positif terhadap perusahaan, antara lainnya ialah pelayanan terhadap nasabah lebih diutamakan daripada urusan pribadi sehingga pelayanan yang cepat dan teliti terhadap nasabah membuat nasabah tidak menunggu terlalu lama

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI BUDAYA KERJA DI TKIT SABILUL HUDA KESAMBI CIREBON

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Budaya kerja dalam organisasi menunjukkan bagaimana nilai nilai organisasi dipelajari dan diamalkan sehingga nyata dampaknya dalam kehidupan organisasi berupa proses kerja dan hasil kerja yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan implementasi nilai – nilai budaya kerja yang diterapkan di TKIT Sabilul Huda. Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti termasuk dalam jenis penelitian deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Penelitia berupya mencari dan menggambarkan bagaimana Implementasi Nilai-Nilai Budaya Kerja di TKIT Sabilul Huda dalam menciptakan SDM Sekolah berbasis Islam yang unggul dan berdaya saing tinggi. Hasil penelitian dalam penelitian ini mulai dari Perencanaan nilai-nilai budaya kerja yang diterapkan oleh TKIT meliputi manajemen puncak, penetapan nilai dan sosialisasi nilai-nilai budaya kerja; Pengorganisasian nilai-nilai budaya kerja dapat dilihat dari peran masing-masing unit dalam mewijudkam budaya kerja yang telah ditetapkan, mencakup kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara sekolah, kordinator dan wali kelas; Pelaksanaan Nilai-nilai Budaya kerja di TKIT Sabilul Huda mencakup aspek 1) komitmen, 2) profesional, 3) Team work, 4) keteladanan, 5) wawasan yang luas. Pengawasan nilai-nilai budaya kerja dilakukan oleh top manajemen atau kepala sekolah dengan cara memantau seluruh kegiatan yang dilakukan oleh guru dan karyawan, melaklukan pembinaan rutin dan tindak lanjut atas pembinaan yang telah dilaksanakan. Evaluasi implementasi nilai-nilai budaya kerja dilakukan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan penanaman nilai-nilai budaya kerja sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi dari implementasi program penanaman nilai-nilai bduaya kerja ini digunakan sebagai acuan untuk menyempurnakan program, mencakup penyempurnaan rancangan, mekanisme pelaksana, dukungan fasilitas, sumber daya manusia, dan manajemen sekolah terkait dengan implementasi pelaksanaan nilai-nilai budaya kerja di sekolah.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP KOMPETENSI PAEDAGOGIK GURU RA SE-KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menggunakan methode kuantitatif dengan menggunakan survey dan angket (kuesioner) sebagai alat pengumpulan data kompetensi paedagogik guru RA . adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh supervise akademik kepala sekolah dan budaya sekolah, dan mengetahui pengaruh supervise kepala sekolah terhadap kompetensi paedagogik guru serta hubungan maupun pengaruh budaya sekolah dengan kompetensi paedagogik guru - sedangkan tiori supervise kepala sekolah baik secara umum maupun khusus supervise pendidikan dan fungsi supervise, prinsip-prinsip supervise, teknik supervise. pengertian budaya sekolah, karakteristik budaya sekolah serta kegiatan budaya sekolah serta tujuan dan manfaat pengembangan budaya sekolah serta kompetensi paedagogik guru b.pendekatan metode dan jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrument penelitian, validasi dan realibilitas dan analisis statistic deskriptif / inferensial, regresi berganda, jalur c.hasil penelitian, deskripsi data variabel supervise akademik kepala sekolah dan deskripsi data variabel budaya sekolah serta deskripsi data variabel kompetensi paedagogik guru.- kesimpulan penelitian ini mengetahui berapa persen gambaran variabel supervise akademik kepala sekolah dan variabel budaya sekolah serta hubungan supervise akademik kepala sekolah dan budaya sekolah serta secara stimulan pengaruh positif dan signifikan dari supervise akademik kepala sekolah dan budaya sekolah terhadap kompetensi paedagogik guru

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MANAJEMEN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI BUDAYA RELIGIUS DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 CIPEUJEUH WETAN KABUPATEN CIREBON

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AAN JASMARA (2017.8.1.2.0001): Manajemen Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Budaya Religius di Sekolah Dasar Negeri 1 Cipeujeuh Wetan Kabupaten Cirebon Penelitian ini dilatarbelakangi oleh merebaknya isu-isu moral di kalangan remaja seperti penggunaan narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba), tawuran pelajar, pornografi dan sebagainya, sudah menjadi masalah sosial yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tuntas. Akibat yang ditimbulkan cukup serius dan tidak dapat lagi dianggap sebagai suatu persoalan sederhana, karena tindakan-tindakan tersebut sudah menjurus kepada tindakan kriminal. Kondisi tersebut sangat memperhatikan masyarakat khususnya para orang tua dan guru, sebab pelaku beserta korbannya kaum remaja, terutama pelajar. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan tentang bagaimana implementasi budaya religius dalam pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 1 Cipeujeuh Wetan Kabupaten Cirebon. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif dengan mengambil latar di Sekolah Dasar Negeri 1 Cipeujeuh Wetan Kabupaten Cirebon. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, 1). Penerapan budaya agama di Sekolah Dasar Negeri 1 Cipeujeuh Wetan Kabupaten Cirebon diantaranya: doa bersama dan pembacaan surat-surat pendek sebelum pembelajaran dimulai, mengedepankan budaya senyum dan sapa, shalat dhuha berjamaah sholat dzuhur berjamaah, doa dan dzikir setelah shalat, kajian agama Islam dan pesantren ramadhan 2). Dalam pembiasaan ini guru menerapkan metode keteladanan dan pembiasaan. Pelaksanaannya pun terjadwal dan masing-masing kegiatan ada evaluasinya baik melalui pengamatan langsung atau melalui absensi yang disediakan. Dengan demikian peserta didik menjadi lebih aktif dan disiplin dalam menjalankan kewajibannya dan memiliki sopan santun yang sesuai dengan akhlak Islami. Kerjasama yang baik antara Kepala Sekolah, Guru beserta peserta didik menjadikan kegiatan budaya agama ini menjadi berkualitas di Sekolah Dasar Negeri 1 Cipeujeuh Wetan Kabupaten Cirebon

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP MUTU LULUSAN MTs SE KKM MTsN 6 CIREBON

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas pendidikan Indonesia ditenggarai masih memprihatinkan apalagi dibandingkan dengan negara maju bahkan negara berkembang lainnya. Hal yang demikian tentu sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia. Mutu pendidikan yang rendah pada akhirnya menyebabkan sumber daya manusia Indonesia kurang kompetitif terutama dalam menghadapi globalisasipendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. pengumpulan data dilakukan dengan angket dan pengamatan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi dan uji hipotesis dengan menggunakan SPSS 26 for windows. Populasi dalam penelitian adalah semua guru di MTs se KKM MTsN 6 Cirebon yang berjumlah 254 guru yang tersebar di satu MTs Negeri dan 16 MTs Swasta dengan menggunakan rumus Slovin. Adapun tingkat kesalahan yang ditetapkan adalah 5%, maka besarnya sampel pada penelitian ini adalah 72 guru. Terdapat pengaruh signifikan antara kompetensi profesional guru terhadap mutu lulusan sebebsar 22,1%. Terdapat pengaruh signifikan variabel budaya organisasi terhadap mutu lulusan sebesar 37%. Terdapat pengaruh signifikan variabel kompetensi profesional guru dan budaya organisasi secara simultan terhadap mutu lulusan MTs sebesar 38,1%. Hasil penelitian ini merupakan gambaran dan implikasi bagi sekolah untuk terus melakukan inovasi dalam meningkatkan mutu lulusan.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM ADIWIYATA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMAN) 1 PABEDILAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Program adiwiyata di SMAN 1 Pabedilan sudah berjalan selama beberapa tahun. Faktanya, lingkungan sekolah masih menyisakan masalah yang perlu diperbaiki. Kepala sekolah secara prinsip sudah mampu menanamkan karakter peduli lingkungan, namun masih saja sampah berserakan dimana-mana, coretan di tembok dan tanaman masih belum menghijaukan lingkungan sekolah. Tujuan penelitain ini untuk memahami dan menemukan strategi kepala sekolah untuk membentuk karakter peduli lingkungan melalui program adiwiyata. Pendekatan kualitatif dan metode studi kasus cocok untuk mengungkap masalah kepedulian lingkungan SMAN 1 Pabedilan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis dilakukan selama dan setelah penelitian selesai. Hasil penelitian menunjukkan strategi kepala sekolah untuk mewujudkan karakter peduli lingkungan sekolah dilakukan pada tiga tahap. Pertama, Formulasi kebijakan yang didasarkan pada kajian kebutuhan sekolah. Formulasi diinisiasi oleh peserta didik dan direspon oleh kepala sekolah untuk melakukan pemetaan kebutuhan program adiwiyata untuk meningkatkan budaya peduli lingkungan dalam bentuk kebijakan, organisasi, dan pelaksanaan. Evaluasi program ini dilakukan secara bertahap dan terukur. Evaluasi selama proses program berlangsung dilakukan harian, mingguan, dan bulanan. Menghasilkan perbaikan berkala. Hasil program cukup efektif untuk meningkatkan budaya peduli lingkungan sekolah melalui program adiwiyata ini. Hanya saja masih menyisakan masalah yang belumdapat diselesaikan dengan baik. Ketersediaan anggaran yang cukup membuat biaya perawatan sarana dan prasarana program adiwiyata untuk meningkatkan budaya peduli lingkungan masih belum optimal.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

