Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: karakter religius
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Manajemen Program Profil Pelajar Pancasila Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Di Sdn Pangrango Kota Cirebon

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ela Rosilawati NIM 2023.8.1.8.0582 “Manajemen Program Pelajar Pancasila Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Di SD Negeri Pangrango Kota Cirebon”. Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Program Magister. Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen Program Profil Pelajar Pancasila dalam membentuk karakter religius siswa di SD Negeri Pangrango Kota Cirebon. Program Profil Pelajar Pancasila merupakan implementasi kebijakan Kurikulum Merdeka yang menekankan penguatan karakter dan nilai-nilai kebangsaan, termasuk religiusitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, observasi kegiatan pembelajaran dan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5), serta studi dokumentasi terhadap perangkat program dan hasil evaluasi sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang terintegrasi dengan visi sekolah dan nilai-nilai dasar Pancasila. Pada tahap perencanaan, sekolah merancang kegiatan berbasis proyek tematik keagamaan dan kegiatan rutin keagamaan yang melibatkan seluruh warga sekolah. Tahap pengorganisasian menekankan kolaborasi antar guru, dukungan komite sekolah, dan partisipasi orang tua. Pelaksanaan program ditandai oleh penerapan pembelajaran kontekstual dan keteladanan guru dalam membangun budaya religius di lingkungan sekolah. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui refleksi guru dan umpan balik dari siswa untuk memastikan internalisasi nilai-nilai religius dalam perilaku sehari-hari. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen Program Profil Pelajar Pancasila di SD Negeri Pangrango berjalan efektif dalam membentuk karakter religius siswa melalui integrasi nilai-nilai keagamaan dengan kegiatan pembelajaran dan budaya sekolah. Faktor kunci keberhasilan terletak pada kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, sinergi antara guru dan orang tua, serta konsistensi dalam penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sekolah. Kata kunci: Manajemen program, Profil Pelajar Pancasila, Karakter religius, Sekolah Dasar, Pendidikan karakter

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN PROGRAM PEMBIASAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS DI SMP N 2 KROYA KABUPATEN INDRAMAYU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter religius sebagai jawaban atas tantangan moral generasi muda di era globalisasi. SMP Negeri 2 Kroya Kabupaten Indramayu menjadi salah satu sekolah yang mengimplementasikan program pembiasaan religius melalui kegiatan shalat dhuha dan membaca Al-Qur’an secara rutin. Program ini diharapkan mampu membentuk karakter religius peserta didik yang tercermin dalam sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian sosial, serta kesadaran spiritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana manajemen program pembiasaan shalat dhuha dan membaca Al-Qur’an dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kroya dalam perspektif fungsi-fungsi manajemen George R. Terry, yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, serta peserta didik. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program dilakukan secara sistematis dengan menetapkan tujuan, jadwal kegiatan, serta penyediaan fasilitas pendukung. Pengorganisasian melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa melalui pembagian tugas yang jelas serta koordinasi yang terstruktur. Pelaksanaan program berjalan rutin dengan keterlibatan aktif guru sebagai teladan dan motivator, serta siswa sebagai pelaksana kegiatan. Pengawasan dilakukan melalui supervisi langsung, pencatatan kehadiran, evaluasi berkala, dan tindak lanjut perbaikan. Program pembiasaan ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius pada peserta didik, sehingga berkontribusi positif dalam pembentukan karakter religius di lingkungan sekolah.

21 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN PROGRAM PEMBIASAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS DI SMP N 2 KROYA KABUPATEN INDRAMAYU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter religius sebagai jawaban atas tantangan moral generasi muda di era globalisasi. SMP Negeri 2 Kroya Kabupaten Indramayu menjadi salah satu sekolah yang mengimplementasikan program pembiasaan religius melalui kegiatan shalat dhuha dan membaca Al-Qur’an secara rutin. Program ini diharapkan mampu membentuk karakter religius peserta didik yang tercermin dalam sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian sosial, serta kesadaran spiritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana manajemen program pembiasaan shalat dhuha dan membaca Al-Qur’an dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kroya dalam perspektif fungsi-fungsi manajemen George R. Terry, yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, serta peserta didik. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program dilakukan secara sistematis dengan menetapkan tujuan, jadwal kegiatan, serta penyediaan fasilitas pendukung. Pengorganisasian melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa melalui pembagian tugas yang jelas serta koordinasi yang terstruktur. Pelaksanaan program berjalan rutin dengan keterlibatan aktif guru sebagai teladan dan motivator, serta siswa sebagai pelaksana kegiatan. Pengawasan dilakukan melalui supervisi langsung, pencatatan kehadiran, evaluasi berkala, dan tindak lanjut perbaikan. Program pembiasaan ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius pada peserta didik, sehingga berkontribusi positif dalam pembentukan karakter religius di lingkungan sekolah.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DI SDIT AL HIKMAH 187 KOTA CIREBON

