Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Aset Nirwujud Dalam Manajemen Sistem Irigasi Di Indonesia
Buku ini membahas tentang pentingnya aset nirwujud, pengertian, penyusutan, pengendalian dan pengaruhnya pada kinerja sistem irigasi. Buku ajar ini direncanakan disusun dari beberapa literatur dan hasilhasil penelitian, namun karena waktu yang terbatas masih belum dapat terealisasi sehingga sumber literatur yang digunakan masih terbatas.
Kampus Merdeka Seri 4: Masa Depan Perguruan Tinggi dalam Sistem Kampus Merdeka di Era Pandemi
Melihat dari berbagai sudut pandang para tenaga didik di Universitas, waktu pandemi ini justru dapat menjadi momen untuk mempersiapkan realisasi pelaksanaan merdeka belajar dan kampus merdeka. Karena pada kenyataannya, hal tersebut tidaklah mudah dilakukan melihat kondisi kampus di seluruh negeri ini yang tentu berbeda-beda. Belum lagi, SDM tenaga didik juga harus terus ditingkatkan agar proses belajar mengajar dengan sistem kampus merdeka dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Terbitnya buku ini memberikan jawaban terhadap sistem pendidikan yang telah diterapkan oleh tenaga pendidik di masa pandemi. Diharapkan pembaca dapat memahami dan mampu membangkitkan pendidikan menjadi lebih maju.
Sistem Informasi Manajemen
Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen, Karakteristik Masyarakat Informasi, Komponen – Komponen Sistem Informasi Manajemen, Sistem Informasi Penjualan dan Pemasaran, Sistem Informasi Sumber Daya Manusia, Sistem Informasi Keuangan dan Akuntansi, Sistem Informasi Manufaktur dan Produksi, Kepemimpinan dalam Sistem Informasi, Jenis – Jenis Perangkat Lunak dan Perangkat Keras, Fakta, Data, dan Informasi, Pentingnya Sistem Informasi Manajemen dalam Bisnis & Organisasi, Prospek Teknologi Informasi Masa Depan, Pengambilan Keputusan Berbasis Sistem Informasi, Penggunaan Sistem Informasi dalam Menunjang Strategi Perusahaan, Pengembangan dan Penerapan Sistem Informasi Manajemen, Sistem Pemrosesan Transaksi Data, Penyebab Kegagalan Pengembangan Sistem.
DESAIN SISTEM MANAJEMEN KINERJA: KASUS INDUSTRI MANUFAKTUR DAN JASA
Puja dan puji syukur penulis panjatkan atas rahmat dan hidayah Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat Kuasa-Nyalah penulis dapat menyelesaikan buku ajar berjudul Desain Sistem Manajemen Kinerja: Kasus Industri Manufaktur dan Jasa ini dengan lancar tanpa satu halangan berarti. Buku ajar Desain Sistem Manajemen Kinerja: Kasus Industri Manufaktur dan Jasa ini dikhususkan untuk mahasiswa agar dapat membantu memahami materi yang diajarkan dosen. Kesuksesan belajar ditunjang dari kemauan dan dari sarana dan prasarananya. Sarana dalam hal ini salah satunya adalah buku ajar. Buku ajar ini berisi materi-materi yang akan dibahas secara lengkap dan terperinci. Buku ajar ini membantu mahasiswa mempelajari Manajemen Kinerja sehingga tercapailah ketuntasan pembelajaran Desain Sistem Manajemen Kinerja: Kasus Industri Manufaktur dan Jasa dengan baik. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait atas bantuan dan dukungannya yang diberikan sehingga terbitlah buku ajar berjudul Desain Sistem Manajemen Kinerja: Kasus Industri Manufaktur dan Jasa ini. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan buku ajar ini. Maka dari itu, penulis mengharap kritikan, saran, dan masukan yang membangun dari para pembaca sekalian agar penulis dapat memperbaiki kesalahan pada penyusunan buku ajar selanjutnya.
PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN DALAM PERUSAHAAN
Buku ini diperuntukan bagi mahasiswa, dosen, dan terutama praktisi bisnis dan entrepreneur. Untuk optimalisasi dalam memahami buku ini sebaiknya pembaca terlebih dahulu membaca buku Pengantar Sistem Pengendalian Manajemen. Buku ini akan membahas proses perencanaan dan anggaran, perancangan sistem pengendalian manajemen.
Mengenal Lebih Dekat Sistem Manajemen dan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Teori dan Praktik)
Buku ini membahas tentang runag lingkup dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan manajemen dan tata kelola perusahaan. Banyak aspek yang disajikan dalam buki ini yang tersaji dalam 14 bab, yaitu: Bab 1. International Organization for Standardization (ISO) Bab 2. Prinsip-Prinsip ISO 9001 & 14001 Bab 3. Tahapan Persiapan dan Implementasi ISO Bab 4. Audit dan Tinjauan Manajemen ISO Bab 5. ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) Bab 6. Sistem Jaminan Halal (SJH) Bab 7. Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance) (GCG) Bab 8.Manajemen Sumber Daya Manusia Bab 9. Pengertian Perusahaan dan Model Bisnis Bab 10. Hukum Perlindungan Konsumen Bab 11. Hukum Alternatif Penyelesaian Sengketa Bab 12. Sistem Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Bab 13. Corporate Social Responsibility Bab 14. Aksi Korporasi (Corporate Action) Penulis menyadari buku ini masih banyak kekurangan, dengan itu penulis berharap saran yang membangun dari para pembaca guna kesempurnaan buku ini.
Sistem Informasi Manajemen (Perspektif Bisnis dan Organisasi)
Buku ini merupakan buku kolaborasi, hasil pemikiran dari para praktisi dan akademisi dari berbagai wilayah. Kehadiran buku ini diharapkan dapat bermanfaat dan menjadi referensi bagi para pembaca khususnya pemahaman mengenai sistem informasi manajemen. Sistematika penyusunan buku ini yang berjudul Sistem Informasi Manajemen (Perspektif Bisnis dan Organisasi) terdiri dua puluh bab. Setiap bab berisi pembahasan lengkap mulai dari konsep dasar sistem informasi manajemen, karakteristik masyarakat informasi, komponen-komponen sistem informasi manajemen, sistem informasi penjualan dan pemasaran, sistem informasi sumber daya manusia, sistem informasi keuangan dan akuntansi, struktur organisasi ditinjau dari segi informasi, kepemimpinan dalam sistem informasi, pentingnya SIM dalam kegiatan manajemen, jenis - jenis perangkat lunak dan perangkat keras, manajemen database, fakta-data dan informasi, pentingnya SIM dalam bisnis & organisasi, prospek teknologi informasi masa depan, pengambilan keputusan berbasis sistem informasi, penggunaan sistem informasi dalam menunjang strategi perusahaan, pengembangan dan penerapan SIM, sistem pemrosesan transaksi data, siklus dan metode pengembangan sistem, serta penyebab kegagalan pengembangan sistem.
Framework Peningkat Kinerja Sistem Manajemen Aset Berbasis ISO 55001 dan ISO 31000
Saat ini manajemen aset adalah sebuah disiplin baru di Indonesia. Jika dicari di mesin pencari online dengan kata kunci “manajemen aset” kita masih disajikan hasil yang berupa list perusahaan investasi yang menawarkan saham, obligasi dan sebagainya. Namun cakupan manajemen aset saat ini bergerak lebih banyak ke arah engineering asset management, pengelolaan aset- aset yang bersifat fisik hasil karya manusia atau bahkan ke aset fisik industri. International Standard Organisation (ISO) juga sudah mengeluarkan standar internasional tentang sistem manajemen aset yang berupa seri ISO 55000 yang berisi ISO 55000, ISO 55001, dan ISO 55002. Standar ini kemudian baru diadopsi oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) ada tahun 2018 menjadi SNI ISO 55001. Sehingga saat ini masih banyak perusahaan- perusahaan di Indonesia yang masih awam dan belum aware tentang manajemen aset. Perusahaan yang sudah sadar tentang manajemena aset kesulitan untuk menerapkannya karena berbagai alasan yaitu : kurangnya tenaga ahli yang betul- betul paham tentang manajemen aset. Masih sedikitnya jumlah pakar manajemen aset dan ISO 55001 ini dikarenakan mereka harus memahami banyak hal di organisasi mulai dari manajemen perawatan, manajemen keuangan, hingga manajemen risiko. Dengan kata lain pakar manajemen aset adalah orang yang paham bagaimana menyeimbangkan kinerja aset, biaya dan risiko di berbagai tingkat organisasi mulai dari manajemen puncak hingga dataran operasional. Dengan kata lain manajemen aset adalah bidang yang multidisiplin dan interdisiplin. Sebab lain kesulitan perusahaan dalam penerapan manajemen aset adalah karena kurang best practice manajemen aset. Dari sudut pandang saya, minimnya best practice ini bisa dikurangi dengan banyak membaca literatur tentang manajemen aset sehingga ini menginspirasi untuk menulis buku ini yaitu buku tentang fremework untuk meningkatkan kinerja sistem manajemen aset. Buku ini diharapkan bisa bermanfaat bagi para praktisi, akademisi dan peneliti yang tertarik di bidang manajemen aset atau bidang lain yang berkaitan dengan manajemen aset. Rekomendasi penggunaan buku ini bagi para praktisi, akademisi, dan peneliti disampaikan di akhir bab 1 di dalam buku ini. Ini adalah buku ketiga di dalam seri buku manajemen aset setelah yang pertama berupa buku dengan judul “Life Cycle Cost Model to Support Asset Management Decision Making” yang membahas tentang aplikasi life cycle cost untuk mendukung pembuatan keputusan di dalam manajemen aset yang di dalamnya juga membahas tentang kasus- kasus konrit yang terjadi di perusahaan dan bagaimana dapat diselesaikan dengan pendekatan life cycle cost. Buku kedua adalah buku dengan judul “Engineering Asset Management (Pengantar Manajemen Aset Industri berbasis ISO 55000)”. Buku tersebut adalah buku ajar yang dimaksudkan membantu dan mengisi kekosogan buku tentang manajemen aset di Indonesia. Bisa digunakan oleh para sivitas akademika atau siapa saja yang ingin belajar tentang manajemen aset. Dan semoga buku- buku tentang Engineering Asset Management akan semakin banyak nantinya.
Sistem Informasi Manajemen (Pendekatan Konseptual)
Buku ini disusun dalam bentuk book chapter hasil kolaborasi dari para paraktisi dan akademisi. Buku ini terdiri dari dua belas bab yang membahas tentang sistem informasi manajemen. Peranan sistem informasi manajemen sangat penting dalam suatu organisasi, era yang serba digital saat ini memudahkan pertukaran arus informasi yang sangat cepat dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Kami menyadari bahwa penyusunan buku ini tentu masih terdapat banyak kelemahan dan kekurangan. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan masukan dari para pembaca demi penyempurnaan karya edisi selanjutnya.
Sistem Informasi Manajemen
Konsep Dasar Teknologi Informasi, Teknologi Informasi dan Keunggulan Bersaing, Sistem Informasi Manajemen, Strategi Manajemen Berfokus Masa Depan, Manajemen Informasi, Pengembangan Sistem Informasi, Sistem Informasi Dan Pengambilan Keputusan, Sistem Informasi dan Tantangan Manajemen, Sistem Informasi Eksekutif, Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Informasi Sumber Daya Manusia, Sistem Informasi Pemasaran, Mengelola Sistem Informasi Global.
Sistem Manajemen Mutu Usaha Kecil dan Menengah
Manajemen mutu merupakan sebuah konsep yang meliputi budaya, sikap dan struktur organisasi menjadi bagian dari suatu unit usaha/bisnis yang berusaha untuk menyediakan kepada pelanggan berupa produk atau jasa yang memenuhi atau melebihi kebutuhan mereka dengan melibatkan manajemen dan seluruh karyawan melalui perbaikan terus menerus dan mengurangi kerugian akibat praktik pemborosan, pembuangan, dan cacat. Unit usaha bisnis yang menerapkan konsep manajemen mutu pada akhirnya akan bisa meningkatkan keuntungan dengan melakukan sesuatu yang benar dengan cara yang benar di seluruh proses kegiatannya. Buku ini terdiri dari beberapa bahasan yang cukup lengkap Bab 1 Konsep Manajemen Mutu Bab 2 Usaha Kecil dan Menengah Bab 3 Standar Nasional Indonesia dan ISO 9000 Bab 4 Fokus Pelanggan Pada UKM Bab 5 Sistem Kepemimpinan UKM Bab 6 Peran dan Kapabilitas Individu UKM Bab 7 Proses Improvement Pada UKM Perencanaan SDM Pada UKM Bab 9 Manajemen Produksi UKM Bab 10 Manajemen Strategi UKM Bab 11 Manajemen Sistem Informasi UKM Bab 12 Manajemen Keuangan UKM Bab 13 Budaya Organisasi UKM Bab 14 Etika Bisnis UKM Bab 15 Peranan Pemerintah Dalam Pengembangan UKM
Manajemen Komitmen pada Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara
Momentum reformasi di bidang keuangan negara di Indonesia ditandai terbitnya paket undang-undang bidang Keuangan Negara. Salah satu ketentuan pokok dalam paket undang-undang tersebut yaitu mengenai kedudukan Menteri Keuangan dan Menteri/ Pimpinan Lembaga dalam pengelolaan keuangan negara. Pada hakikatnya Menteri Keuangan bertindak sebagai Chief Financial Officer (CFO) sedangkan setiap Menteri/Pimpinan Lembaga bertindak sebagai Chief Operational Officer (COO). Sejalan dengan pemisahan tersebut, dalam pelaksanaan anggaran terdapat pemisahan yang tegas antara pemegang kewenangan kebendaharaan atau CFO yaitu Menteri Keuangan dan pemegang kewenangan administratif atau COO yaitu Menteri/ Pimpinan Lembaga. Kewenangan administratif yang dijalankan oleh Kementerian/lembaga meliputi kewenangan untuk melakukan perikatan, melakukan pengujian dan pembebanan tagihan, serta memerintahkan pembayaran atau menagih penerimaan. Sedangkan Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN) berwenang dalam hal kebendaharaan di mana tidak hanya bertindak sebagai kasir namun merupakan pengelola keuangan dalam arti yang seutuhnya. Dalam pasal 7 Undang-undang Perbendaharaan Negara disebutkan bahwa Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara (BUN) berwenang diantaranya untuk mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran, melakukan pengendalian pelaksanaan anggaran negara, menetapkan sistem penerimaan dan pengeluaran kas negara, mengusahakan dan mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan anggaran negara, melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat Pengguna Anggaran atas beban Rekening Kas Umum Negara dan menetapkan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan negara. Dalam rangka menjalankan wewenangnya agar dapat berjalan secara optimal, tentunya Menteri Keuangan selaku BUN memerlukan suatu sistem yang memadai, yaitu sistem yang diantaranya mampu menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan penerimaan untuk mencegah cash miss match, sistem yang mampu memberikan informasi yang memadai mengenai kebutuhan dana dan sistem yang mampu mengontrol realisasi anggaran dengan alokasi dana yang ada. Untuk tercapainya tujuan-tujuan di atas, diperlukan suatu mekanisme kontrol terhadap perikatan-perikatan yang akan mengakibatkan pengeluaran negara. Suatu mekanisme di mana pengeluaran-pengeluaran yang akan terjadi dimasa depan, baik itu dalam jangka pendek maupun jangka panjang dapat diketahui dan dikelola oleh Menteri Keuangan selaku BUN. Manajemen komitmen merupakan salah satu alat yang semestinya digunakan oleh BUN dalam rangka menjalankan fungsi tersebut agar dapat memperoleh hasil yang optimal.
Manajemen Pendidikan Islam: Tinjau Konsep, Kurikulum, dan Sistem Informasi Sekolah
Manajemen pendidikan merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya berupa man, money, materials, method, machines, market, minute, dan information, agar menghasilkan sesuatu yang efektif dan efisien dalam bidang pendidikan. Manajemen pendidikan harus diterapkan dalam dunia pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan dan sasaran pendidikan. Pendidikan yang berorientasi kedepan memiliki visi dan misi yang jelas akan menghasilkan output dan outcome yang berkualitas. Pembahasan materi dalam buku ini terdiri dari 12 BAB yaitu: BAB I. Definisi dan Konsep Dasar Manajemen Pendidikan; BAB II. Ruang Lingku Manajemen Pendidikan; BAB III. Manajemen SDM Dalam Pendidikan; BAB IV. Manajemen Berbasis Sekolah; BAB V. Manajemen Sarana dan Prasarana; BAB VI. Manajemen Kurikulum; BAB VII. Manajemen Kelas; BAB VIII. Manajemen Peserta Didik; BAB IX. Manajemen Keuangan Sekolah; BAB X. Manajemen Sistem Informasi Sekolah; BAB XI. Manajemen Mutu Sekolah; dan BAB XII. Manajemen Humas.
Sistem Informasi Manajemen: Dalam Perspektif Revolusi Industri 4.0
Buku ini menyajikan pengetahuan mendalam tentang bagaimana perusahaan bisnis saat ini menggunakan teknologi dan sistem informasi dalam era industri 4.0 untuk mencapai tujuan perusahaan. Sistem informasi adalah salah satu alat utama yang tersedia bagi manajer bisnis untuk mencapai keunggulan operasional, mengembangkan produk dan layanan baru, meningkatkan pengambilan keputusan, dan mencapai keunggulan kompetitif. Pembaca dapat memperoleh gambaran umum yang paling terkini dan komprehensif dari sistem informasi manajemen yang digunakan oleh perusahaan bisnis di era saat ini. Sebagai contoh manfaat saat suatu perusahaan akan merekrut calon karyawan, perusahaan bisnis sering mencari karyawan baru yang tahu cara menggunakan sistem informasi dan teknologi demi mencapai tujuan perusahaan memperoleh profit. Sehingga pengetahuan dalam buku ini dapat membantu pembaca dalam mengembangkan pengetahuan dan karir kedepannya.
SERI BUKU AJAR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Buku ini berhasil tersusun berkat dukungan yang sangat baik, dan berkat bantuan dari pihak- pihak lain yang senantiasa membantu dalam pengerjaan buku ini. Buku ini penulis buat untuk memberikan wawasan tambahan kepada para pembaca tentang Sistem Informasi Manajemen.
Sistem Pendidikan Kader dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam
Program kaderisasi merupakan fitrah alamiyah dari seluruh umat manusia untuk menjaga keberlangsungan hidupnya, dengan menikah. Demikian juga pentingnya kader dalam lembaga pendidikan. Isyarat teologis kaderisasi dapat ditelisik, di antaranya Q.S. al-Baqarah [2]: 124, Q.S. al-Ahqaf [46]: 15, Q.S. Maryam [19]: 1-15, Q.S. al-Nisa’ [4]: 9, Nabi Muhammad memerintah Zaid bin Sabit belajar Bahasa Suryani, menulis mushaf al-Qur’an, dan menulis surat kepada raja-raja, ‘Ali ibn Abi Talib sebagai juru tulis akad, al-Mugirah ibn Su’bah pencatat kebutuhan mendesak Nabi, ‘Abdullah ibn al-Arqam pencatat perjanjian hutang piutang, dan sejenisnya, mengajarkan Mu’ad bin Jabal berijtihad, serta sahabat ‘udul lain dengan peran kepakarannya. Artinya, kaderisasi harus direncanakan dari suatu yang sudah fitrah, termasuk untuk menjaga eksistensi pesantren dan lembaga pendidikan Islam dari segi kualitas dan kuantitas di era modern. Buku ini membahas tentang sistem kaderisasi pesantren, bagaimana pesantren menjaga eksistensi dan ruhnya di tengah-tengah modernisasi. Tidak jarang lembaga pendidikan Islam mengabaikan satu hal ini, di mana pimpinan wafat berakhir pula pesantrennya. Akan diuraikan pula pentahapan, pendidikan, hambatan, dan solusi pendidikan kaderisasi. Dengan kaderisasi pesantren dan lembaga pendidikan Islam mampu bersaing di era globalisasi.
Manajemen Hutan Sistem Redd+
Kekurangan buku referensi merupakan masalah yang belum terselesaikan dalam masyarakat kita. Kondisi ini tentunya menjadi faktor pembatas bagi upaya mencerdaskan bangsa dan negara dalam rangka mengejar ketertinggalan kualitas sumberdaya manusia nasional. Penulisan buku ini merupakan upaya yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Buku ini dapat dibaca oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa yang seharusnya memiliki budaya baca yang tinggi dan menjadikan buku menjadi kebutuhan hidupnya, hingga masyarakat umum yang senantiasa berupaya meningkatkan pengetahuannya. Penulisan buku yang berjudul “Manajemen Hutan Sistem REDD+” terinspirasi dari perkembangan pembangunan kehutanan yang dewasa ini dihadapkan pada masalah mitigasi perubahan iklim dan pemanasan global. Pengetahuan tentang hutan dan pemanasan global/perubahan iklim merupakan kebutuhan kita oleh karena hal tersebut yaitu mitigasi pemanasan global dan perubahan iklim telah menjadi kebijakan global dan menjadi tanggung jawab kita, masyarakat dunia secara bersama-sama. Masyarakat Indonesia, pemilik hutan tropis terbesar kedua di dunia seharusnya menyadari dan memahami dengan baik bagaimana pentingnya peranan hutan dalam kebijakan mitigasi tersebut. Hutan kita merupakan ekosistem dan sumber daya alam yang di satu sisi dapat sebagai agen emiter dan di sisi lain dapat sebagai sequester. Oleh karena itu dibutuhkan suatu manajemen sehingga dapat optimal dalam pemanfaatannya. Buku Manajemen Hutan Sistem REDD+ tersusun atas lima bab yang dimulai dengan uraian tentang Hutan dan Perubahan Iklim dan diakhiri dengan Eknomi REDD+. Ulasan bab-bab di antara bab awal dan bab akhir berhubungan dengan Potensi dan Perkembangan Karbon Hutan, Mulit-Manfaat REDD+, dan Tingkat Emisi Rujukan. Secara keseluruhan ulasan buku tersebut akan mengantarkan pembaca kepada suatu pemahaman dan sikap tentang betapa pentingnya hutan dalam mitigasi perubahan iklim dan pemanasan global, sekaligus memberikan wawasan akan peluang baru tentang bisnis kehutanan yaitu perdagangan karbon. Ulasan tentang perkembangan perundingan di tingkat internasional tentang perubahan iklim dan pemanasan global oleh negara-negara di bawah naungan Perserikatan Bangsa- Bangsa, permasalahan teknis adaptasi manajemen hutan konvensional kedalam manajemen hutan sistem REDD+, berbagai manfaat dan peluang yang ditimbulkan oleh implementasi REDD+, serta ulasan tentang kredit karbon dan perdagangannya merupakan totalitas informasi yang terurai dengan menggunakan bahasa ilmiah populer sehingga mudah dipahami oleh pembaca ketika membacanya dalam berbagai situasi.
Manajemen Pembayaran pada Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara
Salah satu wujud dari proses reformasi pengelolaan keuangan negara adalah implementasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN). SPAN merupakan suatu sistem yang terintegrasi yang, mencakup seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban anggaran, serta menempatkan Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Direktorat Jenderal Anggaran sebagai leading institutions, berdasarkan atas international best practices, dengan didukung oleh teknologi informasi yang canggih dan modern. Banyaknya masalah tentang konsistensi dan pemeliharaan data anggaran dan perbendaharaan menjadi alasan utama digulirkannya SPAN, sehingga melalui SPAN diharapkan kualitas pemeliharaan dan konsistensi data akan meningkat, karena data telah terintegrasi dalam satu database. Manajemen Pembayaran atau Payment Management (PM) merupakan salah satu modul yang berperan sebagai gerbang utama pengeluaran pemerintah dalam rangka menunjang program pembangunan nasional. Manajemen Pembayaran akan memproses tagihan (dalam bentuk Resume Tagihan dan Surat Perintah Membayar) yang diajukan oleh Satuan Kerja (Satker) dan melakukan proses pencairan dana dari Rekening Pengeluaran Pemerintah kepada pihak yang berhak melalui proses penerbitan SP2D/SPT. Dalam pelaksanaannya, modul PM tidaklah dapat berdiri sendiri tanpa terintegrasi dengan modul-modul yang lainnya dalam menjamin terlaksananya proses pembayaran yang benar dan aman. Untuk menjamin keamanan dan kebenaran transaksi pembayaran, perlu diciptakan suatu mekanisme kontrol yang dapat mengontrol proses pembayaran tersebut. Mekanisme kontrol tersebut dapat dilaksanakan melalui integrasi antara modul PM dengan modul MoSA dan modul BC. Selain itu, koneksitas modul PM dengan modul CM dan modul GL and Reporting diperlukan dalam rangka pencairan dana dan proses akuntansi dan pelaporan atas transaksi pembayaran yang telah dilakukan. Modul PM akan memberikan input terhadap jumlah dana yang telah dicairkan dari rekening BUN, sehingga CM dapat melihat jumlah dana yang masih tersedia dan mengelola kas negara dengan lebih baik. Dalam hal integrasi dengan modul GL and Reporting, modul PM akan memberikan input pada laporan realisasi pencairan dana sehingga modul GL and Reporting dapat menghasilkan laporan yang lebih akurat. Modul ini disusun untuk memberikan gambaran umum terkait dengan penyempurnaan proses bisnis Manajemen Pembayaran secara komprehensif, sehingga dapat digunakan sebagai acuan di dalam tahapan proses implementasi SPAN.
Sistem Pengendalian Manajemen Berbasis Spiritualitas
Buku ini dapat dilihat sebagai upaya mengangkat kembali spiritualitas/religiositas yang sempat “hilang”. Di awal tulisan, Sujoko mengangkat bagaimana materialisme telah menjadi akar sifat yang melekat pada diri manusia, adalah suatu lingkaran setan yang akan menyebabkan manusia semakin terpuruk dalam individualisme dan kesedihan. Dapatkan versi cetak di www.penerbit.urup.or.id