GERAKAN LITERASI SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS MENULIS PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 PABEDILAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keterampilan menulis peserta didik SMAN 1 Pabedilan cukup rendah. Faktor utamanya adalah program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang masih belum terkelola dengan baik. Prenacanaan, organisasi, pelaksanaan, dan evaluasi program GLS belum dilakukan secara optimal untuk mengembangkan budaya menulis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan manajemen GLS untuk meningkatkan budaya menulis pada peserta didik di SMAN 1 Pabedilan. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mengungkap data yang berkaitan dengan proses tata kelola GLS yang selama ini dilakukan oleh SMAN 1 Pabedilan dalam meningkatkan budaya menulis peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data diproses selama dan setelah penelitian dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan ada tahapan perencanaan GLS untuk meningkatkan budaya menulis peserta didik, namun belum optimal. Ada beberapa pihak ekternal yang masih belum dilibatkan untuk menemukan rencana dan kebijakan yang matang. Organisasi program GLS untuk meingkatkan budaya menulis peserta didik sudah ada. Hanya saja struktur tidak berjalan sesuai dengan tugas, pokok, dan fungsinya. Masih banyak yang belum secara optimal memposisikan diri sebagai anggota tim yang kuat dan memiliki komitmen. Pada proses pelaksanaan juga linier dengan kurangnya organisasi yang matang dan ketersediaan SDM yang memadai. Pengawasan dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan dengan perencanaan dan pelaksanaan. Keseuaian antara keduanya menjadi acuan perbaikan.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN PROGRAM SEKOLAH SEHAT DALAM MENINGKATKAN BUDAYA HIDUP BERSIH DI SMP NEGERI 1 PALIMANAN KABUPATEN CIREBON

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Program sekolah sehat atau dikenal dengan health promoting school adalah program untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga sekolah dan pendidikan sebagai kebijakan membangun karakter siswa dengan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Program sekolah sehat mencakup pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan. Penelitian ini adalah menjawab tentang bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan perencanaan program sekolah sehat dalam mewujudkan budaya hidup bersih di SMP Negeri 1 Palimanan Kabupaten Cirebon?. Metode penelitian mnggunakan studi kasus, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan mengumpulkan data, kondensasi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Pengecekan data menggunakan kriteria kredibilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian ini adalah 1) Perencanaan perencanaan program sekolah sehat dalam mewujudkan budaya hidup bersih di SMP Negeri 1 Palimanan Kabupaten Cirebon dilakukan dengan diimplementasikan dengan persiapan program, prosedur perencanaan, muatan materi, manfaat kegiatan dan sumber anggaran yang digunakan untuk kegiatan pendidikan karakter dalam mengembangkan perilaku siswa, 2) pengorganisasian perencanaan program sekolah sehat dalam mewujudkan budaya hidup bersih di SMP Negeri 1 Palimanan Kabupaten Cirebon berupa pembuatan struktur organisasi dan pembagian tugas (job description), serta keterhubungan antar struktur, 3) pelaksanaan perencanaan program sekolah sehat dalam mewujudkan budaya hidup bersih di SMP Negeri 1 Palimanan Kabupaten Cirebon dilaksanankan dengan berbagai kegiatan yaitu proses pembelajaran, kegiatan, keteladanan, serta pembiasaan, dan 4) Pengawasan perencanaan program sekolah sehat dalam mewujudkan budaya hidup bersih di SMP Negeri 1 Palimanan Kabupaten Cirebon dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif dan proaktif, menerapkan keteladanan, menciptakan komunitas yang peduli, memberikan kesempatan untuk melakukan perbuatan bermoral, menawarkan kurikulum akademik, mengembangkan karakter, membantu mencapai keberhasilan, mendorong motivasi, dan menumbuhkan kepemimpinan bersama dan dukungan jangka panjang.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN PROGRAM PEMBIASAAN UNTUK PENGUATAN BUDAYA RELIGIUS DI SMP NURUL HALIM WIDASARI INDRAMAYU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nur Euis Istiqomah. NIM. 2023.8.1.8.0532. “Manajemen Program Pembiasaan. untuk Penguatan Budaya Religius.di SMP Nurul Halim Widasari Indramayu”. Dewasa ini, terjadi fenomena menurunnya kualitas moral yang dimiliki oleh pelajar, ditandai dengan beberapa fenomena yang sangat bertentangan dengan keagamaan dan karakter bangsa, salah satunya adalah bullying. Hal ini melatarbelakangi program pembiasaan. Di SMP Nurul Halim Widasari Kabupaten Indramayu, memiliki program pembiasaan yang diterapkan dan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan budaya sekolah berbasis religus. Penelitian yang dilakukan, bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan manajemen program pembiasaan dapat meningkatkan budaya religius itu dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, merupakan studi kasus, sumber data purposive sampling meliputi kepala SMP, Wakil Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan SMP Nurul Halim Widasari. Sedangkan pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan waktu. Perencanaan diawali dengan rapat kerja awal dan penyusunan program dengan mengacu pada visi, misi dan tujuan sekolah, merencanakan program pembiasaan yang akan dilakukan, merencanakan sarana dan prasarana yang perlukan berikut merencanakan pembiayaan, serta merencanakan sumber daya manusia yang akan dilibatkan. Pengorganisasian program pembiasaan meliputi pembentukan struktur, pembagian tugas pokok dan fungsi, penetapan metode dan waktu pelaksanaan. Pelaksanaan program pembiasaan, dimana kepala sekolah berperan sebagai pemimpin, teladan, motivator dan mengarahkan guru, siswa, dan tenaga kependidikan untuk menjalankan program dengan penuh kesadaran. Monitoring dan pengawasan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan terhadap seluruh aspek program pembiasaan yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembiasaan dapat meningkatkan budaya sekolah berbasis religius. Keberhasilan program pembiasaan ini ditandai dengan adanya perubahan perilaku siswa dan dampak positif baik pada akademik dan non akademik pada siswa. Kata Kunci : Manajemen, pembiasaan, budaya, religius

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN SUPERVISI AKADEMIK DENGAN PENDEKATAN COACHING UNTUK MENGEMBANGKAN BUDAYA REFLEKSI DI SDN SUKASARI KOTA CIREBON

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Efektivitas supervisi akademik terhambat oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya tujuan dan harapan yang jelas, praktik kepemimpinan yang kurang memadai dalam memberikan umpan balik konstruktif dan budaya reflektif yang kurang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penerapan manajemen supervisi akademik dengan pendekatan coaching sehingga menciptakan mutu pendidikan dan memberdayakan guru untuk selalu merefleksikan praktik pembelajarannya, sehingga membangun budaya belajar dan terus berkembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui secara mendalam dengan kepala sekolah, guru serta observasi terhadap aktivitas supervisi. Analiss data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian berfokus pada pengembangan budaya refleksi di kalangan pendidik. Penelitian ini mengidentifikasi langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi supervisi akademik yang melibatkan diskusi reflektif dan kolaborasi antar guru, sehingga dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen supervisi akademik berbasis coaching bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri guru dalam proses belajar dan mengajar, tetapi juga mendorong mereka untuk terus menerus melakukan sebuah evaluasi dan memperbaiki praktik pengajaran mereka sehingga hasil belajarnya akan lebih maksimal. Kemudian, untuk menciptakan lingkungan yang saling mendukung dan memfasilitasi agar potensi guru dapat berkembang, sehingga budaya refleksi dapat tumbuh dengan mudah. Dengan adanya dukungan dan umpan balik yang konstruktif, diharapkan guru dapat lebih termotivasi untuk mencari cara baru dalam mengajar yang pada akhirnya dapat berdampak positif terhadap prestasi belajar di sekolah. Kesimpulannya supervisi akademik dengan pendekatan coaching akan memberikan kontribusi pada pengembangan keprofesian berkelanjutan guru yang dapat meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan kolaborasi yang kuat di lingkungan sekolah khususnya di SDN Sukasari Kota Cirebon.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH BUDAYA AKADEMIK DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KEPUASAN KERJA DI SMP PLUS AL-MA’ARIF BUNTET PESANTREN KABUPATEN CIREBON

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya akademik dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja guru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara budaya akademik dan motivasi kerja guru. Budaya akademik hanya memberikan pengaruh sebesar 10,12% terhadap kepuasan kerja guru, sedangkan motivasi kerja memberikan pengaruh signifikan sebesar 35,2%. Secara bersama-sama, budaya akademik dan motivasi kerja berkontribusi sebesar 37,2% terhadap kepuasan kerja guru, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini menekankan pentingnya motivasi kerja sebagai faktor utama yang memengaruhi kepuasan kerja guru.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN BUDAYA SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER BERTANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK DI SMP BUDI ARTI KOTA CIREBON

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KHOIRUL IMAM NIM. 2021.8.1.6.0356 MANAJEMEN BUDAYA SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER BERTANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK DI SMP BUDI ARTI CIREBON Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik yang memiliki etika dan nilai-nilai positif. Budaya sekolah memainkan peran penting dalam membentuk lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung interaksi sosial. SMP Budi Arti Kota Cirebon berusaha membentuk karakter siswa melalui manajemen budaya sekolah yang baik, dengan harapan membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang berkarakter. Namun, implementasi budaya sekolah yang efektif menghadapi tantangan terkait penerapan nilai-nilai karakter di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi manajemen budaya sekolah di SMP Budi Arti Kota Cirebon dalam membentuk karakter peserta didik. Fokus penelitian ini adalah pada bagaimana kepemimpinan sekolah, norma perilaku, tradisi, simbol, pengelolaan lingkungan fisik, kebijakan, dan komunikasi diterapkan untuk mendukung pembentukan karakter siswa. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi area di mana perbaikan dapat dilakukan untuk memperkuat implementasi budaya sekolah yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa, dan staf sekolah yang terlibat langsung dalam pengelolaan dan pelaksanaan budaya sekolah di SMP Budi Arti Kota Cirebon. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen budaya sekolah di SMP Budi Arti Kota Cirebon telah berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Kepemimpinan yang visioner, norma perilaku yang jelas, tradisi yang terus dijaga, serta lingkungan fisik yang mendukung menjadi faktor-faktor utama yang berkontribusi pada keberhasilan ini. Namun, beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya dan pelatihan untuk guru dalam implementasi budaya karakter masih perlu diatasi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen budaya sekolah di SMP Budi Arti Kota Cirebon efektif dalam membentuk karakter siswa, tetapi masih diperlukan perbaikan dan inovasi lebih lanjut. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat pelatihan guru, meningkatkan keterlibatan siswa, serta memperluas penggunaan teknologi dalam mendukung budaya sekolah yang positif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Manajemen Budaya Sekolah, Pembentukan Karakter, Kepemimpinan Sekolah, Pendidikan Islam

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN LINGKUNGAN BELAJAR DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA LITERASI DI MTS AR RUHAMA KUNINGAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas manajemen lingkungan belajar dalam mengembangkan budaya literasi di MTs Ar Ruhama Kuningan. Fokus utama penelitian adalah pada strategi peningkatan kemampuan membaca dan menulis siswa melalui berbagai kegiatan literasi yang diterapkan di sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan literasi yang diterapkan di MTs Ar Ruhama Kuningan, seperti penggunaan media jurnal baca harian dan presentasi hasil bacaan oleh siswa, awalnya tidak mendapat respon positif dari sebagian besar siswa. Namun, dengan berjalannya waktu dan penerapan rutin dari kegiatan literasi ini, terjadi peningkatan yang signifikan dalam minat baca siswa. Siswa menunjukkan kemajuan dalam membaca dan kemampuan mempresentasikan hasil bacaan mereka. Meskipun minat baca siswa awalnya rendah, kegiatan literasi yang dilakukan secara konsisten oleh guru mata pelajaran menunjukkan hasil yang memuaskan. Para siswa menjadi lebih aktif dalam kegiatan literasi, berlomba-lomba untuk membacakan ulang hasil bacaan di depan kelas dan meraih banyak penghargaan. Kesimpulannya, manajemen lingkungan belajar di MTs Ar Ruhama Kuningan telah berhasil dalam mengembangkan budaya literasi. Tujuan literasi yang diharapkan tercapai dengan baik, di mana siswa menjadi gemar membaca dan semakin aktif dalam kegiatan literasi. Para pendidik merasa bangga dengan hasil ini, karena berhasil menumbuhkan semangat membaca di kalangan siswa. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana strategi manajemen lingkungan belajar dapat mempengaruhi budaya literasi di sekolah, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan minat baca siswa melalui kegiatan literasi yang terstruktur dan konsisten.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

DAMPAK KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA GURU SEKOLAH DASAR

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia. Dalam dunia pendidikan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru adalah berupa penciptaan suatu iklim sekolah yang dapat meningkatkan atau menghambat efektifitas kerja guru. Sekolah merupakan suatu organisasi dan budaya yang ada di tingkat sekolah adalah budaya organisasi. Budaya organisasi sekolah yang kondusif akademik merupakan syarat terselenggaranya proses pembelajaran yang efektif. Latar belakang masalah dalam penelitian ini yaitu Guru kurang bergairah dalam bertugas, Kinerja guru kurang efektif dan efisiens, Guru belum membuat RPP secara rutin, Guru belum memiliki totalitas dalam bekerja, Guru belum semua memiliki prinsip kerja hari ini lebih baik dari kemarin. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode Penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara acak, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian ini bermaksud untuk 1) mengetahui hubungan kepemimpinan kepala sekolah dengan budaya organisasi. 2) mengetahui dampak kepemimpinan kepala sekolah terhadap produktivitas guru. 3) mengetahui dampak budaya organisasi terhadap produktivitas guru. 4) mengetahui dampak kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi secara Bersama-sama terhadap produktivitas guru. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan kepemimpinan kepala sekolah dengan budaya organisasi sebesar 43.1%, terdapat dampak kepemimpinan kepala sekolah terhadap produktivitas guru sebesar 62.8%, terdapat dampak budaya organisasi terhadap produktivitas guru sebesar 74%, serta terdapat dampak kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi secara Bersama-sama terhadap produktivitas guru sebesar 83.1%.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SMA NEGERI DI KOTA CIREBON

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Budaya Organisasi Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru SMA Negeri di Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dibantu dengan aplikasi SPSS versi 23 oleh karena itu analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif statistik dengan metode ex post facto. Alat pengumpul data menggunakan angket. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru SMA Negeri di Kota Cirebon berjumlah 536 guru, sedangkan dalam pengambilan sampel menggunakan Proportionate Startified Random Sampling sebanyak 229 guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel gaya kepemimpinan transformasional dengan budaya organisasi dengan nilai pearson correlation sebesar 0,489. (sedang). Terdapat pengaruh yang signifikan variabel kepemimpinan terhadap kompetensi pedagogik guru sebesar 81,9%. terdapat pengaruh yang signifikan budaya organisasi terhadap kompetensi pedagogik guru sebesar 26,3%. ada pengaruh yang signifikan Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Budaya Organisasi secara simultan Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru SMA Negeri di Kota Cirebon, berdasarkan hasil uji F hitung 533,849 > F tabel 3,041 dan nilai signifikansinya yaitu 0,000 0,05. Hal ini menunjukan bahwa Hᵅ diterima dan Hᵒ ditolak, besarnya kontribusi pengaruh tersebut berdasarkan nilai koefisien determinasi adalah sebesar 0,825 atau 82,5%. artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara simultan terhadap kompetensi pedagogik guru SMA Negeri di Kota Cirebon

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

KEPEMIMPINAN KYAI DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA PESANTREN DI PONDOK PESANTREN MODERN AL MU’MINIEN LOHBENER KABUPATEN INDRAMAYU

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepemimpinan kiai dalam mengembangkan budaya pesantren merupakan upaya mengartikulasikan dan menuangkan gagasan pengembangan organisasi pondok pesantren didasarkan pada upaya merefleksi perkembangan pesantren. Kiai sebagai aktor, creator dan dinamisator dan sumberdaya pesantren memiliki peran strategis untuk mewujudkan cita-cita pondok pesantren. Salah satu cara untuk mewujudkan cita-cita tersebut yaitu melalui kepemimpinan dan budaya yang dibangun dari waktu kewaktu. Tesis ini berusaha mengungkap tentang kepemimpinan kiai dalam mengembangkan budaya Pondok Pesantren Modern Al Mu’minien dengan fokus pada tiga hal, pertama, Pola Kepemimpinan Kiai di Pondok Pesantren Modern Al Mu’minien. kedua, Karakteristik Budaya Pesantren Modern Al Mu’minien, dan ketiga, Pengembangan Budaya Pesantren Modern Al Mu’minien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis data menggunakan Miles & Huberman dengan tahapan mengumpulkan data, kondensasi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Pengecekan data menggunakan kriteria kredibilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian ini pertama, pola kepemimpinan kiai dalam membentuk budaya pesantren menerapkan pola kepemimpinan demokratis kolektif dan demokratis situasional yang dipraktekkan pemimpin dari waktu kewaktu. Kedua, a) Budaya pesantren terintegrasi dalam spirit pendiri/ falsafah nama “Al Mu’minien”, visi, misi, tujuan, nilai-nilai, standar penguasaan kompetensi, standar pola pikir, sikap dan perilaku, sistem kedisplinan melalui aturan dan tata tertib, kebijakan program, baik pondok pesantren maupun madrasah. b). Karakteristik budaya Pesantren Modern Al Mu’minien secara internal nampak budaya yang memiliki spirit tafaqquh fi addin, ditandai dengan aktivitas Qiyamu al-lail, marosim, hafalan al Quran, pengajian kitab, khataman al-Qur’an, perilaku hidup bersih, berbicara bahasa arab dan inggris, shalat berjamaah. Secara eksternal, nampak budaya toleransi dalam adat istiadat masyarakat muslim seperti Tahlilan, Maulidan, menghormati hari-hari besar Islam. Ketiga, pengembangan budaya Pesantren Modern Al Mu’minien melalui upaya : 1) merefleksi dan membaca realitas potensi dan kelemahan pondok pesantren dengan berbagai pendekatan. 2) merumuskan ide-ide pengembangan pesantren melalui pendidikan formalnya yang terdeskripsikan dalam rencana strategis dengan mengacu kepada tujuan madrasah dan tujuan pondok pesantren,. Ketiga, memegang prinsip, nilai dan sikap moderat, terbuka, dan adaptif terhadap perubahan.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

EFEKTIVITAS MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KREATIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA (SBdP) KELAS III DI MI SMART DARUL ULUM KABUPATEN CIREBON

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini membahasa tentang Efektivitas Model Project Based Learning Terhadap Kreativitas Siswa Pada Pembelajaran Seni Budaya Dan Prakarya (SBdP) Kelas III di MI Smart Darul Ulum Kabupaten Cirebon Tahun Pelajaran 2023/2024. Kajiannya dilatar belakangi oleh begitu pesatnya kemajuan teknologi dari setiap masa ke masa. Jadi kita sebagai pendidik juga harus mengikuti perkembangan zaman yang ada atau uptudate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah penerapan model project based learning terhadap kreativitas siswa pada mata pelajaran SBdP kelas III MI Smart Darul Ulum Kabupaten Cirebon Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperiment dengan desain One Group Pretest-Posttes Design dimana pada desain ini sampel jenuh dimana pada sampel ini hanya menggunakan populasi kecil hanya satu rombel. Dengan sampel penelitian sebanyak 28 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan untuk menganalisis datanya menggunakan analisis t-test atau uji-t. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan model project based learning. Hal ini terbukti dari analisis statistic deskriptif yang menunjukan kenaikan rata-rata kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran SBdP yakni sebesar 44,72 % juga uji Paired Sample T Test didapat nilai Sig yaitu sebesar 0,000, dimana 0,000 0,05 juga uji T-test yang menunjukkan bahwa t-hitung t-tabel yaitu -6,540 0,373. Artinya terdapat perbedaan ada perbedaan yang signifikan signifikan antara varian data variable X1 dan X2 Kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBdP) kelas III MI Smart Darul Ulum Gebangmekar Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon Tahun Pelajaran 2023/2024.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail