BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku Saku merupakan bahan ajar yang bersifat visual. Buku Saku merupakan salah satu bahan ajar yang memberikan kesempatan kepada peserta didik dengan mudah dan praktis dalam mempelajari materi akutansi karena ukurannya yang kecil sehingga mudah dibawa kemana-mana dan membuat siswa belajar mandiri karena pembelajaran dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Diharapkan dengan bahan ajar ini siswa menjadi aktif, kreatif dan senang dalam mempelajari agama islam. Kegemaran siswa dalam penggunaan bahan ajar akan mempengaruhi hasil belajar siswa tersebut dalam belajar sehingga akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam belajar yang nantinya siswa akan dapat memahami pelajaran dengan baik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Metode penelitian dan pengembangan dalam bahasa inggris disebut Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan dan menguji keefektifan produk yang dikembangkan. R&D adalah penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yang yang bertujuan untuk mengembangkan Buku Saku Agama Islam mata pelajaran PAI. Produk yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah Buku Saku Agama Islam materi Pendidikan Agama Islam. Hasil pembahasan hasil penelitian tentang Pengembangan Buku saku PAI sebagai berikut: a) Jenis bahan ajar yang digunakan di SMK Muhammadiyah Delanggu yaitu jenis bahan ajar Lembar Kerja Siswa (LKS) konvensional. b) Peserta didik memerlukan bahan ajar yang lebih berbeda, inovasi, dan menarik sehingga mudah dipelajari dan dipahami. Prosedur pengembangan produk dalam penelitian ini meliputi (1) analisis, merupakan tahap pertama dalam perancangan produk berupa bahan ajar buku saku PAI berbasis PBL sebagai solusi berdasarkan kebutuhan dan masalah yag ditemukan di sekolah, (2) desain, bahan ajar buku saku didesain sesuai dengan tema yang telah dirumuskan dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, (3) pengembangan, yaitu identifikasi kekurangan terhadap produk awal yang telah didesain melalui uji coba ahli dan uji coba pengguna yang meliptui uji coba satu-satu, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan, (4) implementasi, pengujian terhadap bahan ajar buku PAI oleh validasi ahli dan materi, (5) evaluasi, bertujuan untuk menentukan apakah produk bahan ajar buku saku PAI lebih efektif daripada bahan ajar yang saat ini digunakan dalam pembelajaran. Hasil penilaian para ahli terhadap produk yang dikembangkan dikembangkan termasuk kategori sangat baik, yaitu penilaian ahli media diperoleh skor rata-rata 91,67%, penilaian ahli materi diperoleh skor rata-rata 90,87%.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku yang berada ditangan saudara ini merupakan kodifikasi dari makalah-makalah perkuliahan penulis ketika kuliah di prodi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pengkodifkasian sederhana ini hanyalah bentuk ikhtiar kecil penulis untuk berbagi apa yang telah penulis tulis selama perkuliahan. Di lain sisi, sebagai seorang mahasiswa, penulis merasa punya tanggungjawab sosial dan akademik untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi peradaban.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Proses dalam kegiatan belajar mengajar tidak terlepas pada media yang akan digunakan, baik menggunakan media yang sederhana maupun pada media yang serba elektronik dan canggih. Media merupakan rangkaian yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar karena media merupakan alat bantu dalam menyampaikan materi yang akan dibahas pada setiap kali pertemuan dengan peserta didik. Dan yang paling menarik saat menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi informasi. Sejalan dengan perkembangan peradaban, maka media pembelajaran juga demikian halnya dengan menggunakan teknologi informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam kegiatan belajar mengajar.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku ini terdiri dari sembilan pembahasan, yaitu pertama Metode Pembelajaran, kedua Pengembangan Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Masa Pandemi Covid-19, ketiga Metode Ceramah Pada Masa Pandemi Covid-19, keempat Metode Home Visit Pada Masa Pandemi Covid-19, kelima Metode Blended Learning Pada Masa Pandemi Covid-19, keenam Metode Based Learning Pada Masa Pandemi Covid-19, ketujuh Metode Discovery Pada Masa Pandemi Covid-19, kedelapan Metode Hafalan Pada Masa Pandemi Covid-19, dan kesembilan Metode Mind Mapping Pada Masa Pandemi Covid-19. Sesuai dengan tema yang diusung, hampir semua naskah masih bersifat normatif dan berada dalam aspek tatanan konseptual. Hal ini dapat dimaklumi karena memang kendala yang paling sering ditemukan dalam metode pembelajaran di masa pendemi adalah menghadirkan dimensi baru yang inovatif dalam wilayah garapan pengkajiannya. Meskipun demikian secara keseluruhan tulisan tersebut dapat dinikmati oleh pembaca sebagai referensi yang bisa didiskusikan kembali kapanpun.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku digital ini berjudul "Pengembangan Afektif dalam Pembelajaran PAI", merupakan tulisan yang berisi tentang "Pendidikan Agama Islam" yang dapat memberikan tambahan wawasan pengetahuan dan pencerahan bagi pembaca. Semangat untuk berbagi terutama dalam literasi khazanah pengetahuan agama Islam yang mendasari penerbit menghadirkan konten-konten di buku digital ini. Penerbit berdoa semoga konten yang diterbitkan ini bisa bermanfaat dan menjadi bahan pembelajaran bagi siapapun juga.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku ini cenderung menekankan pada pemahaman konsep dan langkah aplikasi media pembelajaran dalam pembelajaran agama Islam. Setiap bab juga telah disusun secara sitematis sesuai urutan materi dan tahapan pemahaman tentang pengembangan media pembelajaran. Sasaran pembaca buku ini adalah para dosen, mahasiswa jurusan kependidikan, guru, serta pengelola lembaga pendidikan. Sebab buku ini berusaha memberi bekal pemahaman dan keterampilan untuk mempersiapkan proses pembelajaran dengan menggunakan media yang tepat dan sesuai kebutuhan. Dalam membaca buku ini, para pembaca perlu membaca mulai dari bagian awal hingga akhir secara berurutan. Sebab sajian buku ini disusun berdasarkan urutan tahapan dan pemahaman secara teoritis dan praktis. Setelah membaca buku ini diharapkan bisa mencari contoh di lapangan dan menerapkan media sesuai dengan konsep yang ada dalam buku ini. Buku ini tidak memberi contoh praktis penerapan media yang beragam jenisnya. Materi buku ini masih bersifat umum dan perlu penjelasan secara detail, terutama operasionalisasi dan contoh riil dalam pembelajaran. Untuk itu para pembaca bisa memperkaya materi ini dari berbagai sumber lain.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pengembangan Model-Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam PENULIS: Muhamad Ishaac Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-294-320-9 Terbit : Agustus 2020 www.guepedia.com Sinopsis: Pendidikan Agama Islam sebagai salah satu mata pelajaran yang memegang peranan penting dalam pendidikan, karena dengannya dapat membentuk karakter peserta didik yang baik dan dapat menjadi bermanfaat bagi kehidupan. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di dalam kelas lebih didominasi oleh kegiatan guru dengan metode ceramah dan pemberian tugas pada siswa, sedangkan kegiatan siswa lebih banyak diam dan mendengarkan penjelasan guru, mencatat hal-hal yang dianggap penting dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, sehingga keaktifan siswa pada saat proses pembelajaran kurang maksimal. Selain daripada itu, pendidikan yang hanya menggunakan metode-metode lama yang mana guru hanya menerangkan dan memberi tugas kepada siswa, yang membuat siswa bosan, sehingga proses belajar mengajar menjadi tidak menarik dan membosankan, yang akhirnya tidak ada kemajuan di dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, perlu adanya model-model pembelajaran yang dijadikan pedoman untuk guru agar proses belajar mengajar lebih menarik yang nantinya mampu membentuk anak didiknya karena kedewasaan seperti yang diharapkan. Buku ini hadir dengan ulasan terkait model-model pembelajaran yang dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan pendekatan student centered yang menjadikan siswa menjadi berperan aktif dalam pembelajaran. www.guepedia.com Email : guepedia@gmail.com WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Istilah pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani yaitu “paedagogie”, yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan “education” yang berarti pengembangan atau bimbingan. Dalam bahasa Arab istilah ini sering diterjemahkan dengan “Tarbiyah” yang berarti pendidikan. Proses belajar mengajar yang efektif semestinya menumbuhkan daya kreasi, daya nalar, rasa keingintahuan (curiosity), dan eksperimentasi-eksperimentasi untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan baru (meskipun hasilnya keliru), memberikan keterbukaan terhadap kemungkinan-kemungkinan baru, menumbuhkan demokrasi, dan memberikan toleransi pada kekeliruan-kekeliruan akibat kreativitas berpikir itu
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Di dalam buku ini yang berhubungan dengan perkembangan kurikulum, maka peran guru di dalam pengembangannya sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran yang akan dilaksanakan secara kurikulum yang bersifat sentral maupun desentral, keduanya memerlukan penerapan dan perkembangan dari peran guru tersebut. Begitu juga dengan perkembangan kurikulum PAI, maka dari itu buku ini akan membahas tentang peran guru terhadap perkembangan kurikulum yang akan membuka wawasan kita dalam hal peranan guru dalam pengembangan kurikulum PAI.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Untuk mewujudkan pembelajaran karakter yang baik itu tantangan yang di hadapi oleh pendidik pada saat ini adalah kurangnya bahan ajar di lembaga pendidikan Anak Usia Dini yang bisa mengembangkan nilai - nilai karakter kepada anak. Modul ini merupakan bahan ajar yang lengkap dan sistematis didalamnya terdiri dari teori dan perangkat pembelajaran untuk pengembangan karakter yang terencana serta membantu guru dalam memudahkan pelaksanakan pembelajaran dengan mengembangan karakter melalui cerita Minangkabau.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pendidikan Islam Indonesia memiliki kekhasan tersendiri berbanding dengan negara lain dalam dunia Islam. Tidak saja berbentuk madrasah, tetapi beragam. Ini belum lagi adanya perjumpaan dengan etnisitas dan juga keberagamaan di masyarakat Indonesia. Walau dengan nama yang sama, madrasah atau pesantren, tetapi keduanya ketika berada dalam lingkungannya masing-masing memiliki corak tersendiri. Dalam pandangan-pandangan inilah, kemudian buku ini diwujudkan untuk memberi ruang bagi tersemainya pandangan keberagaman di pendidikan Islam. Dalam soal ideologis, tetap saja tunggal. Namun dalam praktik, begitupula dengan metode, akan mengalami adaptasi disesuaikan dengan kondisi kelembagaan. Buku ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk mendokumentasikan pendidikan Islam di Indonesia. Dengan kondisi yang diuraikan sebelumnya, merupakan sebuah kesempatan dalam memperkaya maklumat pendidikan. Termasuk dengan adanya langkah ini sehingga dapat melengkapkan mozaik pendidikan Islam.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pembahasan tentang pengembangan inovasi pendidikan dan sektor pembelajaran yang melingkupinya penting untuk dilakukan terutama olah para akademisi. Ilmu pengetahuan yang semakin berkembang melalui dinamika serta perkembangan Ipteks seiring lahirnya Era Industri 4.0 yang terjadi secara masiv dewasa ini, pun menuntut adanya perubahan-perubahan yang progresif, riil dan berdampak signifikan dalam berbagai lini kehidupan termasuk bidang pendidikan di dalamnya menuju ke arah ketercapaian tujuan pendidikan yang diharapkan oleh masyarakat. Pengembangan inovasi dan pembelajaran yang bersifat pembaharuan atau inovasi dapat dilakukan melalui berbagai sektor, diantaranya ialah managemen pendidikan, metodologi pengajaran, media, sumber ajar, serta implementasi kurikulum. Tentu, hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar pendidikan dapat menyelaraskan sesuai dengan kebutuhan manusia.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Buku ini sebagai khazanah keilmuan dengan maksud membantu mahasiswa khususnya jurusan PAI serta Fakultas Agama Islam memahami, membuat, dan menggunakan media pembelajaran dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan buku ini bermanfaat untuk semua pihak yang peduli untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar mengajar.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Hybrid learning adalah pembelajaran kombinasi antara tatap muka, pembelajaran berbasis komputer (offline) dan pembelajaran berbasis internet (online). Melalui blended learning semua sumber belajar yang dapat memfasilitasi terjadinya belajar bagi mahasiswa dapat dikembangkan. Pembelajaran blended dapat menggabungkan pembelajaran tatap muka (face-to-face) dengan pembelajaran berbasis komputer.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Syukur Alhamdulillah kepada Tuhan YME atas lindungan dan rahmat-Nya karena para penulis dari berbagai Perguruan Tinggi dan Instansi kembali mampu menyelesaikan naskah kolaborasi dengan Judul “Pengembangan Media Pembelajaran”. Yang melatarbelakangi penerbit mengadakan kegiatan Menulis Kolaborasi adalah untuk membiasakan Dosen dan Guru menulis sesuai dengan rumpun keilmuannya. Buku dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran merupakan buku ajar yang disusun sebagai media pembelajaran, sumber referensi dan pedoman belajar bagi mahasiswa. Pokok-pokok bahasan dalam buku ini mencakup: 1) Konsep Dasar Media Pembelajaran, 2) Pentingnya Penggunaan Media Dalam Pembelajaran, 3) Fungsi Media Pembelajaran, 4) Landasan Penggunaan Media Pembelajaran, 5) Media Pembelajaran 2 Dimensi, 6) Media Pembelajaran 3 Dimensi, 7) Media Pembelajaran Mutakhir, 8) Multimedia Pembelajaran, 9) Kriteria Pengembangan Media Pembelajaran, 10) Langkah – Langkah Pengembangan Media Pembelajaran, 11) Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran, 12) Metode Pembelajaran Berbasis Kebutuhan Peserta Didik, 13) Media Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter, 14) Media Pembelajaran Berbasis Kecakapan Hidup, 15) Media Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal, 16) Media Pembelajaran Berbasis Kewirausahaan / Entrepreneur. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada Editor Buku Bp Dr. Muhammad Hasan, S.Pd., M.Pd yang telah mengarahkan dan membantu dalam mengeditori buku ini dengan baik sehingga menjadi buku yang baik dan bermanfaat.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Buku ini terdiri dari sembilan pembahasan, yaitu pertama Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum PAI, kedua Peran Guru dan Tenaga Kependidikan, ketiga Peran Kepala Sekolah/Madrasah dalam Pengembangan Kurikulum PAI, keempat Media Pembelajaran PAI, kelima Perkembangan Kurikulum Madrasah dan Pesantren Di Indonesia, keenam Prosedur Pengembangan Evaluasi Pembelajaran PAI, ketujuh Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Indonesia, kedelapan Pengembangan Alat Evaluasi Jenis Tes dan Non Tes PAI, dan kesembilan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Karakter PAI. Sesuai dengan tema yang diusung, hampir semua naskah masih bersifat normatif dan berada dalam aspek tatanan konseptual. Hal ini dapat dimaklumi karena memang kendala yang paling sering ditemukan dalam metode pembelajaran di masa pendemi adalah menghadirkan dimensi baru yang inovatif dalam wilayah garapan pengkajiannya. Meskipun demikian secara keseluruhan tulisan tersebut dapat dinikmati oleh pembaca sebagai referensi yang bisa didiskusikan kembali kapanpun.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Kata kurikulum sudah tidak asing lagi bagi para pendidik (teaching staff) dan tenaga kependidikan (non teaching staff), sebab mereka setiap hari telah bergelut dengan kegiatankegiatan kurikulum di sekolah. Meskipun demikian, tidak salah bila kata kurikulum belum diketahui secara definitif baik dari segi bahasa maupun dari segi istilah menurut para pakar pendidikan. Hal ini akan lebih menambah pengetahuan kita. Selain itu, kurikulum merupakan salah satu komponen utama terselenggaranya proses pembelajaran dan pendidikan di sekolah. Proses belajar mengajar yang efektif semestinya menumbuhkan daya kreasi, daya nalar, rasa keingintahuan (curiosity), dan eksperimentasi-eksperimentasi untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan baru (meskipun hasilnya keliru), memberikan keterbukaan terhadap kemungkinan-kemungkinan baru, menumbuhkan demokrasi, dan memberikan toleransi pada kekeliruan-kekeliruan akibat kreativitas berpikir itu.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan