ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Jajat Sudrajat. NIM. 2021.8.1.6.0209 Manajemen Pengembangan Kurikulum Dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu di SD Holistik Awliya Fahmina Kota Cirebon. Dalam upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan, salah satu faktor yang memegang peranan penting di dalamnya adalah pengembangan kurikulum. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik. Sehingga pengembangan kurikulum yang dilaksanakan setiap satuan pendidikan menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan pengembangan kurikulum yang memerlukan sebuah manajemen pengembangan kurikulum yang berdampak positif pada terwujudnya pendidikan bermutu di SD Holistik Awliya Fahmina Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Sumber data pada penelitian ini berdasarkan purposive sampling kepada kepala sekolah, guru dan tenaga operator sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara yang mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan pada saat sebelum, selama dan setelah dilapangan dengan mengumpulkan data, reduksi sata, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan cara uji kredibilitas, uji dependability, uji transferability dan uji komfirmability. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa: (1) Perencanaan Pengembangan Kurikulum dilakukan dengan mengadakan rapat bersama untuk membahas pengembangan kurikulum. Rapat tersebut dihadiri oleh pengurus yayasan, kepala sekolah, dan segenap dewan guru; (2) Pengorganisasian Pengembangan Kurikulum dilakukan dengan membentuk tim pelaksana pengembangan kurikulum. Kepala sekolah membagi tugas kerja kepada para pelaksana pengembangan kurikulum dan mengawasi kegiatan-kegiatan implementasi kurikulum; (3) Pelaksanaan Pengembangan Kurikulum dilakukan melalui kegiatan pra instruksional, instruksional (inti/isi) dan tindak lanjut/evaluasi. Kurikulum yang telah dikembangkan diimplementasikan dengan mengacu pada kurikulum yang telah dikembangkan; (4) Pengontrolan Pengembangan Kurikulum dilaksanakan melalui kegiatan pengawasan dan evaluasi. Pengawasan dilakukan oleh kepala sekolah secara langsung, inspeksi mendadak (sidak), dan pengarahan secara berkala, berkelanjutan, dan menyeluruh.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Dalam buku sederhana ini berupaya membahas konsep kurikulum pendidikan, pendidikan diniyah, corak kurikulum pendidikan diniyah, teori pengembangan kurikulum, urgensi pengembangan kurikulum pendidikan diniyah, pengembangan kurikulum di lembaga pendidikan diniyah, relevansi pengembangan kurikulum pendidikan diniyah pendekatan grassroots, needs assessment dalam mendesain kurikulum diniyah, dan formula desain kurikulum pendidikan diniyah pendekatan grassroots. Diharapkan buku ini dapat bermanfaat bagi pendidik, pengelola pendidikan dan pimpinan lembaga pendidikan khususnya lembaga pendidikan keagamaan (diniyah) dan dijadikan sebagai referensi dalam menyusun desain pengembamgan kurikulum di lembaga pendidikan keagamaan (diniyah) di Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pengembangan kurikulum bersifat menyeluruh (komprehensif), yang mencakup suatu perencanaan, penerapan dan hasil akhir atau evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal untuk pelaku kurikulum untuk mencapai perencanaan yang akan diterapkan oleh guru dan peserta didik. Hasil akhir yang diperoleh dari perencanaan kurikulum adalah evaluasi kurikulum, yang tujuannya untuk melihat sejauh mana perencanaan yang diterapkan oleh guru sebagai pengajar dan peserta didik yang memiliki tujuan untuk lebih baik dengan peringkat-peringkat program yang telah dilaksanakan. Dalam pengembangan kurikulum, orang-orang yang terlibat bukan hanya yang terkait langsung dengan dunia pendidikan, tetapi ada orang-orang dari luar pendidikan dan juga masyarakat yang peduli pendidikan. Realita dalam masyarakat yang meliputi keberagaman sosial, aspirasi politik, keadaan ekonomi merupakan faktor penting dalam pengembangan kurikulum. Tetapi, realita keberagaman tersebut tidak digunakan sebagai landasan untuk guru dalam mengembangkan kurikulum. Padahal keberagaman ini memberikan pengaruh kepada guru dalam mengembangkan kurikulum, lembaga pendidikan untuk melayani pengalaman pengajaran, dan kemampuan peserta didik dalam proses belajar untuk dapat mengolah informasi sebagai hasil belajar.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku ini membahas mulai sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia, konsep dan teori perkembangan kurikulum, landasan pengembangan kurikulum, prinsip-prinsip dasar pengembangan kuri-kulum, model-model pengembangan kurikulum, kom-perasi kurikulum 2004 (KBK) dan kurikulum 2006, kurikulum 2013, pelaksanaan kurikulum, pengembangan kurikulum di pondok pesantren, pembelajaran tematik terpadu di SD-MI, hingga pengembangan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pengembangan kurikulum di ranah perguruan tinggi menjadi tantangan tersendiri mengingat perguruan tinggi sebagai level pendidikan yang menyiapkan lulusan yang siap kerja, siap bersaing dan siap berkarya di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, rancangan dari pada pengembangan kurikulumnya harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan yang krusial pada saat ini, dan prinsip yang digunakan harus terupdate sehingga kurikulum yang dihasilkan atau disusun sesuai dengan konteks zaman dengan segala tantangannya.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Mata kuliah Manajemen Pengembangan Kurikulum ini meningkatkan wawasan mahasiswa terkait pengembangan kurikulum di sekolah maupun di lembaga pendidikan tempat mereka bekerja. Mata kuliah Manajemen Pengembangan Kurikulum ini mempersiapkan mahasiswa dalam mengembangkan karir maupun meningkatkan profesionalisme dan kompetisi di bidangnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kurikulum adalah seperangkat untuk rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar. Kurikulum bukan berasal dari bahasa Indonesia, tetapi berasal dari bahasa latin yang kata dasar adalah currere, secara harfiah berarti lapangan perlombaan. Dengan demikian, kurikulum artinya program yang direncanakan diprogramkan dan dirancang yang berisi berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar baik yang berasal dari waktu yang lalu, sekarang sistematik, yang artinya direncanakan dengan memperhatikan keterlibatan berbagai faktor pendidikan secara harmonis. Ada tiga peranan kurikulum yang sangat penting, yakni peranan konservatif, peranan kritis atau evaluatif, dan peranan kreatif. Ketiga peran kurikulum tersebut harus berjalan secara seimbang, atau dengan kata lain terdapat keharmonisan di antara ketiganya. Dengan demikian, kurikulum dapat memenuhi tuntutan waktu dan keadaan dalam membawa siswa menuju kebudayaan masa depan. Di samping memiliki peranan, kurikulum juga mengemban berbagai fungsi tertentu. Alexander Inglis, dalam bukunya Principle of Secondary Education (1918), mengatakan bahwa kurikulum berfungsi sebagai fungsi penyesuaian, fungsi pengintegrasian, fungsi diferensiasi, fungsi persiapan, fungsi pemilihan, dan fungsi diagnostik. Fungsi-fungsi tersebut memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa, sejalan dengan arah filsafat pendidikan dan tujuan pendidikan yang diharapkan oleh institusi pendidikan yang bersangkutan. Ada empat pengembangan kurikulum yakni, landasan filosofis, psikologis, dan landasan sosiologis-teknologis. Menurut Bloom (1965) tujuan pendidikan dapat digolongkan ke dalam tiga klasifikasi atau domain (bidang), yaitu domain kognitif, domain afektif, dan afektif psikomotor. Domain kognitif berhubungan dengan pengembangan intelektual atau kecerdasan. Bidang afektif berhubungan dengan pengembangan sikap dan bidang psikomor berhubungan dengan keterampilan. Prinsip pengembangan kurikulum menggunakan prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya, sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kurikulum merupakan salah satu tonggak “penentu” dalam pendidikan. Ia mengatur apa-apa yang layak “disajikan” kepada peserta didik dan yang tidak. Oleh karenanya, menentukan kurikulum merupakan pekerjaan yang pelik dan membutuhkan sinergitas antarkomponen: kompetensi, keterbukaan, keberanian, dan, tentu saja, kejelian. Jika kita berbicara tentang kurikulum pendidikan di Indonesia, sejarah mencatat ada 9 kali perubahan sebagai konsekuensi logis dari dinamika sistem politik, sosial-budaya, ekonomi, teknologi, dan berbagai unsur lainnya. Kurikulum paling mutakhir kita kenal dengan istilah K-13 yang menjadikan pendidikan karakter sebagai prioritas. Pemutakhiran ini dilakukan tentu saja guna mewujudkan cita-cita pendidikan negara dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak menutup kemungkinan kurikulum ini antinya akan terus berkembang menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pengembangan Kurikulum Berbasis Edukotourism Penulis : Uswatun Hasanah, S.Pd Ukuran : 14 x 21 cm Terbit : Maret 2021 www.guepedia.com Sinopsis : Inovasi dalam dunia pendidikan merupakan sesuatu yang mutlak. Salah satu cara mewujudkan inovasi tersebut melalui pengembangan kurikulum. Buku ini, menghadirkan inovasi pendidikan dengan wajah yang berbeda, yakni pengembangan kurikulum yang memadukan antara edukasi, ekologi dan pariwisata. Suatu paduan utuh yang menjadikan belajar seperti berpariwisata, sebagai tujuan. Di awal buku ini, pembaca akan disodorkan berbagai teori baik teori umum maupun ayat-ayat Al-Quran dan hadist yang menyatakan pentingnya sadar lingkungan. Dari berbagai teori tersebut, dimunculkan inovasi peduli lingkungan dalam dunia pendidikan, tentu dengan landasan-landasannya. Pengembangan madrasah melalui pengembangan kurikulum berbasis edukotourism ini, dideklarasikan oleh MTs Negeri 3 Pamekasan. Oleh karena itu, penulis juga menggali informasi seputar edukotourism langsung dilapangan. Buku dengan judul Pengembangan Kurikulum Edukotourism ini adalah jawaban bagi pembaca, yang tidak hanya ingin tahu secara teori saja tetapi dilengkapi juga dengan data di lapangan. Sebuah cara untuk melihat bagaimana pendidikan, ekologi serta konsep pariwisata bisa dikembangkan dalam dunia pendidikan. Wajah pendidikan yang sebelumnya dikenal sangat kaku, dengan buku kita ditampilkan wajah baru pendidikan enjoy full learning. www.guepedia.com Email : guepedia@gmail.com WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANNI SYARIFAH. NIM. 2018.5.4.1.00077: Analisis Pengembangan Kurikulum Melalui Minat Peserta Didik di SMA Pesantren Gedongan. Sebuah usaha dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah melalui kurikulum. Pengembangan kurikulum merupakan sebuah inovasi dalam pendidikan, namun dalam menyusun sebuah kurikulum terdapat beberapa hal yang penting untuk diperhatikan mulai dari memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan di masyarakat, diseimbangkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, diselaraskan dengan potensi daerahnya agar kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan landasan sistem pendidikan yang berlaku dan mampu mewujudkan tujuan pendidikan secara menyeluruh. Dalam mengembangkan kurikulum selain rangkaian atau prosedur yang perlu diperhatikan, pengembangan kurikulum harus berdasarkan pada landasan, prinsip, serta evaluasi kurikulum sebelum akhirnya pengembangan kurikulum tersebut benar-benar diterapkan. Penelitian ini berupaya mengetahui praktek pengembangan kurikulum yang ada di lapangan. Tepatnya peneliti melakukan penelitian di SMA Pesantren Gedongan yang menerapkan pengembangan kurikulum melalui minat peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilangsungkan dengan kepala yayasan, wakil bidang kurikulum, guru, serta siswa yang ada di SMA Pesantren Gedongan. Pemilihan metode kualitatif ini diharapkan dapat memberikan informasi secara menyeluruh, jelas dan detail. Adapun yang menjadi fokus penelitian ini meliputi konsep, implementasi, serta evaluasi dalam pengembangan kurikulum melalui minat peserta didik di SMA Pesantren Gedongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengembangan kurikulum berbasis minat di SMA Pesantren Gedongan sudah terselenggara sesuai prosedur yang ditetapkan. Implementasinya sendiri terselenggara di KBM sekolah dan di luar jam KBM sekolah dengan melibatkan guru dan siswa sebagai subjek daripada penggerak kurikulum yang diberlakukan serta proses evaluasi yang sudah ditetapkan diselenggarakan dengan secara berkala baik secara mikro atau setiap bidang yang dilaksanakan setiap pecan maupun secara makro atau keseluruhan yang dievaluasi setiap bulanan, triwulan dan tahunan. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan adalah, pengembangan kurikulum melalui minat peserta didik di SMA Pesantren Gedongan terbilang terselenggara dengan baik dan efektif. Namun terdapat beberapa hal yang dapat menjadi poin tambahan untuk dapat diperbaiki adalah dengan tetap memberikan wadah bagi peserta didik yang lain yang memiliki minat di luar bidang yang dikembangkan sekolah dan dengan menambah jumlah tenaga guru yang kompeten untuk mendukung keefektifan dan peningkatan kualitas program pengembangan kurikulum yang diberlakukan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Di dalam buku ini yang berhubungan dengan perkembangan kurikulum, maka peran guru di dalam pengembangannya sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran yang akan dilaksanakan secara kurikulum yang bersifat sentral maupun desentral, keduanya memerlukan penerapan dan perkembangan dari peran guru tersebut. Begitu juga dengan perkembangan kurikulum PAI, maka dari itu buku ini akan membahas tentang peran guru terhadap perkembangan kurikulum yang akan membuka wawasan kita dalam hal peranan guru dalam pengembangan kurikulum PAI.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Model Pengembangan Kurikulum Pesantren di Era Digital Penulis : Edy Sutrisno Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-5728-30-8 Terbit : November 2021 Sinopsis : Menarik untuk dikaji pola perkembangan pesantren di Indonesia, selain merupakan lembaga pendidikan tertua, pondok pesantren banyak melahirkan berbagai pakar pendidikan yang ada diperguruan tinggi lembaga pemerintahan, pengusaha sukses maupun di lembaga lainnya. Meskipun pola perkembangan pondok pesantren masih berciri khas salafi (tradisional). Namun dalam perkembangannya, banyak pula pondok pesantren yang menerapkan pola modern. Hingga saat ini pola dan pengembangan pesantren dapat menjadi rujukan dalam membentuk karakter bangsa, baik dalam berperilaku dan tata nilai budi pekerti. Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kurikulum sebagai rancangan pendidikan memiliki kedudukan yang sangat sentral dalam seluruh kegiatan pembelajaran, yang menentukan proses dan hasil belajar. Kurikulum bisa dianggap sebagai jantungnya pendidikan. Artinya, aktivitas edukasi antara pendidik dengan peserta didik sangat dipengaruhi oleh muatan-muatan yang ada dalam kurikulum. Sehingga dengan tidak adanya kurikulum seakan-akan kegiatan pendidikan tidak mungkin terjadi. Sedangkan Pengembangan kurikulum dilakukan untuk mewujudkan adanya nilai tambah dari yang telah dilakukan sesuai dengan kurikulum potensial sesuai dengan tujuan pendidikan. Oleh karena itu, pemahaman tentang kurikulum bagi para tenaga pendidik maupun calon tenaga pendidik mutlak diperlukan.Dalam konteks itulah buku Pengembangan Kurikulum ini hadir membantu mahasiswa, tenaga pendidik, kepala sekolah dan juga tenaga kependidikan memahami konsep pengembangan kurikulum. Terutama bagi mahasiswa, buku ini merupakan materi yang melengkapi buku ajar mata kuliah pengembangan kurikulum. Buku ini ditulis berdasarkan kebutuhan materi mata kuliah pengembangan kurikulum di Perguruan Tinggi, khususnya program studi pendidikan agama Islam. Dengan segala keterbatannya buku ini juga memuat hasil penelitian penulis yang mendapat hibah Kemenristek Dikti di tahun 2018 dengan tema pengembangan kurikulum pendidikan Agama Islam di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Kabupaten Lamongan. Paparan buku ini dimulai dari konsep dasar, hakikat, landasan, pendekatan pengembangan kurikulum, evaluasi kurikulum, inovasi kurikulum, kurikulum berbasis kompetensi (KBK), kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), kurikulum 2013 (K13), kurikulum berbasis karakter, kurikulum berbasis multikultural, dan pengembangan pendidikan agama Islam di LKSA Lamongan.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Buku ini terdiri dari sembilan pembahasan, yaitu pertama Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum PAI, kedua Peran Guru dan Tenaga Kependidikan, ketiga Peran Kepala Sekolah/Madrasah dalam Pengembangan Kurikulum PAI, keempat Media Pembelajaran PAI, kelima Perkembangan Kurikulum Madrasah dan Pesantren Di Indonesia, keenam Prosedur Pengembangan Evaluasi Pembelajaran PAI, ketujuh Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Indonesia, kedelapan Pengembangan Alat Evaluasi Jenis Tes dan Non Tes PAI, dan kesembilan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Karakter PAI. Sesuai dengan tema yang diusung, hampir semua naskah masih bersifat normatif dan berada dalam aspek tatanan konseptual. Hal ini dapat dimaklumi karena memang kendala yang paling sering ditemukan dalam metode pembelajaran di masa pendemi adalah menghadirkan dimensi baru yang inovatif dalam wilayah garapan pengkajiannya. Meskipun demikian secara keseluruhan tulisan tersebut dapat dinikmati oleh pembaca sebagai referensi yang bisa didiskusikan kembali kapanpun.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan