Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

35 hasil
Subjek: islam dan budaya lokal
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Islam dan Budaya Lokal Adat Gorontalo

2022•Koleksi Perpustakaan

Buku ini ditulis dengan membahas kedua kategori tradisi di Gorontalo dengan fokus penemuan makna filosofis, nilai-nilai pendidikan moral, dan makna normatif, serta relasi gender. Kedua tradisi Gorontalo yakni pertama, tradisi yang bersumber dari Islam yang pelaksanaanya dilaksanakan secara adat (mobangu, mokama, mongunte, mongakiki, mohuntingo, mongubingo, moluna). Kedua, tradisi murni lokal Gorontalo (molontalo, molobungo yiliyala, buli’a’a, mopoto’opu, molunggelo, dan momeati). Agaknya, baik tradisi Islam maupun tradisi Islami yang hidup dalam kehidupan masyarakat muslim Gorontalo mengandung nilai dan norma, serta pesan moral sebagai pedoman hidup. Karena itu, kajian atas tradisi lokal Gorontalo dalam buku ini menunjukan adanya akulturasi Islam dan budaya lokal. Itu berarti terjadi harmonisasi antara adat dan agama sebagaimana diisyaratkan oleh falsafah Gorontalo adati hula-hula’a to sara’a, sara’a hula-hula’a to qurani. Dengan demikian, kajian tradisi lokal Gorontalo dalam buku ini lebih memastikan bahwa falsafah Gorontalo tersebut bersifat implementatif dan aktual.

25 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ISLAM DAN BUDAYA LOKAL Deskripsi Tradisi Masyarakat Kabupaten Nunukan

2022•Koleksi Perpustakaan

Judul : ISLAM DAN BUDAYA LOKAL Deskripsi Tradisi Masyarakat Kabupaten Nunukan Penulis : Eko Nani Fitriono, S.Th.I., M.P.I., Nur Halisa, Mega Kaswajeng, Satriani, Ana, Ade Irma Suryani, Arminda Purnama, Fadhil Edryansyah, Mustainah, Armansyah, Dewi Surya Ningsih, Dini Suryani, Gina Musliyati M., Gunatang, Nira Siti Nurazizah, Hardin, Hariyani, Jumiati, Nur Anisa, Suryani, Nurman Iskandar, Rahmania Safitri, Nurfitriani Ibrahim Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 145 Halaman No ISBN : 978-623-6233-73-3 Kabupaten Nunukan terletak di perbatasan paling utara Indonesia. Daerah ini berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. Sebagai tempat transit, Kabupaten Nunukan dihuni oleh penduduk asli dan pendatang yang datang dari berbagai pulau yang ada di Indonesia, seperti pulau Jawa dan Sulawesi, maka tidak heran dari masyarakat yang heterogen tersebut lahirnya budaya yang beragam. Berbagai tradisi dan budaya masyarakat Nunukan, mulai dari tradisi yang berkaitan dengan etika, pernikahan, akulturasi budaya lokal dan Islam, serta ritual lainnya yang dipaparkan dalam bingkai Islam dapat pembaca temukan dalam buku ini. Buku kolaborasi tulisan dosen dan mahasiswa STIT Ibnu Khaldun Nunukan ini menjadi tulisan yang menarik untuk dibaca dalam upaya memahami budaya yang hidup dan berkembang di Kabupaten Nunukan dengan berbagai latar belakang masyarakatnya yang heterogen.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Menyempurnakan Setengah Agama: Akulturasi Islam dan Budaya Lokal dalam Perkawinan Masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo

2022•Koleksi Perpustakaan

Dalam buku ini, tim penulis akan memberikan pencerahan, serta menambah ilmu pengetahuan kepada pembaca tentang adat perkawinan yang ada di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Walau sekarang dua provinsi, sebelumnya merupakan satu wilayah administrasi. Hanya saja, dalam perkembangan tata kelola pemerintahan, Gorontalo dibentuk menjadi wilayah provinsi tersendiri. Dengan dua provinsi seperti sekarang menggambarkan dua etnisitas yang masing-masing memiliki kekhasan tersendiri.Buku ini memberikan pemahaman secara holistik dan komprehensif tentang akulturasi Islam dengan budaya lokal melalui adat perkawinan. Sistem sosial dan kekerabatan yang dianut oleh masyarakat Indonesia menjadi kekuatan dalam mengelaborasi interaksi sosial dalam masyarakat Sulawesi Utara yang heterogen dan multikultural. Berbeda dengan model kekerabatan masyarakat Gorontalo dimana masyarakatnya homogen dari aspek agama, budaya, dan adat istiadat. Adat istiadat masyarakat Gorontalo terjadi akulturasi agama Islam ke budaya lokal yang dikenal sebagai kota serambi Madinah dengan semboyan “Adat bersendikan syariat-syariat, bersendikan Kitabullah” artinya sistem sosial dan kekerabatan pada masyarakat Gorontalo agama Islam menjadi dasar dalam melakukan interaksi sosial.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERSENTUHAN ISLAM DAN BUDAYA LOKAL (Mengurai Khazanah Tradisi Masyarakat Popular)

2022•Koleksi Perpustakaan

Buku yang hadir dihadapan para pembaca budiman ini, merupakan saripati hasil beberapa penelitian penulis, berkaitan dengan “Islam dan Tradisi Lokal dengan menelisik peran Elit NU dalam pergumulan Islam dengan Tradisi Lokal di Pamekasan” yang sudah mengalami beberapa perubahan dan penambahan beberapa tema yang relevan. Buku ini, sebagian isinya telah diterbitkan oleh Penerbit Nusantara Yogyakarta. Tulisan (buku) ini bermaksud untuk mengkaji persepsi masyarakat tentang tradisi lokal yang selama ini mereka laksanakan dan mereka yakini, serta melihat bagaimana sesungguhnya peran elit NU dalam pergumulan Islam dengan tradisi-tradisi lokal (local wisdom) yang sampai saat ini masih eksis dan dilaksanakan oleh masyarakat. Hal ini berangkat dari sebuah asumsi bahwa: pertama Islam merupakan agama rahmat li al alamin yang memiliki nilai-nilai universal. Islam hadir di muka bumi ini, menemui masyarakat yang sudah berbudaya. Dengan kata lain Islam hadir bukan dalam dunia hampa budaya, Ia menemui umat yang disapanya yang sangat plural. Dengan nilai universal Islam itulah ia mampu beradaptasi, mengakomodir tradisi-tradisi lokal yang sudah established dalam masyarakat, pada gilirannya Islam kemudian mampu mewarnai bahkan mendominasi terhadap tradisi-tradisi tersebut.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

RASIONALITAS TRADISI ISLAM NUSANTARA

2022•Koleksi Perpustakaan

Islam yang bercampur dengan budaya lokal merupakan gejala normal dari dinamika peradaban umat Islam. Pergumulan dan interaksi umat Islam dengan budaya akan menampilkan Islam yang berkarakter dan lebih toleran. Sebaliknya, semakin minim interaksi umat Islam dengan kebudayaan lokal maka semakin miskin pula budaya lokal. Di sinilah letak wajah Islam Indonesia sangat berbeda dengan Islam Timur Tengah (Saudi Arabia) yang menampilkan Islam puritan. Selama ini, budaya dianggap berada di luar ajaran Islam karena tidak sesuai dengan doktrin Islam. Bagi mereka, budaya merupakan karya manusia yang dapat berubah, sementara Islam adalah kreasi Allah Swt. yang bersifat permanen (asy-Syari’ah al-khalidah). Jika kita menengok isi Al-Qur’an dan sirah nabawi (sejarah nabi) banyak mendeskripsikan akomodasi sub budaya Arab. Oleh karena itu, penolakan tradisi lokal dalam formulasi Islam telah menghilangkan keluwesan Islam. Ulama ushul fiqh telah memperhatikan budaya lokal dengan kaidahnya, al- ‘adat muhakkamah (adat dapat dijadikan pedoman hukum).

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Islam and Local Wisdom: Religious Expression in Southeast Asia: Islam dan Kearifan Lokal: Ekpresi Keberagamaan di Asia Tenggara

2022•Koleksi Perpustakaan

Islam di Indonesia menunjukan keunikan yang membedakannya dengan Islam di negara lain, terutama dengan Islam di tempat asalnya, Arab Saudi. Keunikan tersebut dibuktikan dengan hadirnya varian-varian Islam lokal yang berbeda cukup signifikan antara satu wilayah dengan wilayah lain, seperti halnya Islam Padang, Islam Jawa, Islam Dayak, Islam Lombok, Islam Bima, Islam Buton, Islam Muna, dan seterusnya. Varian-varian Islam tersebut berhubungan sangat erat dengan pola penyebaran Islam dan pola penerimaan Islam sekaligus. Secara historis, proses penyebaran Islam di Indonesia dilakukan melalui jalur-jalur sosial dan kulltur, misalnya melalui relasi perdagangan, kesenian, pendidikan, bahkan perkawinan, bukan jalur militeristik atau penaklukan. Islam yang disebarkan di Indonesia adalah Islam yang lebih banyak menggunakan pola-pola damai, sehingga penerimaan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia terhadap Islam tidak mendapatkan masalah atau penentangan yang berarti. Para penyebar Islam di nusantara bahkan akomodatif dan negosiatif dengan kebudayaan lokal. Sebut saja misalnya, pola-pola penyebaran Islam yang dilakukan Walisongo di Jawa menunjukan bahwa Islam meskipun merupakan ideologi dan paham yang baru, tetapi mampu diterima oleh masyarakat Jawa pada masa itu tanpa penentangan dan perlawanan berarti. Proses penyebaran Islam yang mempengaruhi pola penerimaan Islam oleh masyarakat juga tidak bisa dilepaskan dari interpretasi masyarakat terhadap Islam yang berasal dari lokalitas yang dimiliki masing-masing. Jika akar kultur masyarakat lokal tidak cukup akomodatif terhadap Islam, atau sebaliknya Islam yang tidak bisa bersentuhan dengan kultur masyarakat, mustahil Islam bisa diterima dengan baik, bahkan dalam beberapa kebudayaan di Indonesia dijadikan sebagai landasan atau dasar tata kelola pemerintahan dan masyarakat.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Islam dan Budaya Lokal dalam Tradisi Tabut

2022•Koleksi Perpustakaan

Tabut ialah sebuah tradisi atau budaya lokal Bengkulu berupa upacara untuk mengenang kematian cucu Nabi Muhammad Saw, Husen bin Ali, di Padang Karbala Irak. Telah banyak kajian akademis yang dilakukan dengan berbagai topik terkait tradisi Tabut ini. Seperti kajian mengenai Tabut dalam wacana Islam Syi’ah, sebagai media komunikasi, pada topik pendidikan, pada aspek agama dan budaya, maupun pada aspek hubungan dengan Pemerintah. Buku ini mengisi ruang kosong di antara kajian dengan berbagai topik dan aspek tersebut. Yakni dengan lebih menyoroti pada eksistensi dan perkembangan Tabut itu sendiri di tengah perkembangan zaman. Disusun dalam lima bab, semoga buku ini dapat memberikan sumbangsih informasi seputar tradisi Tabut dan menambah khazanah keilmuan serta dinamika akademik bagi para peminat kajian sejenis.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pantun Melayu, Titik Temu Islam dan Budaya Lokal Nusantara

2022•Koleksi Perpustakaan

PANTUN merupakan salah satu genre puisi Melayu tradisional yang paling akrab dalam kehidupan orang Melayu. Demikian dekatnya hubungan pantun dengan manusia Melayu sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pantun adalah Melayu dari segi manusia dan dunianya. Karena itu, pantun menjadi sarana paling efektif dalam mendokumentasikan dan mensosialisasikan nilai-nilai luhur agama dan adat kepada masyarakat Melayu.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Beati Tradisi Gorontalo

2022•Koleksi Perpustakaan

Sejarah membuktikan, bangsa besar adalah bangsa yang mampu menjaga dan melestarikan tradisinya, termasuk tradisi lokal. Hampir di segala penjuru bangsa ini, selalu terdapat tradisi lokal yang mencerminkan semangat spiritual, historitas, dan cita-cita bangsa itu sendiri. Selain itu, tradisi juga memiliki peran sebagai penjaga marwah rakyat, dimana karakter dan moral bangsa dibentuk melalui tradisi. Sebagaimana kita ketahui, budaya dan tradisi tidak selalu lahir dari budaya lokal masyarakat. Selalu terdapat proses akulturasi, asimilasi, maupun inovasi dalam proses integrasi dari dua budaya. Seperti tradisi beati. Tradisi lokal ini merupakan akulturasi budaya Islam dan budaya masyarakat lokal Gorontalo. Beati merupakan upacara kultural-keagamaan dalam memaknai perpindahan siklus kehidupan dari masa anak-anak ke masa remaja. Di dalamnya tercermin suatu wujud kesetiaan terhadap ajaran Islam. Baik dari sisi hukum/fiqih, teologi, dan moral.

16 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ISLAM DAN BUDAYA DALAM PENDIDIKAN ANAK

2022•Koleksi Perpustakaan

ISLAM DAN BUDAYA DALAM PENDIDIKAN ANAK PENULIS: M. Nawa Syarif Fajar Sakti Tebal : 151 halaman ISBN : 978-623-7503-32-3 www.guepedia.com Sinopsis: Agama Islam dinilai akhir-akhir ini sangat keras dalam kehidupan sehari-hari dan dipisahkan dari unsur kebudayaan lokal. Sedangkan kebudayaan diartikan segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia sebagai hasil pemikiran akal dan budinya. Peradaban sebagai hasil akal budi manusia. Ilmu pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang dimanfaatkan untuk kehidupannya dan memberi manfaat kepadanya. Namun dengan adanya konsep internalisasi pada Sanggar Budaya kepada anak-anak agar anak lebih mampu memahami ajaran agama Islam, tetapi mereka juga tetap mempertahankan kebudayaan setempat yang menjadi kearifan lokal. Nilai-nilai PAI yang diantara adalah nilai dalam bidang keimanan, syari’ah dan akhlak. Kebudayaan memiliki peranan penting dalam menginternalisasikan nilai-nilai PAI kepada peserta didik di Sanggar Budaya. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (Field Research) dan memakai metode deskriptif. Dalam tulisan ini dideksripsikan bahwa proses internalisasi dalam Sanggar Budaya memadukan antara nilai-nilai agama Islam dan nilai kebudayaan menjadi tanpa satu tanpa merusak nilai satu dengan yang lain. www.guepedia.com Email : guepedia@gmail.com WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Dialektika Islam Dan Budaya Nusantara

2022•Koleksi Perpustakaan

Pada era modern sekarang ini, agama kembali mengalami masa kebangkitan. Kebangkitan agama-agama besar dunia terjadi justru ketika agama diprediksi akan mengalami kemunduran dan kehilangan perannya. Masyarakat dunia kini beramai-ramai mencari tambatan hati kepada agama. Fenomena ini terjadi karena kegersangan rohani yang melanda sebagian besar masyarakat modern. Kecanggihan teknologi modern yang mempermudah kebutuhan manusia rupanya tak cukup memenuhi sisi kosong dalam diri manusia. Sisi kosong tersebut adalah tarikan kebutuhan rohani. Agama menjadi pilihan untuk mengisi kekosongan rohani tersebut. Dampak positifnya, agama mengalami kebangkitan kembali (resurgence) Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Islam Lokal (Sejarah, Budaya dan Masyarakat)

2022•Koleksi Perpustakaan

Buku bunga rampai yang diterbitkan mahasiswa Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga ini menarik untuk dibaca. Pertama, buku ini ditulis oleh mahasiswa-mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi baik itu di Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi, dan bahkan aktivis LSM. Dari tema tulisan yang sangat bervariasi fokus kajian dan perspektifnya. Hal ini membuktikan bahwa sejarah Islam Indonesia tidak hanya Java-centris karena mencakup banyak aspek dalam kajian sejarah lokal. Buku yang merupakan hasil lomba tulisan di kalangan m ahasiswa ini juga bagus dari aspek lokalitasnya. Tema artikel di buku ini berbicara tentang budaya lokal baik Islam maupun umum seperti bagaimana integrasi Islam dengan nilai-nilai lokal di Jawa maupun Sumatera. Etnis Tionghoa sebagai minoritas juga sebuah objek studi yang menarik karena selama ini banyak kajian lebih pada masyarakat mayoritas.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail