Abstrak
Kepemimpinan kiai dalam mengembangkan budaya pesantren merupakan upaya mengartikulasikan dan menuangkan gagasan pengembangan organisasi pondok pesantren didasarkan pada upaya merefleksi perkembangan pesantren. Kiai sebagai aktor, creator dan dinamisator dan sumberdaya pesantren memiliki peran strategis untuk mewujudkan cita-cita pondok pesantren. Salah satu cara untuk mewujudkan cita-cita tersebut yaitu melalui kepemimpinan dan budaya yang dibangun dari waktu kewaktu. Tesis ini berusaha mengungkap tentang kepemimpinan kiai dalam mengembangkan budaya Pondok Pesantren Modern Al Mu’minien dengan fokus pada tiga hal, pertama, Pola Kepemimpinan Kiai di Pondok Pesantren Modern Al Mu’minien. kedua, Karakteristik Budaya Pesantren Modern Al Mu’minien, dan ketiga, Pengembangan Budaya Pesantren Modern Al Mu’minien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis data menggunakan Miles & Huberman dengan tahapan mengumpulkan data, kondensasi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Pengecekan data menggunakan kriteria kredibilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian ini pertama, pola kepemimpinan kiai dalam membentuk budaya pesantren menerapkan pola kepemimpinan demokratis kolektif dan demokratis situasional yang dipraktekkan pemimpin dari waktu kewaktu. Kedua, a) Budaya pesantren terintegrasi dalam spirit pendiri/ falsafah nama “Al Mu’minien”, visi, misi, tujuan, nilai-nilai, standar penguasaan kompetensi, standar pola pikir, sikap dan perilaku, sistem kedisplinan melalui aturan dan tata tertib, kebijakan program, baik pondok pesantren maupun madrasah. b). Karakteristik budaya Pesantren Modern Al Mu’minien secara internal nampak budaya yang memiliki spirit tafaqquh fi addin, ditandai dengan aktivitas Qiyamu al-lail, marosim, hafalan al Quran, pengajian kitab, khataman al-Qur’an, perilaku hidup bersih, berbicara bahasa arab dan inggris, shalat berjamaah. Secara eksternal, nampak budaya toleransi dalam adat istiadat masyarakat muslim seperti Tahlilan, Maulidan, menghormati hari-hari besar Islam. Ketiga, pengembangan budaya Pesantren Modern Al Mu’minien melalui upaya : 1) merefleksi dan membaca realitas potensi dan kelemahan pondok pesantren dengan berbagai pendekatan. 2) merumuskan ide-ide pengembangan pesantren melalui pendidikan formalnya yang terdeskripsikan dalam rencana strategis dengan mengacu kepada tujuan madrasah dan tujuan pondok pesantren,. Ketiga, memegang prinsip, nilai dan sikap moderat, terbuka, dan adaptif terhadap perubahan.