ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan link and match di pendidikan vokasi, di mana program Teaching Factory (Tefa) wajib menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki Budaya Kerja 5S/5R dan K3 yang diterapkan. Permasalahan utama penelitian ini adalah menganalisis bagaimana implementasi manajemen program Tefa dalam pembentukan Budaya Kerja 5S/5R dan K3 siswa Jurusan Teknik Mesin, yang ditinjau melalui empat fungsi manajemen G.R. Terry (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sinergi (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dalam menanamkan Kepatuhan K3, Budaya 5S/5R, dan Inisiatif Tanggung Jawab Tim pada siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam kepada kepala sekolah, kapal jurusan, guru produktif dan siswa, serta studi dokumentasi (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan, Work Instruction, Laporan Cacat Produk). Hasil temuan menunjukkan bahwa manajemen Tefa berjalan secara sinergis dan utuh: Planning berhasil mendapatkan legitimasi eksternal (Sinkronisasi Mutu Dunia Usaha Dunia Indsutri) dan menetapkan Budaya Kerja sebagai Capaian Budaya Wajib. Organizing menciptakan Teaching Factory dalam membentuk budaya K3 dan 5S/5R kepada siswa. Actuating berhasil menanamkan Kebiasaan 5S/R Kebutuhan melalui role model guru dan penekanan pada konsekuensi mutu. Terakhir, Controlling berfungsi sebagai mesin pembelajaran sistem dengan mengikat Data Cacat Produk sebagai Kegagalan Budaya dan menjalankan Umpan Balik Kaizen untuk perbaikan berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini adalah sinergi keempat fungsi (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) secara efektif membentuk dan menjamin konsistensi Budaya Kerja siswa, dengan keberhasilan utama terletak pada transformasi motivasi disiplin dari eksternal menjadi internal, yang divalidasi oleh industri.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IDAYATI, NIM. 2017.2.6.1.00777 : PENGARUH SOFT SKILL DAN ETOS KERJA ISLAMI TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi Kasus di UPTD Pelatihan Kerja Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon) Skripsi ini membahas pengaruh soft skill dan etos kerja islami terhadap kinerja pegawai. Kajiannya dilatar belakangi oleh Ketidaksesuaian antara tingkat kemampuan atau skill dan etos kerja islami yang dimiliki oleh pegawai, dengan perkembangan kebutuhan dan dinamika permasalahan yang dihadapi oleh dunia kerja yang semakin kompetitif dan merupakan salah satu penyebab turunnya kinerja pegawai dalam suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang seberapa besar pengaruh soft skill dan etos kerja islami terhadap kinerja pegawai di UPTD Pelatihan Kerja Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di UPTD Pelatihan Kerja Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon dan tehnik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Tehnik analisis data yang digunakan yaitu dengan uji validitas dan reliabilitas data, analisis deskripsi data, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara soft skill terhadap kinerja pegawai, serta etos kerja islami terhadap dan kinerja pegawai, hal ini terbukti dari nilai t hitung yang lebih besar dari t table dan nilai sig yang kurang dari 0,05. Secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara soft skill dan etos kerja islami terhadap kinerja pegawai. Hal ini terbukti dari hasil Uji F dengan nilai F hitung lebih dari F table dan nilai sig kurang dari 0,05. Besarnya pengaruh tersebut berdasarkan uji koefisien determinasi adalah 73,7%.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas Peran Pembiayaan KUR terhadap Perkembangan UMKM Masyarakat muslim Di Wilayah Karangsembung Sindang laut. Kajian nya dilator belakangi oleh begitu pesatnya pengajuan pembiayaan Mikro pada UMKM khususnya pada sektor ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh adanya pembiayaan modal, kinerja bank, keuntungan pada sebuah lembaga keuangan khususnya di Bank Jabar Banten Syariah. Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program pemerintah dalam rangka pemberdayaan UMKM. Program ini bekerja sama dengan pihak lain, salah satunya adalah bank BJB Syariah, yang ikut berperan dalam pengembangan UMKM melalui program KUR ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pembiayaan KUR BJBS terhadap perkembangan UMKM di Kabupaten Cirebon Karangsembung. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan secara deskriptif analisis. Lokasi penelitian dilakukan di kantor Bank BJBS cabang Sumber dan di UMKM penerima KUR BJBS cabang Sumber. Dengan sumber data yang terbagi menjadi dua yaitu, sumber data primer sekunder. Metode pengumpulan data yaitu meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul digambarkan dan dijabarkan secara jelas mengenai objek penelitian sesuai dengan fakta dilapangan. Setelah itu data dirangkum, kemudian disajikan, setelah itu data dianalisis dan ditarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa mayoritas nasabah penerima KUR BJBS menyatakan bahwa kinerja UMKM mengalami peningkatan yang signifikan, dilihat dari modal/ongkos produksi, omzet penjualan, keuntungan, dan jumlah jam kerja. Dari hasil yang diperoleh, diharapkan adanya peran dari lembaga keuangan, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi untuk meningkatkan kinerja UMKM serta pengusaha UMKM menjalankan K3 di usahanya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Guru yang disiplin dalam melaksanakan tugas, akan menjadi sarana tercapainya keefektifan kerja sehingga tujuan penyelenggaraan pendidikan di sekolah dapat tercapai secara optimal. Kedisiplinan guru dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain yaitu gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk: (1) mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kedisiplinan guru Taman - Kanak Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon; (2) mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kedisiplinan guru Taman - Kanak Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon; (3) mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kedisiplinan guru Taman - Kanak Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah guru TK yang berjumlah 61 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik probability sampling tipe simple random sampling. Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin dengan taraf kesalahan 5% sehingga diperoleh sampel sebanyak 61 orang. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kedisiplinan guru Taman - Kanak Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon dengan kontribusi 25,3%; (2) ada pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kedisiplinan guru Taman - Kanak Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon dengan konstribusi 15%; (3) ada pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kedisiplinan guru Taman - Kanak Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon dengan kontribusi 27,5%. Saran yang diajukan yaitu: (1) kepala sekolah agar lebih meningkatkan gaya kepemimpinan yang digunakan; (2) motivasi kerja guru perlu ditumbuhkan; dan (3) kedisiplinan guru perlu ditingkatkan khususnya dengan menerapkan sanksi yang berlaku bagi yang melanggar ketentuan-ketentuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI
PENGARUH MOTIVASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PENDIDIKAN
KABUPATEN CIREBON
AHMAD SYIS
PROGRAM PASCASARJANAMAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM BUNGA BANGSA CIREBON
Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon sebagai lembaga pelayanan publik di bidang pendidikan sudah semestinya dapat memberikan layanan prima kepada masyarakat dan institusi yang terkait. Pelayanan prima tersebut pastinya harus didukung dengan kinerja yang optimal dari seluruh pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon. Mengelola motivasi dan kepuasankerja secara teoritis dapat lebih meningkatkan kinerja pegawai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptifkuantitatif dengan pendekatan asosiatif atau hubungan. Dengan jumlah sampel sebanyak 125 pegawai. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dengan pertanyaan tentang motivasi, kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Teknik pengolahan data menggunakan program SPSS versi 22.0 melalui uji instrumen, uji asumsi klasik dan regresi linear berganda.
Secara simultan melalui regresi berganda disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dari variabel Motivasi dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dalam kegiatan pekerjaan sebesar 0,279 (27,9%), sisanya 72,1% dipengaruhi oleh variabel lain. Persamaan regresinya adalah Y=50,330 + 0,249X1 + 0,516X2 + 0,721, artinya jika terjadi peningkatan satu poin pada variabel X1 dan X2, maka terjadi peningkatan pada variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesar 0,765 (0,249 + 0,516) ditambah 0,721 (variabel residu). Hasil analisis jalur diperoleh pengaruh Motivasi Kerja Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan Kepuasan Kerja secara simultan terhadap Kinerja Pegawai sebesar 37,90% sama dengan jumlah pengaruh X1 terhadap Y (17,50%) dan X2 terhadap Y (20,40%) juga sama dengan pengaruh secara simutlan hasil dari analisis regresi berganda yang jika dikonversikan dengan tabel korelasi PPM dapat dinyatakan cukup kuat. Pengaruh varabel residu yang tidak diteliti dalam penelitan ini adalah sebesar 62,10%.Dari dari hasil penelitian ini diharapkan semua pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dapat memberikan kinerja yang terbaik dikarenakan semua pegawai memiliki motivasi dan kepuasan kerja yang tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kinerja sangat penting dalam menentukan kualitas kerja seseorang, termasuk seorang guru. Kinerja guru tidak akan mencapai hasil maksimal tanpa adanya faktor yang mempengaruhi. Sedikitnya terdapat sepuluh faktor yang dapat meningkatkan kinerja guru, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Kesepuluh faktor tersebut adalah dorongan untuk bekerja, tanggung jawab terhadap tugas, minat terhadap tugas, penghargaan atas tugas, peluang untuk berkembang, perhatian dari kepala sekolah, hubungan interpersonal dengan sesama guru, MGMP dan KKG, kelompok diskusi terbimbing, dan layanan perpustakaan. Faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah faktor dorongan untuk bekerja, minat terhadap tugas, perhatian dari kepala sekolah, dan kelompok diskusi terbimbing yang berkaitan dengan motivasi kerja guru dan supervisi akademik. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh supervisi akademik kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 190 guru sekolah dasar negeri se-Kecamatan Pabedilan. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionnate stratified. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Taro Yamane atau Slovin dengan taraf kesalahan 10%, diperoleh sampel sebanyak 65 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Pengujian hipotesis menggunakan uji analisis regresi linier sederhana, analisis regresi linier berganda, analisis korelasi ganda (R), analisis determinasi (R2), dan uji koefisien regresi secara bersamasama (Uji F). Uji prasyarat yaitu uji normalitas, uji liniearitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Semua penghitungan diolah menggunakan program SPSS versi 17. Hasil penelitian yaitu: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara supervisi akademik kepala sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kabupaten Cirebon; (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SD SD Negeri di Kecamatan Kabupaten Cirebon; (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara supervisi akademik dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SD SD Negeri di Kecamatan Kabupaten Cirebon; (4) Besarnya sumbangan pengaruh supervisi akademik kepala sekolah terhadap kinerja guru adalah 24%; (5) Besarnya sumbangan pengaruh motivasi kerja guru terhadap kinerja guru adalah 41%; (6) Besarnya sumbangan pengaruh supervisi akademik dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru adalah 65%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kinerja sangat penting dalam menentukan kualitas kerja seseorang, termasuk seorang guru. Kinerja guru tidak akan mencapai hasil maksimal tanpa adanya faktor yang mempengaruhi. Sedikitnya terdapat sepuluh faktor yang dapat meningkatkan kinerja guru, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Kesepuluh faktor tersebut adalah dorongan untuk bekerja, tanggung jawab terhadap tugas, minat terhadap tugas, penghargaan atas tugas, peluang untuk berkembang, perhatian dari kepala sekolah, hubungan interpersonal dengan sesama guru, MGMP dan KKG, kelompok diskusi terbimbing, dan layanan perpustakaan. Faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah faktor dorongan untuk bekerja, minat terhadap tugas, perhatian dari kepala sekolah, dan kelompok diskusi terbimbing yang berkaitan dengan motivasi kerja guru dan supervisi akademik. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh supervisi akademik kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 190 guru sekolah dasar negeri se-Kecamatan Pabedilan. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionnate stratified. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Taro Yamane atau Slovin dengan taraf kesalahan 10%, diperoleh sampel sebanyak 65 orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Pengujian hipotesis menggunakan uji analisis regresi linier sederhana, analisis regresi linier berganda, analisis korelasi ganda (R), analisis determinasi (R2), dan uji koefisien regresi secara bersamasama (Uji F). Uji prasyarat yaitu uji normalitas, uji liniearitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Semua penghitungan diolah menggunakan program SPSS versi 17. Hasil penelitian yaitu: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara supervisi akademik kepala sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kabupaten Cirebon; (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SD SD Negeri di Kecamatan Kabupaten Cirebon; (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara supervisi akademik dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru SD SD Negeri di Kecamatan Kabupaten Cirebon; (4) Besarnya sumbangan pengaruh supervisi akademik kepala sekolah terhadap kinerja guru adalah 24%; (5) Besarnya sumbangan pengaruh motivasi kerja guru terhadap kinerja guru adalah 41%; (6) Besarnya sumbangan pengaruh supervisi akademik dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru adalah 65%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budaya kerja dalam organisasi menunjukkan bagaimana nilai nilai organisasi dipelajari dan diamalkan sehingga nyata dampaknya dalam kehidupan organisasi berupa proses kerja dan hasil kerja yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan implementasi nilai – nilai budaya kerja yang diterapkan di TKIT Sabilul Huda. Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti termasuk dalam jenis penelitian deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Penelitia berupya mencari dan menggambarkan bagaimana Implementasi Nilai-Nilai Budaya Kerja di TKIT Sabilul Huda dalam menciptakan SDM Sekolah berbasis Islam yang unggul dan berdaya saing tinggi. Hasil penelitian dalam penelitian ini mulai dari Perencanaan nilai-nilai budaya kerja yang diterapkan oleh TKIT meliputi manajemen puncak, penetapan nilai dan sosialisasi nilai-nilai budaya kerja; Pengorganisasian nilai-nilai budaya kerja dapat dilihat dari peran masing-masing unit dalam mewijudkam budaya kerja yang telah ditetapkan, mencakup kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara sekolah, kordinator dan wali kelas; Pelaksanaan Nilai-nilai Budaya kerja di TKIT Sabilul Huda mencakup aspek 1) komitmen, 2) profesional, 3) Team work, 4) keteladanan, 5) wawasan yang luas. Pengawasan nilai-nilai budaya kerja dilakukan oleh top manajemen atau kepala sekolah dengan cara memantau seluruh kegiatan yang dilakukan oleh guru dan karyawan, melaklukan pembinaan rutin dan tindak lanjut atas pembinaan yang telah dilaksanakan. Evaluasi implementasi nilai-nilai budaya kerja dilakukan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan penanaman nilai-nilai budaya kerja sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi dari implementasi program penanaman nilai-nilai bduaya kerja ini digunakan sebagai acuan untuk menyempurnakan program, mencakup penyempurnaan rancangan, mekanisme pelaksana, dukungan fasilitas, sumber daya manusia, dan manajemen sekolah terkait dengan implementasi pelaksanaan nilai-nilai budaya kerja di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SAEFULAH. (2017.8.1.2.0023): Pengaruh Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru MTs Swasta di Kecamatan Pabedilan Kab. Cirebon Tesis ini membahas tentang Pengaruh Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru MTs Swasta di Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon. Salah satu faktor penentu dalam menunjang keberhasilan peningkatan mutu pendidikan adalah guru (pendidik). Guru merupakan sumber daya manusia yang berada di barisan paling depan tempat saat terjadinya interaksi belajar mengajar. Adapun dalam pelaksanaan tersebut juga ada peran Kepala Madrasah yang berkualitas harus mampu mempengaruhi, menggerakkan, memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasehati, membimbing, menyuruh, memerintahkan, melarang, dan bahkan memberikan sanksi kepada bawahannya agar dapat melaksanakan serta membina dalam rangka mencapai kinerja guru secara efektif dan efisien. Melalui peningkatan kinerja mengajar guru dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, diharapkan prestasi kerja guru dapat mencapai hasil yang optimal. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kuantitatif dengan mengambil latar di MTs Swasta di Kecamatan Pabedilan Kab. Cirebon. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert. Teknis analisis data dengan menggunakan SPSS versi 17 untuk melakukan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik untuk uji regresi dan path analisis. Koefisien korelasi variabel X1 dengan X2 adalah 0,538 atau kuat. Pengujian Hipotesis dilakukan dengan melihat nilai Sig = 0,000 > 0,05 maka H0 ditolak, artinya signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, “Terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara variabel Kepemimpinan Kepala Madrasah dengan variabel Motivasi Kerja. Secara parsial terdapat pengaruh yang positive dan signifikan dari Gambaran variabel X1 terhadap Y sebesar 0,819 (81,9%) sisanya 18,1% dipengaruhi oleh variabel lain. Persamaan regresinya adalah Y= 17,937 + 0,788 + 0,181, artinya jika terjadi peningkatan satu poin pada variabel X1 , maka akan ada peningkatan pada variabel Y sebesar 0,788 ditambah 0,181 (variabel residu). Secara parsial terdapat pengaruh yang positive dan signifikan dari Gambaran variabel X2 terhadap Y sebesar 0,649 (64,9%) sisanya 35,1% dipengaruhi oleh variabel lain. Persamaan regresinya adalah Y= 16,399 + 0,848 + 0,351, artinya jika terjadi peningkatan satu poin pada variabel X2, maka akan ada peningkatan pada variabel Y sebesar 0,848 ditambah 0,351 (variabel residu). Secara simultan terdapat pengaruh yang positiv dan signifikan dari X1 dan X2 terhadap Y sebesar 0,962 (96,2%) sisanya 3,8% dipengaruhi oleh variabel lain. Persamaan regresinya adalah Y= -2,425+0,578+0,472+0,038, artinya jika terjadi peningkatan satu poin pada variabel X1 dan variabel X2, maka akan ada peningkatan pada variabel Y sebesar 1,050 (0,578+0,472) ditambah 0,038 (variabel residu).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EVIKANIADEWI:(2017.8.1.2.0011):PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN KEPUASAN KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU TK SE-KECAMATAN MUNDU KABUPATEN CIREBON Kepala Sekolah sebagai supervisor menjadi titik tolak meningkatnya kinerja guru dengan melihat fungsi dari supervise yaitu: (1) meningkatkan mutu pembelajaran; (2) memicu unsur yang terkait dengan pembelajaran ;serta (3) membina dan memimpin, sehingga pemberian supervisi yang efektif dan efisien akan berpengaruh pada kinerja guru yang maksimal.Guru harus mendapat pembinaan dan fasilitas di dalam bekerja agar kebutuhan guru terpenuhi. Jika kebutuhan guru terpenuhi maka guru akan merasa puas didalam bekerja. Kepuasan kerja akan berpengaruh terhadap produktivitas dan kinerja guru,dan baik secara langsung maupun tidak langsung berdampak terhadap kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk a)Mendeskripsikan Korelasi Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru. b) Mendeskripsikan Korelasi Kepuasan Kerja Guru terhadap Kinerja Guru c) Mendeskripsikan Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru ,d) Mendeskripsikan Pengaruh Kepuasan Kerja Guru terhadap Kinerja Guru e) Mendeskripsikan pengaruh simultan Supervisi Kepala Sekolah dan Kepuasan Kerja Guru terhadap Produktivitas Kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan metode survey, dengan jenis penelitian asosiatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket dengan skala pengukuran Likert. Teknis analisis data dengan menggunakan SPSS versi 17 untuk melakukanan alisis statistic Deskriptif, uji asumsi klasik untuk uj iregresi dan path analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa Supervisi Kepala Sekolah sangat baik (85,28%), Kepuasan Kerja Guru sangat baik (85,29%), kinerja guru sangat baik (85,14%).Terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara Supervisi Kepala Sekolah dan Kepuasan Kerja Guru (r=0,538) dan Secara parsial terdapat pengaruh yang positive dan signifikan dari Gambaran variable Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru sebesar 0,819 (81,9%) sisanya 18,1% dipengaruhi oleh variable lain. Dan dari Secara parsial terdapa tpengaruh yang positive dan signifikan dari Gambaran variable Kepuasan Kerja Guru terhadap Kinerja Guru sebesar 0,649 (64,9%) sisanya 35,1% dipengaruhi oleh variablel lain. Secara simultan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari Supervisi Kepala Sekolah dan Kepuasan Kerja Guru terhadap Kinerja Guru sebesar 0,962 (96,2%) sisanya 3,8% dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil analisis Jalur diperoleh fakta-fakta: 1).Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru (pengaruh langsung = 44,1% pengaruh tidak langsung = 16% dan pengaruh total = 60,1%) 2). Pengaruh Kepuasan Kerja Guru terhadap Kinerja Guru (pengaruhlangsung = 20,1% pengaruh tidak langsung = 16% dan pengaruh total = 36,1% ) 3). Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Kepuasan Kerja Guru secara simultan terhadap Kinerja Guru sebesar 96,2% yang jika dikonversikan dengan table Korelasi PPM, dapat dinyatakan kuat
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
IKHWATUSSHOLIHAH 2016.2.5.1.00553 “ ANALISIS FAKTORFAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN WANITA
BEKERJA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN
KELUARGA MENURUT PRESPEKTIF EKONOMI SYARIAH
(STUDI KASUS WANITA KERJA DI DESA KENDAL)”
Skripsi ini membahas tentang analisis faktor-faktor yang
mempengaruhi keputusan wanita bekerja di Desa Kendal, ini
dilatarbelakangi oleh meningkatnya pendapatan keluarga menurut
prespektif ekonomi syariah dengan keputusan wanita bekerja.Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis apa saja faktor-faktor keputusan wanita
bekerja dalam meningkatkan pendapatan, dan keputusan apa saja yang
mempengaruhi wanita bekerja menurut prespektif ekonomi syariah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang
menjadi keputusan wanita bekerja. Keputusan adalah, pilihan yang
diambil dalam melaksanakan kegiatan. Pendapatan keluarga dalam
prespektif ekonomi syariah, pendapatan adalah yang diperoleh dari hasil
kerja.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan metode
triangulasi menggunakan angket. Teknik pengumpulan datanya adalah
dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan berbagai respon yang
berbeda-beda pada setiap jawaban yang peneliti tanyakan terhadap
narasumer, namun ada yang serupa yang memiliki tujuan yang sama.
Berdasarkan hasil penelitian, faktor-faktor yang mempengaruhi
keputusan wanita bekerja adalah faktor ekonomi, dalam sehari-hari tidak
cukup memenuhi kebutuhan keluarga, kesehatan dan pendidikan. Dalam
hal ini keputusan wanita bekerja tentuakan meningkatkakn pendapatan
keluarga, dikarenakan dapat memenuhi sandang pangan papan keluarga
dan keterampilan yang dapat meningkatkan eksprolasi diri.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SUDIHARJO. (2017.8.1.2.0027): Pengaruh Kompetensi dan Komitmen Pegawai terhadap Produktivitas Kerja di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Indikator keberhasilan dalam pembangunan pendidikan nasional salah satunya adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia mempunyai peran utama dalam setiap kegiatan. Walaupun didukung dengan sarana dan prasarana serta sumber dana yang memadai, tetapi tanpa dukungan sumber daya manusia yang handal kegiatan apapun yang dilakukan tidak akan terselesaikan dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia merupakan kunci pokok yang harus diperhatikan dengan segala kebutuhannya. Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon sebagai pelaksana teknis pembangunan bidang pendidikan memiliki sumber daya manusia dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang berbeda-beda, sehingga memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang berbeda pula. Hal ini akan mempengaruhi tingkat produktivitas kerja yang tidak optimal. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kompetensi dan komitmen pegawai terhadap produktivitas kerja dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon. Dinas pendidikan Kabupaten Cirebon merupakan sebuah organisasi yang memiliki visi misi untuk mencapai tujuan. Berhasil tidaknya suatu organisasi dalam mencapai visi misinya sangat tergantung pada sumber daya manusianya. Menurut Lako dan Sumaryati, SDM yang yang berkualitas adalah SDM yang minimal memiliki empat karaktristik yaitu Memiliki competency (Knowledge, skill, abilities, dan experience) yang memadai, Commitment pada organsisai, Selalu bertindak cost effectiveness dalam setiap aktivitasnya, dan congruence of goals yaitu bertindak selaras antara tujuan pribadinya dengan tujuan organisasi. Sehingga produktivitas kerja disuatu organisasi dipengaruhi oleh kompetensi dan komitmen pegawainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan metode survey, dengan jenis penelitian asosiatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert. Teknis analisis data dengan menggunakan SPSS versi 17 untuk melakukan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik untuk uji regresi dan path analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi pegawai sangant baik (80,3%), komitmen pegawai sangat baik (82,83%), produktifitas kerja sangat baik (81,7%). Terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara kompetensi pegawai dan komitmen pegawai (r= 0,313)dan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari kompetensi pegawai terhadap produktivitas kerja (0,255) dan dari komitmen pegawai terhadap produktivitas kerja (0,275). Secara simultan terdapat pengaruh yang positif (0,390) dan signifikan dari kompetensi pegawai dan komitmen pegawai terhadap produktivitas kerja. Penelitian ini menunjukan bahwa kompetensi dan komitmen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Secara parsial komimtmen pegawai memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan kompetensi pegawai dalam meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian ini menunjukan bahwa pegawai yang memiliki kompetensi yang tinggi akan memberikan kemampuan dan ketrampilan terhadap organisasi dan menunjuken kinerja terbaik mereka. Begitupula dengan pegawai yang memiliki komitmen organisasi yang tinggi akan loyal terhadap organisasi
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh etos kerja dan disiplin kerja terhadap efektivitas kinerja guru di SMP Swasta Kabupaten Cirebon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis filsafat positivisme, dengan data yang dikumpulkan melalui instrumen penelitian dan dianalisis menggunakan metode regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja memberikan pengaruh signifikan sebesar 62,1% terhadap kinerja guru, sedangkan disiplin kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Secara keseluruhan, etos kerja dan disiplin kerja bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 62,2% terhadap kinerja guru. Penelitian ini menegaskan pentingnya etos kerja dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Swasta Kabupaten Cirebon.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya akademik dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja guru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara budaya akademik dan motivasi kerja guru. Budaya akademik hanya memberikan pengaruh sebesar 10,12% terhadap kepuasan kerja guru, sedangkan motivasi kerja memberikan pengaruh signifikan sebesar 35,2%. Secara bersama-sama, budaya akademik dan motivasi kerja berkontribusi sebesar 37,2% terhadap kepuasan kerja guru, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini menekankan pentingnya motivasi kerja sebagai faktor utama yang memengaruhi kepuasan kerja guru.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena yang terjadi di SMA/SMK Se Kecamatan Plumbon, menunjukkan terdapat guru yang meninggalkan sekolah beralih ke pekerjaan yang lebih menjanjikan, dan sebagian lainnya berpindah ke sekolah dengan kompensasi kerja yang lebih baik, terutama sekolah yang memenuhi standar mutu internasional dan guru diterima P3K memilih sekolah yang lebih dekat dari domisili. Terdapat juga guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidang keahliannya, seperti guru yang berlatar belakang pendidikan matematika mengajar bahasa sunda, dikarenakan jam KBM yang serumpun sudah terisi oleh guru PNS dan P3K. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana hubungan signifikansi antara altruisme (itsar) dengan kepuasan kerja, bagaimana hubungan signifikansi kecerdasan emosional dengan kepuasan kerja dan bagaimana hubungan signifikansi altruisme dan kecerdasan emosional dengan kepuasan kerja guru SMA/SMK Se-Kecamatan Plumbon. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah guru-guru yang mengajar di SMA/SMK Se-Kecamatan Plumbon sebanyak 153 guru, dan sebagai sampelnya sesuai dengan populasi tersebut diperoleh berdasarkan tabel Krejcie Morgan sebanyak 109. Teknik sampel yang diambil dengan teknik random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologis pada setiap variabelnya dan skor ditentukan sesuai skala likert rentang 1-5. Teknik analisis data yang digunakan yakni statistik deskriptif dan korelasi berganda dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan nilai korelasi pearson sebesar 0.473, menjelaskan bahwa adanya hubungan positif dan signifikan antara altruisme (itsar) dengan kepuasan kerja, dan diperoleh nilai korelasi Pearson sebesar 0.420 menjelaskan bahwa kecerdasan emosional memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, serta secara simultan altruisme dan kecerdasan emosional berhubungan signifikan dengan kepuasan kerja dengan nilai korelasi Pearson sebesar 0.416. Meskipun hubungan keduanya moderat, kombinasi ini menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan mendukung, yang berkontribusi pada peningkatan kepuasan kerja.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepuasan kerja yang tinggi dapat meningkatkan motivasi, kinerja, dan retensi guru, yang pada gilirannya berdampak positif pada kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa. Kompetensi manajerial yang baik dapat menciptakan iklim kerja yang positif, sementara komunikasi organisasi yang efektif memastikan bahwa informasi disampaikan dengan jelas dan transparan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi manajerial dan komunikasi organisasi terhadap kepuasan kerja Guru di Raudhatul Athfal se-KKRA Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi dan regresi untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat, positif dan signifikan antara kompetensi manajerial dan komunikasi organisasi di Raudhatul Athfal, dengan koefisien korelasi 0,982 (Sig = 0,000). kompetensi manajerial kepala Raudhatul Athfal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja guru. Besarnya pengaruh berdasarkan nilai koefisien determinasi adalah 97,9%. Di sisi lain, komunikasi organisasi guru Raudhatul Athfal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja guru. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan pengaruh sebesar 98,8% terhadap kepuasan kerja guru, Hal ini menunjukkan hubungan yang sangat kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kompetensi manajerial dan komunikasi organisasi guru di Raudhatul Athfal berperan penting dalam meningkatkan kepuasan kerja guru Raudhatul Athfal di Kecamatan Weru
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya motivasi kerja dan iklim kerja dalam meningkatkan kepuasan kerja guru di SD di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Motivasi kerja guru dinilai melalui tiga kebutuhan utama, yaitu: (a) kebutuhan akan kekuasaan, (b) kebutuhan untuk berprestasi, dan (c) kebutuhan akan afiliasi. Selain itu, iklim kerja dibagi menjadi dua aspek, yakni (a) iklim kerja langsung yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta (b) iklim kerja tidak langsung yang meliputi prestasi akademik, karya pengembangan profesi, dan partisipasi dalam forum ilmiah. Kepuasan kerja didefinisikan sebagai sikap positif tenaga kerja terhadap pekerjaannya yang didasarkan pada evaluasi terhadap situasi kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional untuk melihat hubungan antara variabel motivasi kerja (X1), iklim kerja (X2), dan kepuasan kerja (Y). Desain penelitian yang digunakan adalah ex post facto dengan analisis data melalui statistik deskriptif dan inferensial menggunakan program IBM SPSS 22.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja (X1) dan iklim kerja (X2), dengan nilai korelasi sebesar 0,678. Selain itu, ditemukan pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja (X1) terhadap kepuasan kerja (Y) dengan nilai R² sebesar 52,8%. Iklim kerja (X2) juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (Y), dengan nilai R² sebesar 63,1%. Secara simultan, variabel motivasi kerja dan iklim kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan nilai R² sebesar 72%. Kesimpulannya, motivasi kerja dan iklim kerja, baik secara individu maupun bersama-sama, berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja guru di SD di Kecamatan Talun. Penelitian ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan motivasi dan menciptakan iklim kerja yang kondusif sangat penting dalam meningkatkan kepuasan kerja guru
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Parenting penting dibutuhkan untuk menyelaraskan upaya pihak sekolah dengan orang tua siswa dalam mewujudkan tujuan pendidikan dan oleh karena itu diperlukan pengelolaan yang baik guna membangun kerja sama yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen parenting dalam meningkatkan kerjasama dengan orang tua siswa di TK Negeri Pembina Sumber Kabupaten Cirebon yang meliputi aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif interaktif melalui tahap mereduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Tahapan peng-coding-an dilakukan melalui tahapan: open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian adalah: 1) perencanaan parenting disusun berdasarkan kesepakatan bersama antara sekolah dan orang tua siswa untuk mencapai Visi, Misi dan Tujuan lembaga. Semakin baik dan terukur sebuah perencanaan disusun, maka akan semakin efektif proses pencapaian tujuan dan evaluasi kegiatan; 2) pengorganisasian disusun dan terstruktur dengan jelas melalui pelibatan komite sekolah dan orang tua siswa sebagai panitia pelaksana. Pengorganisasian yang efektif dapat mempermudah proses pengawasan dalam mengatasi masalah; 3) pelaksanaan parenting mengacu pada perencanaan dan pengorganisasian. Kerjasama yang terbuka dalam pelaksanaan berdampak positif terhadap efektivitas pencapaian tujuan organisasi; 4) evaluasi dilakukan bersama berdasarkan perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan meliputi seluruh kegiatan. Evaluasi dilakukan untuk menilai kualitas kegiatan dalam mencapai tujuan. Disimpulkan bahwa parenting dengan efektivitas fungsi-fungsi manajemen dapat meningkatkan kerjasama dengan orang tua siswa.