ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas pendidikan Indonesia ditenggarai masih memprihatinkan apalagi dibandingkan dengan negara maju bahkan negara berkembang lainnya. Hal yang demikian tentu sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia. Mutu pendidikan yang rendah pada akhirnya menyebabkan sumber daya manusia Indonesia kurang kompetitif terutama dalam menghadapi globalisasipendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. pengumpulan data dilakukan dengan angket dan pengamatan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi dan uji hipotesis dengan menggunakan SPSS 26 for windows. Populasi dalam penelitian adalah semua guru di MTs se KKM MTsN 6 Cirebon yang berjumlah 254 guru yang tersebar di satu MTs Negeri dan 16 MTs Swasta dengan menggunakan rumus Slovin. Adapun tingkat kesalahan yang ditetapkan adalah 5%, maka besarnya sampel pada penelitian ini adalah 72 guru. Terdapat pengaruh signifikan antara kompetensi profesional guru terhadap mutu lulusan sebebsar 22,1%. Terdapat pengaruh signifikan variabel budaya organisasi terhadap mutu lulusan sebesar 37%. Terdapat pengaruh signifikan variabel kompetensi profesional guru dan budaya organisasi secara simultan terhadap mutu lulusan MTs sebesar 38,1%. Hasil penelitian ini merupakan gambaran dan implikasi bagi sekolah untuk terus melakukan inovasi dalam meningkatkan mutu lulusan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fenomena rendahnya kompetensi profesional guru pada berbagai jenjang pendidikan, termasuk RA, berdampak pada mutu pembelajaran dan pencapaian hasil belajar yang belum optimal. RA Dewi Sartika II Surabaya menghadapi kondisi di mana sebagian guru belum menunjukkan kinerja maksimal, baik dalam perencanaan, pemanfaatan media, maupun penerapan metode pembelajaran. Hal ini menegaskan pentingnya strategi kepala sekolah dalam mengelola pengembangan kompetensi guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan manajemen strategi kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru di RA Dewi Sartika II Surabaya. Landasan teori yang digunakan adalah fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) yang dipadukan dengan pendekatan kepemimpinan transformasional. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan keabsahan diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berhasil merancang perencanaan partisipatif, mengorganisasi sumber daya secara efektif, memotivasi guru melalui supervisi dan pendampingan, serta melakukan pengawasan dengan pendekatan humanis. Faktor pendukung meliputi komunikasi terbuka, kerja sama tim, dan budaya organisasi positif, sedangkan hambatan berupa keterbatasan sarana, motivasi guru, dan dinamika kebijakan pendidikan. Simpulan penelitian ini adalah bahwa manajemen strategi kepala sekolah berkontribusi signifikan dalam peningkatan kompetensi profesional guru, sehingga dapat dijadikan model praktik baik bagi lembaga PAUD lainnya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
NIKA INDRAGINI, NIM. 2023.8.1.8.0534 “Manajemen Program In House Training dalam Peningkatan Kompetensi Profesional Guru”
Penelitian ini didasari oleh pentingnya Manajemen program In House Training (IHT) dalam meningkatkan kompetensi profesional guru guna menghadapi tantangan pendidikan modern. Salah satu agenda pemerintah untuk meningkatkan kualitas Pendidikan adalah penyempurnaan kurikulum yang akan menambah wawasan kompetensi proesional guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan program In House Training (IHT) di SMP NU Darul Ma’arif. Indramayu. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap berbagai pihak yang terlibat, termasuk kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Peneliti mengumpulkan data menggunakan purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dalam penelitian dengan mempertimbangkan kriteria atau karakteristik tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian, di mana peneliti secara sengaja memilih subjek yang dianggap dapat memberikan data paling kaya dan spesifik, bukan secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program In House Training (IHT) bergantung pada perencanaan yang matang, pemilihan narasumber yang kompeten, pengorganisasian yang efektif dan tersruktur, serta dukungan penuh dari manajemen sekolah. Selain itu, faktor kolaborasi antar stakeholder dan pengawasan berkelanjutan berperan penting dalam memastikan efektivitas pelatihan. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa manajemen program In House Training (IHT) yang sistematis dan berkelanjutan dapat meningkatkan profesionalisme guru dan berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran di SMP NU Darul Ma’arif.
Kata Kunci: manajemen, in house training, kompetensi profesional guru
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Program Sekolah Penggerak adalah katalis untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia. Untuk meningkatkan mutu pengelolaan pendidikan yang efektif dan berkualitas diantaranya dengan meningkatkan kompetensi profesionalisme guru secara terstruktur. Aspek manajemen merupakan suatu kebutuhan bagi semua organisasi yang menginginkan pelaksanaannya berjalan secara efektif dan efesien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan manajemen program sekolah penggerak dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SDN Bojongmelati Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan sumber data yang meliputi kepala sekolah, komite pembelajaran, guru dan komite sekolah. Instrumen pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tahap perencanaan dilakukan secara sistematis dengan menjadikan musyawarah sebagai budaya sekolah, data dan informasi baik secara manual maupun digital di eksplorasi secara intensif, serta mengembangkan analisa di lingkungan sekolah menjadi potensi. Dalam proses pengorganisasian dilakukan pembagian tugas pokok dan fungsi kepada setiap guru sekolah, pembelajaran yang berpihak pada murid, optimalisasi pelayanan warga sekolah melalui digitalisasi sekolah, dan manajemen kurikulum pembelajaran dalam tiga aspek yaitu Intrakulikuler, Kokulikuler dan Ekstrakulikuler. Proses pelaksanaan SDN Bojongmelati, melaksanakan Program Sekolah Penggerak berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan, pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan pengembangan kualitas SDM sekolah melalui pelatihan. Pada tahap Pengawasan dilakukan melalui evaluasi dan supervisi secara berkelanjutan, berkolaborasi dengan Fasilitator PSP dan pengawas dalam evaluasi kegiatan, menginvertarisir hasil konsultasi dan rapat, dan Program Management Office (PMO).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gelobalisasi Pendidikan ditandai dengan adanya perubahan tehnologi pada system dunia Pendidikan salah satunya perubahan system raport dari manual menjadi digital, perubahan tersebut masih banyak guru yang belum optimal menguasai aplikasi raport digital walapun sudah dilakukan sosialisasi dari pemerintah. Tujuan penelitian ini ingin memperoleh analisis tentang: 1). Untuk mendiskripsikan dan menganlisis hubungan antara kompetensi professional guru dengan kompetensi pedagogis guru di MTs se kecamatan Losari. 2). Untuk mendiskripsikan dan menganlisis pengaruh kompetensi profesional guru terhadap penerapan aplikasi raport digital madrsah di MTs se kecamatan Losari. 3). Untuk mendiskripsikan dan menganlisis pengaruh kompetensi pedagogis guru terhadap penerapan Aplikasi Raport Digital Madrasah di MTs se kecamatan Losari. 4). Untuk mendiskripsikan dan menganlisis pengaruh kompetensi profesional guru dan kompetensi pedagogis terhadap penerapan Aplikasi Raport Digital Madrasah di MTs se kecamatan Losari. Penelitian ini mengguankan pendekatan kuantitatif adapaun analisis yang diguanakan adalah analisis statistik. Dengan teknik pengambilan sampel dengan proportional random sampling, dan yang diambil sebagai sampel sebanyak 57 orang dari jumlah populasi sebanyak 135 orang guru. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kompetensi profesional guru dan kompetensi pedagogis adalah 0,894 (89,4%) berarti memiliki korelasi sangat baik. Dan nilai Sig (2 tiled) = 0,000. Nilai tersebut kurang dari 0,05, sehingga memiliki hubungan yang signifikan. 2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifkan antar variabel Kompetensi profesional guru terhadap penerapan aplikasi raport digital madrsah sebesar 68,7% maka pengaruhnya adalah kuat. Dari hasil hipotesisi diperoleh kesimpulan Ho ditolak karena nilai ρ-value (0,000) ˂ 0,05 dan t hitung (3,701) > t tabel (2,005) maka terdapat pengaruh yang signifikan. 3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifkan antar variabel kompetensi pedagogis guru terhadap penerapan Aplikasi Raport Digital Madrasah sebesar 7,16% maka pengaruhnya adalah kuat. Dari hasil hipotesisi diperoleh diketahui Ho ditolak karena nilai ρ-value (0,000) ˂ 0,005 dan t hitung (2,680) > t tabel (2,005) maka terdapat pengaruh yang signifikan. Dan yang terakhir 4) Terdapat pengaruh yang positif dan signifkan secara bersama-sama antar variabel kompetensi profesional guru dan kompetensi pedagogis terhadap penerapan Aplikasi Raport Digital Madrasah di MTs se kecamatan Losari memiliki ρ-value (0,000) ˂ 0,025 dan F hitung (11,271) > F tabel (3,16) maka terdapat pengaruh yang signifikan dengan melihat hasil pada tabel model summary uji regresi berganda diperoleh nilai R square 0,797 (79,7%) artinya jika dikonfersikan dengan koefisien korelasi pearson product moment maka pengaruhnya adalah kuat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara penerapan manajemen strategi. Konsep manajemen strategi menawarkan kepada sekolah untuk menyediakan pendidikan yang lebih baik bagi peserta didik. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam mengelola sumber daya yang ada. Langkah perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi wajib ditempuh oleh kepala sekolah. Hal ini diperlukan dalam menentukan strategi yang akan ditempuh dalam meningkatkan mutu sekolah. Unsur strategi dalam peningkatan mutu pendidikan salah satunya adalah Guru yang merupakan komponen yang berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas, Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengambil lokasi di MAN 2 Kuningan. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini, mengacu pada teori Fred, peneliti ingin mengetahui bagaimana teori ini diterapkan di lembaga pendidikan Islam yaitu MAN 2 Kuningan. Hasil penelitian; formulasi strategi dilakukan dengan perumusan Visi Misi dari hasil analisis lingkungan dan menselaraskan dengan program lembaga, Implementasi strategi didasarkan pada indikator kompetensi profesional meliputi kompetensi guru dalam pelaksanaan kurikulum dan kompetensi guru dalam kegiatan pengembangan keprofesian yang direalisasikan dalam program-program sekolah. Evaluasi strategi dilaksanakan sebelum, selama dan sesudah program dijalankan. Evaluasi pelaksanaan kurikulum dengan supervisi akademik, evaluasi kegiatan pengembangan keprofesian dengan PKG dan SKP.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang dalam penelitian ini diantaranya pentingnya akan Perilaku Kepemimpinan dan Keterampilan Manajerial Kepala Madrasah terhadap Kompetensi Profesional Guru MI di KKM Bokan Gaya Kabupaten Indramayu menjadi pokok persoalan dalam penelitian ini. Sintesis variabel penelitian adalah: 1) Kepemimpinan adalah perilaku kepala madrasah yang dapat memprakarsai pemikiran baru dalam proses interaksi di lingkungan madrasah, melakukan perubahan, penyesuaian tujuan, visi, dan misi madrasah. 2) Kepala madrasah dalam lembaga pendidikan adalah mengelola SDM dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan di Madrasah. Maju mundurnya suatu lembaga pendidikan ditentukan oleh keterampilan kepala madrasah mengelola lembaga yang dipimpin dan memberdayakan guru secara maksimal dalam menjalankan profesinya. 3) Kompetensi guru adalah sebagai pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diwujudkan dalam bentuk perangkat tindakan cerdas dan tanggung jawab yang dimiliki seorang guru untuk memangku jabatan guru. Tugas guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan mengevaluasi peserta didik. Hasil penelitian ini yaitu: 1) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara perilaku kepemimpinan dengan keterampilan manajerial kepala madrasah, dengan nilai korelasi sebesar 0,629. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara perilaku kepemimpinan terhadap kompetensi profesional guru dengan memiliki nilai r = 0,418, R2 = 17,5% dan persamaan regresinya Ŷ = 39,349 + 0,388 X1 atau nilai ρ-value 0,001 0,05 maka Ho ditolak dan nilai Thitung (3,474) > Ttabel (1,650). 3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara keterampilan manajerial kepala madrasah terhadap kompetensi profesional guru dengan memiliki nilai r = 0,371, R2 = 13,8% dan persamaan regresinya Ŷ = 40,471 + 0,361 X2 atau nilai ρ-value 0,004 0,05 maka Ho ditolak dan nilai Thitung (3,016) > Ttabel (1,650). 4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara perilaku kepemimpinan dan keterampilan manajerial kepala madrasah secara simultan terhadap kompetensi profesional guru dengan memiliki nilai r = 0,441, R2 = 19,4% dan persamaan regresinya Ŷ = 33,270 + 0,284 X1 + -0,174 X2 atau nilai ρ-value 0,002 0,05 maka Ho ditolak dan nilai Thitung (3,140) > Ttabel (1,650). Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel perilaku kepemimpinan dan keterampilan manajerial kepala madrasah secara simultan terhadap komptensi profesional Guru MI di KKM Bokan Gaya Kabupaten Indramayu
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Berisi artikel ilmiah pendidikan yang di publikasikan pada jurnal guru profesional ber ISSN 2579-5961
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Peranan guru sangat kuat mendominasi keberhasilan siswa didik dalam belajar. Oleh karena itu, dibutuhkan guru yang profesional. Guru yang dapat menyelenggarakan proses pendidikan belajar mengajar yang bersih dan menyenangkan sehingga dapat mendorong kreativitas anak didiknya. Buku ini mengurai tentang bagaimana menjadi guru yang profesional dan berkualitas. Hal itu mengingatkan bahwa guru yang profesional dan berkualitas sangat menentukan kualitas pendidikan. Buku ini juga mengurai langkah dan hambatan untuk menjadikan guru profesional.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pada dasarnya pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Pendidikan akan membuat manusia mengembangkan potensi dirinya sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi akibat adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, masalah pendidikan perlu mendapat perhatian dan penanganan yang lebih baik yang menyangkut berbagai masalah yang berkaitan dengan kuantitas, kualitas dan relevansinya. Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan atau menuntut keahlian, menggunakan teknik-teknik, serta dedikasi yang tinggi. Ciri-ciri atau kriteria suatu profesi ialah adanya kode etik yang dijadikan sebagai satu pedoman perilaku anggota berserta sanksi yang jelas dan tegas terhadap pelanggar kode etik tersebut. Guru memiliki kode etik karena guru merupakan salah satu profesi yang ada di Indonesia berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Pasal 1). Dengan Kode Etik Guru Indonesia dapat menempatkan guru sebagai profesi terhormat, mulia, dan bermartabat yang dilindungi undang-undang. Maka dari itu perlu sikap profesional dalam setiap sasaran. Masyarakat akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari, apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak. Di samping itu, bagaimana sikap guru terhadap peraturan perundang-undangan juga menjadi perhatian masyarakat luas. Apalagi saat ini pemerintah banyak mengeluarkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Kebijaksanaan tersebut menjadi peraturan perundang-undangan yang wajib ditaati oleh guru, sebab guru merupakan unsur aparatur negara dan abdi Negara mutlak perlu mematuhi kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. Maka tugas guru akan efektif jika memiliki derajat profesionalitas tertentu yang tercermin dari kompetensi, kemahiran, kecakapan, atau keterampilan yang memenuhi standar mutu atau norma etik tertentu.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
PROFESI KEGURUAN (MENJADI GURU PROFESIONAL) Penulis : Dr. Rinto Alexandro, MM ; Dr. Misnawati, M.Pd. ; dan Dr. Wahidin, M.Pd. Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-322-178-8 Terbit : Maret 2021 www.guepedia.com Sinopsis : Calon pendidik, pendidik, dan kepala sekolah yang berkecimpung dalam dunia pendidikan wajib memiliki buku ini. Sebab, buku “Profesi Keguruan Menjadi Guru Profesional” ini adalah penunjang Anda untuk menjadi guru yang profesional. Materi yang disampaikan dalam buku ini ada delapan bab yaitu (1) Istilah Profesional, Profesionalisme, dan Profesionalisasi; (2) Menjadi Guru Profesioanal; (3) Eksistensi Guru Profesional Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan; (4) Guru Profesioanalisme Dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM); (5) Peranan Guru Profesioanal dalam Melaksanakan Bimbingan Konseling di Sekolah; (6) Usaha Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja dan Profesionalisme Guru; (7) Pendidikan Profesi Guru (PPG); dan (8) Pengembangan Sumber Daya Pendidik Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. www.guepedia.com Email : guepedia@gmail.com WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Antologi Esai ini disusun oleh mahasiswa praktikan berdasarkan hasil kegiatan PLP I atas bimbingan dosen pembimbing lapangan. Kegiatan PLP I ini dirancang dalam dua capaian, yaitu (1) membangun Jati diri pendidik dengan mengenal kultur sekolah, struktur organisasi sekolah dan tata kelola sekolah, peraturan dan tata tertib sekolah, dan kegiatan-kegiatan di sekolah. (2) Membangun jati diri pendidik dengan mengetahui praktik proses pembelajaran dan karakteristik siswa. Berdasarkan kegiatan tersebutlah mahasiswa praktikan menyusun esai sebagai respon dan kemampuan memberikan pendapat terhadap dunia pendidikan. Antologi ini diharapkan dapat menjadi motivasi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi diri dalam berlatih melatih menulis karya tulis ilmiah sebagai calon seorang pendidik.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Profesi guru merupakan profesi yang luar biasa. Seorang guru haruslah memiliki niat, nilai, dan tekad yang kuat yang terpatri dalam relung sanubarinya bahwa ia ingin mewakafkan dirinya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pujian, harta dan jabatan bukanlah tujuan seorang guru. Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Seorang guru harus memberi teladan dan contoh yang baik bagi lingkungannya. Di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide, serta dan dari belakang seorang guru harus memberikan dorongan dan arahan. Seorang guru tidak mungkin dapat mengembangkan kemampuannya tanpa adanya upaya menambah pengetahuan dan keterampilannya, karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat harus diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia yang berkualitas. Buku ini tidak hanya berisi tentang konseptual, praktik bagaimana menjadi guru milenial yang profesional, namun juga isu-isu krusial dunia pendidikan, dan pengembangan profesi guru. Who wants to be A teacher? Buku ini sangat pantas dimiliki oleh pembaca yang ingin menjadi guru, para akademisi, pemerhati pendidikan, mahasiswa pendidikan, dan masyarakat luas. Who Wants To Be A Teacher? Menyiapkan Guru Profesional Di Era Global Society 5.0 ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Melalui buku ini, penulis mencoba menyajikan bahasan tentang sejarah singkat munculnya profesi bimbingan dan konseling, keprofesionalan bimbingan dan konseling, standardisasi bimbingan dan konseling, karakteristik kepribadian konselor, program pendidikan profesional konselor, lapangan praktik pelayanan profesional konselor, hubungan profesi bimbingan dan konseling dengan profesi lain, profesi konselor abad ke-21, serta organisasi dan kode etik profesi bimbingan dan konseling.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Buku Pengantar Pemasaran agribisnis yang ini berfungsi sebagai referensi dan bahan pengajaran di bangku kuliah. Dengan menggali dan menambah referensi lain yang ada, diharapkan buku ini akan banyak memberikan manfaat dan berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Buku ini membahas tentang : Bab 1 Sejarah Perkembangan Pertanian Bab 2 Karakteristik Komoditas Pertanian Bab 3 Definisi dan Konsep Agribisnis Bab 4 Ruang Lingkup Pemasaran Bab 5 Lembaga dan Saluran Pemasaran Agribisnis Bab 6 Konsep Pasar dan Pembentukan Harga Bab 7 Analisis Pasar Melalui Model Perilaku Konsumen Bab 8 Struktur Pasar Produk Agribisnis Bab 9 Segmentasi Pasar Bab 10 Strategi Pemasaran Bab 11 Efisiensi Pemasaran Buku ini disusun secara sederhana, mudah dipahami dan dipahami berdasarkan kebutuhan dalam proses belajar mengajar di perguruan tinggi dan pembaca umum.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pendidik profesional merupakan salah satu elemen dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional di era Revolusi Industri 4.0. Di era RI 4.0 ini, setiap orang diharuskan untuk terampil dalam berbagai literasi dan bercirikan penggunaan teknologi di semua bidang. Pendidik profesioal dituntut untuk mampu menjawab tantangan tersebut dengan mengikutsertakan penggunaan teknologi di samping kemampuan pedagogi, content, dan knowledge dalam aktivitas mendidik secara profesional sehingga menghasilkan peserta didik yang kompeten dan siap bersaing secara nasional maupun internasional. Buku “Menjadi Pendidik Profesional di Era Revolusi Industri 4.0” hadir guna memberi tuntunan bagi pendidik dalam menjalankan profesinya secara profesional sesuai tuntutan RI 4.0 guna mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Brief biography of Indonesian Muslim entrepreneurs.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Saya mengapresiasi buku-buku lain yang fokus pada teknik, metode, dan tips praktis public speaking, namun saya pastikan bahwa buku ini tidak akan menambah daftar panjang tersebut. Buku ini merupakan kumpulan “kecerdasan jalanan” yang saya temukan dari satu panggung ke panggung lainnya selama >20 tahun: dari pidato kelulusan SD sampai pidato di depan tokoh perdamaian dunia, dari talkshow TV dan radio hingga dipilih sebagai Plenary Speaker mewakili 42.000 mahasiswa internasional di konferensi pendidikan tertua dan terbesar di Australia untuk berdiri sama tinggi dengan Gubernur Australia Barat, Menteri Pendidikan, dan tokoh yang masuk dalam daftar TIME’s 100 Most Influential People of 2019. Dari wawancara beasiswa, kebanjiran job >100 webinar di masa pandemi sampai perjalanan saya menakhodai divisi Public Relations di aplikasi investasi digital nomor satu di Indonesia, buku ini menegaskan bahwa public speaking tidak hanya soal seni menguasai panggung, namun juga soal menciptakan “panggung” untuk membuat kehidupan profesional kita kian gemilang.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan meningkatkan perilaku inovatif guru. Perilaku guru inovatif perlu menjadi pusat pengembangan profesional guru. Perilaku inovatif sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan berkelanjutan di era digital ini, dimana guru dihadapkan pada persoalan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang lebih pesat dari ilmu-ilmu lainnya. Guru harus memahami inovasi dan mendukung penerimaan teknologi jika mereka ingin mempertahankan tingkat pengetahuan dan keterampilan tinggi yang diperlukan untuk mengajar peserta didik dan untuk mengembangkan keterampilan mengajar mereka sendiri dalam menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran modern
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Jurusan Tarbiyah merupakan lembaga pendidikan tinggi yang diberi tugas oleh pemerintah untuk mengadakan pendidikan bagi guru untuk sekolah menengah pada jalur pendidikan formal. Tugas daripada LPTK atau IKIP maupun FKIP adalah mempersiapkan mahasiswa menjadi seorang guru profesional. Salah satu sarana untuk bisa menjadi guru profesional adalah PPLK, yaitu Praktek Pengalaman Lapangan Kependidikan. PPLK meliputi PPLK I yang disebut dengan microteaching dan PPLK II yang disebut dengan real teaching. Peneliti ini telah mengungkap beberapa kebijakan Jurusan Tarbiyah STAIN Ponorogo dalam mempersiapkan calon guru profesional melalui kegiatan PPLK-II. Buku ini adalah hasil penelitian yang difokuskan pada kegiatan PPLK II (Praktek Pengalalaman Lapangan Kependidikan), yaitu kegiatan real teching mahasiswa Jurusan Tarbiyah STAIN Ponorogo. Dengan mengggunakan pendekatan kualitatif, yang menggunakan latar alami (natural setting) sebagai sumber data langsung dan peneliti sendiri merupakan instrumen kunci, penelitian ini telah menemukan tiga temuan. Pertama Program Kegiatan PPLK-II Jurusan Tarbiyah STAIN Ponorogo adalah serangkaian pendidikan berbasis ”proses”, yaitu proses membangun a learner, dan bukan a pupil . Kedua. Program Kegiatan PPLK-II Jurusan Tarbiyah STAIN Ponorogo adalah serangkaian pendidikan berbasis ”proses”, yaitu proses Pencarian Makna Kuliah. Ketiga. Program Kegiatan PPLKII Jurusan Tarbiyah STAIN Ponorogo yang berorientasi pada PTK adalah terobosan menuju kurikulum Tarbiyah berbasis Rekonstruksi- Sosial