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tatang Noor Saifullah NIM, 2019.8.1.4.0164 “Manajemen Pendidikan Karakter Religius di SDIT Al Hikmah 187 Kota Cirebon” Pendidikan karakter di Indonesia dirasakan amat perlu dilakukan demi terwujudnya pribadi masyarakat yang berakhlaq mulia karena akhlaq mulia merupakan tujuan akhir dari suatu pendidikan. Budaya atau jultur yang ada di lembaga pendidikan berperan penting dalam membangun akhlaq peserta didik khususnya budaya religius yang terdapat di sekolah. Karena itu lembaga pendidikan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pendidikan karakter bagi peserta didik. Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) langkah-langkah sekolah dalam mengembangkan program pendidikan karakterreligius di SDIT Al Hikmah 187 Kota Cirebon. (2) pengorganisasian sekolah dalam mengembangkan program pendidikan karakterreligius di SDIT Al Hikmah 187 Kota Cirebon. (3) pelaksanaanmengembangkan programpendidikan karakter religiusdi SDIT Al Hikmah 187 Kota Cirebon. (4) Solusi dalam mengatasi hambatan mengembangkan programpendidikan karakterreligiusdi SDIT Al Hikmah 187 Kota Cirebon. Pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kamauan, dan tindakan untuk nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter pada hakekatnya ingin membentuk individu menjadi seorang pribadi bermoral yang dapat menghayati kebebasan dan tanggung jawabnya, dalam ralasinya dengan orang lain dan dunianya dalam komunitas pendidikan. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan rancangan studi kasus. Pengumpulan dan dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi dan Tri angulasi Data Temuan penelitian menunjukan bahwa (1) Perencanaan pendidikan karakter religius di SDIT Al Hikmah 187 Cirebon dilakukan dengan menetapkan standar karakter siswa, membangun kegiatan keagamaan, dan menyediakan fasilitas pendukung, menetapkan standar kompetensi lulusan, dan membagi penanggung jawab tarbiyah bagi setiap siswa (2) Pelaksanaan pendidikan karakter religius di SDIT Al Hikmah 187 Cirebon dilaksanakan dengan mengintegrasikan standar karakter yang ada ke dalam program keagamaan harian meingguan dan bulanan (3) Evaluasi pendidikan karakter religius di SDIT Al Hikmah 187 Cirebon dilaksanakan dengan melakukan pengawasan dan pemantauan secara berkala, membuat absensi kegiatan keagamaan dan mengadakan laporan bulanan. Kata Kunci :

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER RELIGIUS DI TK IT AL-MADANI KABUPATEN CIREBON

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penurunan karakter bangsa saat ini dapat menunjukkan lemahnya pendidikan karakter, mulai dari kalangan pemimpin negara hingga pelajar yang sering menjadi sorotan berbagai pihak. Pembentukan karakter religius merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki karakter generasi bangsa dalam memperkuat Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen Projek P5 dalam pembentukan karakter siswa di TK IT Al-Madani . Teori yang digunakan adalah teori George R. Terry tentang fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan/evaluasi. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi manajemen yang diterapkan di yaitu (1) Perencanaan Projek P5 dalam pembentukan karakter siswa di dilakukan dengan membentuk tim fasilitator, yang dibentuk oleh tim manajemen sekolah ; (2) Pengorganisasian Projek P5 dilakukan dengan menggunakan sistem blok waktu, dalam artian sudah ada plot jamnya masing - masing; (3) Pelaksanaan Projek P5 dalam pembentukan karakter dilakukan dalam kegiatan sehari-hari; (4) Evaluasi Projek P5 dalam pembentukan karakter siswa dilakukan secara proses, tidak ada penilaian secara tertulis, jadi evaluasi Projek P5 dilakukan dengan cara pengamatan outcome nya siswa. (5) Faktor penghambat dan faktor pendukung Projek P5 dalam pembentukan karakter siswa adalah untuk penghambatnya tidak ada, tetapi presepsi tentang Projek P5 masih sering keliru, dan untuk faktor pendukungnya adalah fasilitas yang memadahi.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM MENGUATKAN SIKAP PEDULI SOSIAL SISWA DI MA AS-SALAM RIAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter religius sebagai fondasi pembentukan kepribadian peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial. Fenomena yang terjadi di MA As-Salam Geringging Baru Riau menunjukkan bahwa meskipun siswa telah terbiasa melaksanakan kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah dan tadarus Al-Qur’an, masih ditemukan kesenjangan antara pengetahuan agama dan penerapan nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan manajemen pendidikan karakter religius yang terarah dan berkesinambungan guna memperkuat sikap peduli sosial siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan karakter religius dalam menguatkan sikap peduli sosial siswa di MA As-Salam Geringging Baru Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pendidikan karakter religius di MA As-Salam dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh elemen madrasah. Pengorganisasian dilakukan melalui pembentukan tim pembina karakter religius yang terdiri dari kepala madrasah, guru PAI, guru BK, wali kelas, dan pembina OSIS. Pelaksanaan kegiatan mencakup integrasi nilai religius dalam pembelajaran, pembiasaan ibadah, serta kegiatan sosial seperti kerja bakti dan santunan yatim. Pengawasan dilakukan secara berlapis melalui supervisi kepala madrasah, observasi guru, dan evaluasi rutin dengan melibatkan orang tua. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pendidikan karakter religius yang terencana, terorganisasi, dan diawasi secara sistematis mampu memperkuat sikap peduli sosial siswa serta membentuk budaya madrasah yang religius, disiplin, dan berjiwa sosial.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA SMP NEGERI 1 PABEDILAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

NINING NUR’AENI. NIM. 2020.1.23.1.02875: PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWAiSMP NEGERIi1 PABEDILANi Skripsi ini mendalam tentangiperan yangidimainkan oleh Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter religius siswa di SMP Negeri 1 Pabedilan. Pendidikan diartikan sebagai suatu upaya sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi peserta didik, termasuk aspek spiritual, moral, dan keagamaan. Proses pendidikan di sekolah memegang misi utama dalam mentransfer nilai-nilai dan pengetahuan, dan karakter religius menjadi fokus yang sangat penting dalam hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakter religius sebagai dimensi yang kompleks, mencakup keyakinan, nilai moral, dan praktik spiritual yang membimbing individu dalam kehidupan sehari-hari mereka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan metode kualitatif. Survei dilakukan dengan menggunakan survei deskriptif. Pengumpulan data dilkumpulkan dnegan menggunakan teknik obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data digunakan uji kreadibilitas dengan perpanjangan pengamatan, triangulasi teknik, dan kecukupan referensi. Sedangkan analisis data dalam penelitian ini menggunakan data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/verification. Analisis mendalam dilakukan terhadap peran guru PAI dalam membentuk karakter religius siswa. Guru tidak hanya berperan sebagai pendidik tetapi juga sebagai contoh, mentor, dan pemimpin. Penelitian menyoroti pentingnya peran guru sebagai agen perubahan yang dapat membimbing siswa untuk membentuk karakter religius yang kuat. Guru PAI di SMP Negeri 1 Pabedilan memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh dan memberikan bimbingan spiritual yang mendalam kepada siswa, mengajarkan nilai-nilai moral dan etika yang tercermin dalam ajaran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Pabedilan dilakukan melalui program Bimbingan Tambahan. Program ini tidak hanya mengefektifkan proses pembelajaran agama Islam tetapi juga membantu membentuk karakter siswa. Siswa yang mengikuti program ini menjadi lebih jujur, disiplin, taat beragama, dan memiliki kontribusi positif pada masyarakat. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang upaya pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter religius siswa di SMP Negeri 1 Pabedilan. Dengan adanya program Bimbingan Tambahan yang terfokus, sekolah ini berhasil menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter religius, yang pada gilirannya berkontribusi pada pembentukan siswa menjadi individu yang tidak hanya kompeten akademis tetapi juga berakhlak mulia dan berdaya saing di tengah masyarakat yang semakin kompleks.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN PROGRAM PEMBIASAAN KEAGAMAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK SD NEGERI 1 HULUBANTENG PABUARAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Mustafid Rahman. NIM. 2019.8.1.4.0190 “Manajemen Program Pembiasaan Keagamaan dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik SD Negeri 1 Hulubanteng Pabuaran” Karakter manusia bisa baik dan bisa juga sebaliknya, jahat. Perubahan ini tergantung bagimana proses interaksi antara potensi dan sifat alami yang dimiliki manusia dengan kondisi lingkungan sosial budaya, pendidikan dan lingkungan. Masalah karakter merupakan salah satu problema yang selalu menjadi perhatian setiap bangsa. Sekarang ini banyak terjadi krisis yang nyata dan mengkhawatirkan yang melibatkan anak-anak. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan seks bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi dan lain sebagainya. Pembiasaan dapat sengaja dibentuk dan di rencanakan untuk mendapatkan pembiasaan yang baik dan efektif. Karena tidak semua kebiasaan manusia itu baik, ada juga kebiasaan yang buruk. Maka dari itu perlu adanya suatu pembiasaan sehingga suatu kebiasaan dan karakter seseorang dapat terbentuk dengan baik dan bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji program pembiasaan keagamaan dalam membentuk karakter religius peserta didik di SD Negeri 1 Hulubanteng Pabuaran pada aspek manajerial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan sumber data dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang terlibat secara langsung dalam kegiatan pembiasaan keagamaan di SD Negeri 1 Hulubanteng sebagai sarana dalam membentuk karakter religius peserta didik. Adapun pihak-pihak yang dimaksud adalah Kepala Sekolah, Guru PAI, Guru Kelas. Penelitian dengan desain studi kasus ini bersifat eksploratif. Oleh karena itu, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan uji kredibilitas, uji dependabilitas dan uji transferabilitas. Manajeman program pembiasaan keagamaan di SD Negeri 1 Hulubanteng meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa manajemen program pembiasaan keagamaan di SD Negeri 1 Hulubanteng Pabuaran berkontribusi dalam membentuk karakter religius peserta didik.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Manajemn Program Tahfidz Al-Qur’an dalam Pembentukan Karakter Religius di Madrasah Aliyah Assa’idiyyah Takhassus Al-Qur’an Gedongan Cirebon

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AHMAD RIFQI, Manajemn Program Tahfidz Al-Qur’an dalam Pembentukan Karakter Religius di Madrasah Aliyah Assa’idiyyah Takhassus Al-Qur’an Gedongan Cirebon. Tesis, Cirebon : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Program Magister, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon. 2023. Manajemen memiliki peran krusial dalam mengatur program kegiatan agar berjalan dengan teratur dan terstruktur. Manajemen memiliki peranan yang tak tergantikan sebagai faktor penentu keberhasilan dalam segala jenis kegiatan, termasuk di dalamnya pendidikan. Madrasah Aliyah Assa’idiyyah Takhassus Al-Qur’an memiliki salah satu program yaitu program tahfidz Al-Qur’an. Program ini telah berhasil menerapkan prinsip-prinsip manajemen secara efektif, yang mencakup tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi. Peran serta Kepala madrasah, Koordinator tahfidz dan guru tahfidz dapat mewujudkan siswa yang berkarakter baik setelah mengikuti program tahfidz. Tujuan dari penulisan tesis ini adalah untuk mengetahui manajemen program tahfidz dalam membentuk karakter religius. Bentuk penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Lokasi yang diteliti adalah Madrasah Aliyah Assa’idiyyah Takhassus Al-Qur’an Cirebon, dengan subjek penelitian yaitu kepala madrasah, koordinator tahfidz, guru tahfidz dan siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen program tahfidz sudah berjalan dengan baik yaitu adanya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari program tahfidz Al-Qur’an telah membentuk karakter religius yang ditandai dengan terbentuknya empat indikator karakter religius pada siswa.

14 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN PROGRAM FULLDAY SCHOOL DALAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS DI TKIT AL-HIKMAH KOTA CIREBON

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nunung Nurwulan, 2021.8.1.6.0347. “Manajemen Program Full Day School Dalam Penguatan Karakter Religius Di TKIT Al-Hikmah Kota Cirebon”. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Program Magister Pascasarjana Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon. Manajemen pelaksanaan full day school, terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan merupakan alternatif solusi dari revolusi pendidikan terhadap permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan. Full day school adalah istilah dari proses pembelajaran yang dilaksanakan secara penuh, dimana aktifitas belajar anak dilakukan lebih banyak disekolah daripada dirumah. Proses belajar mengajar diberlakukan di pagi hari sampai dengan sore hari. 1) Konsep yang diterapkan adalah Islamic full day school dengan memfokuskan pada penguatan karakter religius peserta didik. Implementasi full day school berbasis Islamic culture bertujuan agar siswa memiliki akhlak dan karakter yang baik melalui pembiasaan yang dilakukan, seperti cerita inspiratif pagi, sholat dhuha, mengaji, puasa, dan sholat berjamaah. 2) Faktor penghambatnya ialah input yang beragam, lokasi serta peraturan sekolah. Faktor pendukungnya ialah adanya dukungan dari guru, orangtua dan yayasan, 3) Memberikan pembinaan dengan mendatangkan tim khusus untuk melatih peserta didik, melakukan perbaikan nilai, meningkatkan kegiatan religius kerjasama dengan orangtua. Pendidikan Islam sebagai usaha untuk membimbing pertumbuhan dan perkembangan karakter religius bagi anak didik. Karakter religius adalah karakter manusia yang selalu menyandarkan segala aspek kehidupannya kepada agama. Manajemen program full day school di tempat penelitian salah satunya menggunakan metode ummi dalam membaca Al-Qur’an. Sehingga proses pembentukan karakter menjadi muslim sejati dan dapat mengamalkan kelak dewasa di kemudian hari sehingga pendidikan yang ada di TKIT Al-Hikmah Kota Cirebon memiliki keunggulan didalamnya yang berkarakter religius.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI MTs NEGERI 9 CIREBON

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jeki Saeki NIM. 2021.8.1.6.0344 “Manajemen Strategi Kepala Sekolah dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa di MTs Negeri 9 Cirebon” Penelitian ini dilakukan dengan dilatarbelakangi oleh pengaruh negatif dari arus globalisasi hal ini terlihat rendahnya karakter siswa di samping itu kurangnya penanaman karakter pada peserta didik dari masalah tersebut perlu adanya kegiatan pembiasaan dalam Pembentukan karakter religius, pembentukan karakter religius berbasis kegiatan pembiasaan berperan besar dalam mewujudkan sebuah revolusi moral dan karakter spiritual dalam dunia Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi formulasi yang dilakukan dalam pembentukan karakter religius siswa, strategi Implementasikan yang dilakukan kepala sekolah dalam pembentukan karakter siswa, Evaluasi yang dilakukan dalam pembentukan karakter siswa penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan metode triangulasi yaitu dengan wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Data dianalisis dengan model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data (data collection), mereduksi data (data reduction), menyajikan data (data display) dan menyimpulkan (conclussion). Selanjutnya pengecekan keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas, transferbilitas, dipensabilitas dan confirmabilitas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa untuk pembentukan karakter religius dilakukan dengan program kegiatan pembiasaan seperti 1). literasi sekolah 2). kegiatan ektrakurikuler 3). kegiatan awal dan akhir pembelajaran dengan metode tadarus al-qur’an, berdo’a, apersepsi hingga refleksi 4). pembiasaan dengan metode 5 S (senyum, salam, sapa, sopan santun), K3 (kebersihan, keindahan, ketertiban), baca yasin, muhadhoroh mingguan, sholat berjamaah, Hafalan Juzamma, Sholat Dhuha Berjamaah, Materi Kepesantrenan, Ngaji bareng 1 Juz tiap Jumat Kliwon 5). Penetapan tata tertib sekolah. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan manajemen strategi kepala sekolah dalam pembentukan karakter religius dilakukan dengan program kegiatan pembiasaan keagamaan

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Manajemen Program Ekstrakurikuler Tahfidz untuk Meningkatkan Karakter Religius Siswa di SMP Negeri 1 Kota Cirebon

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang penyusun tesis ini adalah: 1) fakta yang terjadi remaja saat ini sering melakukan pelanggaran norma dan hukum. 2) pengaruh globalisasi yang tak terbayangkan sebelumnya. 3) banyak orang yang teralienasi (terasing) di tengah kehidupan yang modern dan mewah. Pendidikan karakter bisa menjadi solusi dalam meyikapi problematika yang terjadi di masyarakat sekarang ini. Asumsi penelitian ini adalah jika Manajemen Program Ekstrakurikuler Tahfidz di SMP Negeri 1 Kota Cirebon berjalan dengan baik akan meningkatkan Karakter Religius Peserta Program (siswa). Grand Theory yang dipakai adalah George R. Terry mencakup kegiatan untuk mencapai tujuan terbaik dari fungsi manajemen yaitu: Planning, Organizing, Actuating, serta Controling. Fokus penelitian ini adalah bagaimana Manajemen Program Ekstrakurikuler Tahfidz Untuk Meningkatkan Karakter Religius Siswa di SMP Negeri 1 Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data yaitu observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan penelitian adalah pembina ekstrakurikuler tahfidz, guru PAI dan Kepala Sekolah. Metodologi dengan menggunakan data kualitatif menurut model interaktif Mieles dan Huberman. Sebagai tempat penelitian adalah SMP Negeri 1 Kota Cirebon. Hasil Penelitian yang dilakukan melalui pengamatan lapangan dan hasil wawancara mendalam menunjukkan bahwa dari prencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dengan Metode Mataku Kasep berjalan dengan baik, mencapai target hafalan yang diharapkan dan bisa meningkatkan karakter religius peserta didik di SMP Negeri 1 Kota Cirebon.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SDN 2 HALIMPU KECAMATAN BEBER KABUPATEN CIREBON

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Manajemen Kepala Sekolah dalam Pengembangan Karakter Religius Siswa di SDN 2 Halimpu Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon Dalam Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, kepala sekolah memiliki peran inovator, motivator dan kolaborator. Kemampuan manajemen kepala sekolah dalam pengembangan karakter di sekolah sangat penting karena pendidikan karakter menjadi jalan utama bagi pembentukan karakter bangsa di masa yang akan datang. Namun demikian dilihat dari kondisi dan situasi masyarakat saat ini khususnya di SD Negeri 2 Halimpu sangat rentan bagi tumbuhnya perilaku yang agresif dan menyimpang di kalangan peserta didik. Penulis melakukan penilitian dengan berfokus pada religious practice (aspek peribadatan) yang dikembangkan di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan kepala sekolah dalam pengembangan karakter religius siswa di SDN 2 Halimpu Kabupaten Cirebon. Beberapa teori utama yang menjadi referensi, antara lain teori tentang Manajemen Pendidikan, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Karakter Religius, dan Penelitian Terdahulu yang Relevan. Sedangkan yang menjadi asumsi penelitian ini adalah bahwa manajemen kepala sekolah merupakan bagian penting dalam berjalannya aktifitas persekolahan dan juga penentu kebijakan mikro di tingkat persekolahan. Metodologi penelitian ini menggunakan model kualitatif melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan study dokumentasi dengan sampel yang menjadi sumber informasi yaitu: kepala sekolah, guru, dan masyarakat/ orang tua peserta didik. Hasil penelitian: kepala sekolah telah mengembangkan karakter religius peserta didik yang terintegrasi dalam pembelajaran maupun dalam kegiatan sehari-hari sehingga berbuah prestasi yang gemilang terutama dalam bidang PAI di tingkat kecamatan sampai provinsi. Kesimpulan: kepala sekolah telah melakukan tahapan manajerial perencanaan, penggoraganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam pengembangan karakter religius peserta didik di SDN 2 Halimpu Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN PENDIDIKAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA SMP PLUS AL ANWARIYAH TEGALGUBUG LOR KABUPATEN CIREBON

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan karakter religius merupakan proses transformasi nilai-nilai agama untuk ditumbuh kembangkan dalam kepribadian seseorang sehingga menjadi satu dalam perilaku kehidupan seseorang. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat, serta menjadi suatu yang sangat penting dimiliki oleh setiap individu yang dapat menuntun kehidupan. Fenomena yang terjadi saat ini didasari dari kondisi semangat siswa berkurang dalam belajar, masih banyak etika siswa baik kepada teman dan guru yang kurang baik dan kedisiplinan dalam mengikuti kegiatan belajar yang menurun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui manajemen pendidikan untuk mengembangkan karakter religius siswa SMP Plus Al Anwariyah Tegalgubug Lor Kabupaten Cirebon. Pendekatan penelitian adalah studi kasus dengan desain penelitian kualitatif deskriptif. Sampel penelitian adalah Kepala Sekolah, Waka Kurikulum dan Guru SMP Plus Al Anwariyah Tegalgubug Lor Kabupaten Cirebon. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan meningkatkan ketekunan, triangulasi dan member check. Teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data (data display) dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian manajemen pendidikan untuk mengembangkan karakter religius siswa SMP Plus Al Anwariyah Tegalgubug Lor Kabupaten Cirebon sudah dijalankan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari perencanaan menunjukkan lembaga tersebut sudah menyusun kebijakan dalam pengembangan pendidikan karakter religius siswa, pengorganisasian menunjukkan lembaga tersebut sudah mengelompokkan wewenang dan tugas dalam pengembangan pendidikan karakter religius siswa, pelaksanaan menunjukkan lembaga tersebut sudah melaksanakan pendidikan karakter religius siswa dalam pembelajaran dan kegiatan-kegiatan di sekolah, pengawasan dan evaluasi menunjukkan lembaga tersebut sudah melaksanakan penilaian terhadap pencapaian pendidikan karakter religius siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa manajemen pendidikan untuk mengembangkan karakter religius siswa SMP Plus Al Anwariyah Tegalgubug Lor Kabupaten Cirebon sudah dijalankan dengan baik, hal ini terlihat dari hasil penelitian yang didapat yang menunjukkan bahwa lembaga tersebut telah melaksanakan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi dengan baik. Thomas Lickona merupakan salah satu tokoh pendidikan karakter di Barat yang memperkenalkan pendidikan karakter pada tahun 1900-an. Beliau menulis buku yang berjudul The Return of Character Education dan kemudian disusul bukunya, Educating for Character: How Our School Can Teach Respect and Responsibility. Melalui buku-buku itu, ia menyadarkan dunia Barat akan pentingnya pendidikan karakter.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DAN KEPEDULIAN SOSIAL UNTUK MEMBINA KOMPETENSI LULUSAN DI TK ISLAM TERPADU FATHATUL HIDAYAH PERBUTULAN SUMBER CIREBON

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Manajemen pendidikan karakter religius dan kepedulian sosial merupakan sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Dengan harapan peserta didik dan para lulusan memiliki kompetensi sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang bermoral, beretika, sesuai nilai agama, memiliki simpati dan empati serta jiwa sosial tinggi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan pedagogis, sosiologis, dan psikologis. Instrumen pengumpulan data adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kunci. Objek penelitian ini yaitu kemampuan lembaga dalam menanamkan jiwa agamis dan kepedulian sosial pada anak yang terlihat ketika berinteraksi, mampu bertanggung jawab disetiap kegiatan serta saling membantu terhadap sesama. Tekhnik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data dilakukan dalam tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tujuan penelitian ini sesuai teori G.R Terry. Pelaksanaan manajemen pendidikan karakter religius dan kepedulian sosial untuk membina kompetensi lulusan di TKIT Fathatul Hidayah Perbutulan Sumber Cirebon. Penanaman nilai- nilai pendidikan karakter religius pada anak usia dini melalui proses pembiasaaan, keteladanan, nasehat, pemberian reward dan punishment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik mampu memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan berbagai kegiatan, dan memiliki rasa simpati dan kepedulian terhadap sesama teman dan orang lain. Evaluasi dilakukan secara berkala dan berkelanjutan dengan tujuan agar adanya tindak lanjut berupa perbaikan dan penyempurnaan sehingga dianggap benar-benar telah mencapai tujuan yang dirumuskan dalam perencanaan program sebelumnya, peran guru dan orang tua dalam penerapan pembelajaran harus terus ditindak lanjuti secara berkesinambungan dan adanya pelaporan dari pihak orang tua guna mencapai hasil perkembangan peserta didik dapat terbina dan menjadi lulusan yang berkompeten yang memiliki sikap/karakter unggul dapat dikembangkan baik di lingkungan sekolah, keluarga dan bisa dipertanggungjawabkan dimata masyarakat pada umumnya.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS KURIKULUM PENDIDIKAN VOKASI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SMKN 1 GUNUNG JATI KABUPATEN CIREBON

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Sa’durofik. NIM. 2019.8.1.4.0186 “Analisis Kurikulum Pendidikan Vokasi Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa Di SMKN 1 Gunung Jati Kabupten Cirebon”. Kemerosotan moral kehidupan berbangsa dan bernegara pada kalangan remaja (peserta didik) berada pada kondisi yang cukup memprihatinkan. Banyak permasalahan yang melatarbelakangi meningkatnya kasus kriminal yang kita saksikan, baik secara langsung maupun dari berbagai media sosial. Ini dikarenakan gagalnya dunia pendidikan dalam mendidik anak didiknya. Sebagai tempat pendidikan formal, tentu saja sekolah memiliki peran tersendiri sebagai wadah dalam menempa moralitas dan karakteristik peserta didik, perbaikan demi perbaikan telah dilakukan dan muncullah sebuah kurikulum yang baru yaitu kurikulum 2013 berbasis karakter. Salah satu sekolah yang melaksanakan kurikulum pendidikan karakter ialah SMKN 1 Gunung Jati Cirebon. Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggali, menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana kurikulum pendidikan vokasi dalam pembentukan karakter religius siswa diimplementasikan di sekolah. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Selain itu peneliti juga bertindak langsung sebagai instrument utama untuk mendapatkan data yang jauh lebih mendalam dan bermakna saat dilapangan dari berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi dari manajemen kurikulum berperan besar dalam keberhasilan sekolah mencapai visi, misi, tujuan, dan program-program sekolah yang dicanangkan. Salah satu faktor penunjang manajemen kurikulum tersebut adalah sikap dan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Sebagai ujung tombak dalam manajemen kurikulum, kepala sekolah mengambil peran yang luar biasa sebagai inspirator, motivator, figur keteladanan, supervisi akademik, dan manajerial bagi segenap elemen yang ada di sekolah.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM MEMBINA MUTU LULUSAN DI TKIT AL-IMAM KUNINGAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Yessica Pramesti Dwipayani. NIM. 2020.8.1.5.0038 “Manajemen Pendidikan Karakter Religius Dalam Membina Mutu Lulusan Di TKIT Al-Imam Kuningan”. Pendidikan Anak Usia Dini khususnya Taman Kanak-kanak adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada perkembangan seluruh aspek kepribadian anak. Pendidikan karakter religius merupakan suatu strategi pembentukan perilaku anak, dimana pendidikan karakter religius adalah landasan awal untuk menciptakan generasi yang mempunyai moral ataupun akhlak mulia. Karakter religius diperlukan sebagai pondasi awal anak untuk berkarakter. Karena karakter religius merupakan cerminan iman terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) Perencanaan Pendidikan karakter religius (2) Pengorganisasian Pendidikan karakter religius (3) Pelaksanaan Pendidikan karakter religius (4) Pengawasan Pendidikan karakter religius. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus pada TKIT Al-Imam Kuningan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dilakukan pada empat kriteria, yaitu Credibility, Transferability, Dependability, Confirmability. Hasil penelitian adalah: (1) Perencanaan pendidikan karakter religius melalui tahap persiapan yang terdiri dari penentuan tujuan, strategi pembelajaran, merancang program kegiatan, menentukan kurikulum, Posedur, sistem pendidikan, standar keberhasilan dari pendidikan karakter religius. (2) Pengorganisasian pendidikan karakter religius memiliki kejelasan dan terstruktur. (3) Pelaksanaan pendidikan karakter dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter religius terhadap kegiatan pembelajaran, pada kegiatan sehari-hari, dan kedalam program sekolah. (4) Pengawasan pendidikan karakter religius dengan bentuk pemantauan atau monitoring, evaluasi dan pelaporan. Kata Kunci : Manajemen Pendidikan karakter religius, Anak Usia Dini, Mutu Lulusan

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI MA DARUL MUJAHADAH TEGAL

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

JODDY KURNIAWAN PRATAMA. NIM. 2015.1.18.1.02074PERAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI MA DARUL MUJAHADAH TEGAL Skripsi ini membahas peran pendidikan kepramukaan dalam pembentukan karakter religius peserta didik . Kajiannya dilatarbelakangi oleh kegiatan pramuka disalahgunakan baik oleh Pembina / guru atau peserta didik sendiri. Seperti kegiatan pramuka yang dikemas menjadi kegiatan perpeloncoan oleh senior, kesalahpahaman tentang pemahaman dan implementasi sikap mental yang diterapkan pada kegiatan pramuka, Pembina yang apatis karena minimnya pengetahuan dan ketrampilan kepramukaan, dan kurangnya penanaman pendidikan karakter religius pada saat kegiatan dilaksanakan, dan salah satu yang mampu membentuk karakter religius peserta didik adalah kegiatan ekstrakulikuler pramuka, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah kegiatan pembiasaan dengan berkemah. Perkemahan sebagai alat pendidikan adalah sarana yang paling tepat dan lengkap untuk mewujudkan kehidupan beragama tersebut..Sehingga tercipta generasi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagaimana termaktub dalam Trisatya dan Dasa Darma, bahwa menjalankan kewajiban terhadap Tuhan YME adalah merupakan tujuan utama bagi peserta didik sekaligus para Pembina. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Subjek yang diteliti adalah kepala sekolah, Pembina OSDAM, Pembina Pramuka, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara semistruktur dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dilakukan dengan mereduksi data, mendisplay data dan menyimpulkan. Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitain menyimpulkan Peran pendidikan kepramukaan dalam pembentukan karakter religius di MA Darul Mujahadah Tegal belum maksimal. Oleh karenanya perlu adanya perubahan sistem dan inovasi kegiatan pramuka sesuai PDMK. Setelah kegiatan dilaksanakan dapat diambil kesimpulan bahwa Gerakan Pramuka mempunyai peran andil dalam pembentukan karakter religius peserta didik di MA Darul Mujahadah Tegal. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi peran pendidikan kepramukaan dalam pembentukan karakter religius di MA Darul Mujahadah. Faktor pendukung di antaranya: dukungan dari kepala sekolah, antusias para guru, semangat dan motivasi peserta didik. Sedangkan factor yang menghambat di antaranya: banyaknya siswa yang tumbang, jadwal yang tidak efesien dan akat – alat pramuka yang kurang.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail