BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Judul : Konsep Dasar Mebangun Technopreneurship Penulis : Wulandari, SE., MM Dr. Fauzi, SE., M.Kom., M.E., Akt., CA., CMA Rita Irviani, SE., MM Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 140 Halaman No ISBN : 978-623-6233-50-4 SINOPSIS Buku Konsep Dasar Membangun Technopreneurship ini di susun untuk memberikan pemahaman dasar bagi para perintis usaha terutama bagi kita yang memiliki jiwa Entrepreneurship buku ini memiliki banyak keistimewaan dan kelebihan dibandingkan dengan buku yang membahas Technopreneurship lainnya. Buku terdiri atas delapan (8) BAB Bahasan yaitu: Kewirausahaan/Entrepreneurship, Kewirausahaan Digital, Pengantar Technopreneurship, Sejarah, Peranan & Tokoh Technopreneurship, Prinsip Dasar Bisnis, Studi Kelayakan Bisnis, Analisis Model Bisnis, Etika Bisnis & Berwirasusaha.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Sistematika penulisan buku ini diuraikan dalam dua belas bab yang memuat tentang konsep dasar manajemen pemasaran, pentingnya manajemen pemasaran bagi produsen dan konsumen, konsep digital marketing, strategi pemasaran efektif pada era digital, strategi usaha kecil menengah dalam menghadapi digital marketing, pengembangan bisnis melalui pemanfaatan digital marketing, membangun nilai, kepuasan, dan loyalitas pelanggan, bauran pemasaran produk, komunikasi bisnis berorientasi pelanggan, strategi promosi dan distribusi dalam pemasaran era digital, memahami perilaku konsumen untuk meningkatkan penjualan, serta kebijakan dan strategi penetapan harga produk.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Perencanaan pengembangan wilayah pada dasarnya adalah upaya penerapan konsep-konsep pembangunan ekonomi pada dimensi keruangan, atau dapat pula dipandang sebagai akumulasi yang tidak terputus dari konsep pembangunan ekonomi yang melihat peluang dan penawaran (opportunity and supply side) serta permintaan sebagai peluang (demand side market opportunity). Dalam hal ini, peluang dan penawaran merupakan kemampuan atau potensi suatu wilayah yang dapat dikembangkan, adapun permintaan sebagai peluang merupakan potensi suatu wilayah untuk membangun didasarkan atas kebutuhan suatu wilayah. Pada prinsipnya perencanaan pengembangan wilayah memandang wilayah sebagai suatu cara untuk mengklasifikasikan, dan potensi untuk berkembang sesuai dengan kemajuan ekonomi wilayah tersebut (Harun, 2007). Perencanaan wilayah mengacu pada penetapan langkah-langkah pengembangan yang akan diterapkan pada suatu wilayah tertentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Judul : An Integrated Marketing Communication Circle in 4.0 Era: Filosofi, Konsep, dan Implementasi : Ellys Lestari Pambayun,Tanty Dewi Permassanty Penulis Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 240 Halaman No ISBN : 978-623-6233-79-5 AN INTEGRATED MARKETING COMMMUNICATION CIRCLE IN 4.0 ERA Filosofi, Konsep, dan Implementasi Adji Watono, Founder DwiSapta & Chairman Dentsu Indonesia “Digital tekah menjadi strategi untuk bisa bertahan dalam dunia bisnis saat ini. Dalam konteks memenangkan persaingan bisnis, diperlukan strategi khusus yang sesuai dengan tren dan kebutuhan masyarakat. Buku ini memberi insight dan energi bisnis untuk bertahan di Era 4.0 ini. Jangan lewatkan untuk dimiliki” Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si. (Guru Besar Ilmu Komunikasi Unpad) “14.0 telah menjadi paradigma yang berpengaruh terhadap Komunikasi Pemasaran Terintegrasi. Tiga hal strategis setidaknya bisa diajukan untuk Komunikasi Pemasaran era 14.0: Membangunkepercayaan merek lewat teknologi komunikasi demi resonansi produk dengan khalayak, menjangkau pemirsa lebih besar dan personal, dan menghasilkan revenue berkelanjutan. Buku ini telah menawarkan Filosofi, Konsep, dan Implementasi melalui pilihan kasus tersebut denga excellent dan sistematis. Selamat membaca”. Dr. Heri Budianto, M.Si, Direktur Eksekutif PolCoMM Institute-Ketua Umum Aspikom Pusat “Buku ini layak dibaca bagi siapapun penikmat Integrated marketing Communication (IMC).Sangat komprehensif membahas tentang filsafat, sekarah, perspektif, implementasi, model, dan contoh-contoh kasus terkini berbasis 4.0. Sangat bermanfaat. Tjun Sulestio, Chief Operations Officer PT Surya Pratista Hutama (Suprama)Mi Burung Dara “Bagi kami Integrated Marketing Communication menjadi pintu yang menakjubkan bagi perkembangan perusahaan kami. Bila ingin mengetahui bagaimana kita mampu melangkah dengan sukses di Era 4.0, buku ini memberi solusi dan kearifan untuk kita sebagai penisnis, konsumen bahkan pemula. Selamat membaca.......” Yuswohady, Managing Partner Inventure “Komunikasi pemasaran terpadu (IMC) tak hanya mengedepankan integrasi kanal media yang Gigunakan dalam menyampaikan pesan, tapi juga pendekatan customer-focused yang menempatkan konsumen sebagai titik awal analisis. Buku ini menggunakan pendekatan IMC yang komprehesif dimana penulis melakukan analisis konsumen/market, perumusan pesan/branding, dan penetapan kanal media secara sistematis dan terintegrasi. Saya yakin buku ini akan memberi elo berharga karena mengombinasikan teori konseptual dengan praktek yang aplikatif.”
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Buku ini dirancang untuk menyoroti masalah utama yang memengaruhi bisnis yang telah mengadopsi internet sebagai alat perdagangan atau meningkatkan proses internal. Bisnis elektronik (e-business) adalah penggunaan internet untuk tujuan ini. Akibatnya, bisnis elektronik memiliki implikasi untuk berbagai masalah yang memengaruhi organisasi, termasuk adopsi teknologi, pilihan model bisnis, ekonomi, pemasaran, masalah hukum dan keamanan, manajemen dan strategi untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Buku ini menyoroti dan menjelaskan sifat dan karakteristik e-business dalam konteks masing-masing masalah utama ini. Struktur dan isi buku ini telah disusun untuk membantu mahasiswa sarjana dan pascasarjana yang baru mengenal subjek e-business memahami isu-isu utama baik dari perspektif teoritis dan praktis. Buku ini juga merupakan sumber panduan dan informasi yang berharga bagi praktisi yang mencari wawasan tentang e-business pada beberapa bab berikut ini : Bab 1 Konsep dan Definisi E-Business Bab 2 Komponen Dalam Model E-Bisnis Bab 3 Kontribusi Internet Pada E-Bisnis Bab 4 Aspek Legal Dalam E-Business Bab 5 Peranan Website dalam E-Business Bab 6 Model-Model E-Business Bab 7 Strategi Pemasaran Dalam E-Business Bab 8 Model-Model Transaksi Secara Online Bab 9 Kompetisi dalam E-Business Bab 10 Sistem Keamanan dalam E-Business Bab 11 Keuntungan Menggunakan E-Commerce Dalam Bisnis Bab 12 Customer Relationship Management (CRM) Bab 13 Supply Chain Management (SCM) Bab 14 Enterprise Resource Planning (ERP)
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Dalam Lingkungan bisnis yang bergolak, mengglobal, dan cepat berubah penuh dengan persaingan, mengakibatkan organisasi dengan mudah kehilangan visi dan misi. Karenanya, perlu adanya strategi sebagai instrumen (alat) untuk mengendalikan nasib organisasi. Instrumen yang dimaksud adalah manajemen strategis, karena manajemen strategis memiliki efek mercusuar dan mendorong anggota organisasi untuk berpikir futuristik, melihat peluang dan ancaman baru, dan memungkinkan organisasi untuk fokus kembali pada visi dan misinya. Buku ini dirancang dengan cermat untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa bisnis, akademisi, serta manajer strategis dalam menjawab tantangan masa depan. Buku ini memberikan analisis mendalam tentang konsep-konsep manajemen strategis dengan contoh dunia nyata dan memperkaya pengetahuan bisnis strategis. Masalah-masalah yang disajikan dalam buku ini adalah masalah yang dihadapi para manajer hari ini dan di masa depan. Buku ini dapat menjadi referensi semua jenis organisasi, baik besar atau kecil, profit atau non-profit, domestik atau global. Selain itu, buku ini memberikan wawasan bermanfaat tentang pengambilan keputusan manajemen strategis saat ini dan menjadi kunci pengembangan efektivitas organisasi di masa depan. Buku ini cocok untuk akademisi (dengan referensi terkini), praktisi bisnis, dan mahasiswa bisnis program sarjana maupun pascasarjana di sekolah bisnis. Buku ini merupakan hasil adalah ringkasan pengalaman penulis sebagai konsultan bisnis dan akademisi bidang strategi bisnis dan strategi human capital, serta kajian dari literatur terbaru baik dari teks book maupun jurnal-jurnal ilmiah bisnis.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Aplikasi teknologi informasi merupakan terapan atau pemanfaatan teknologi informasi pada bidang tertentu. Salah satu ciri khas penerapan teknologi informasi pada suatu bidang adalah munculnya terminologi dengan tambahan awalan huruf ‘e‘ atau ‘m‘, seperti e-learning atau m-banking. Buku ini membahas aplikasi teknologi informasi pada bidang-bidang yang selanjutnya tim penulis uraikan menjadi 10 (sepuluh) bab, sebagai berikut: 1. Pengantar Aplikasi Teknologi Informasi 2. Teknologi Informasi pada Bidang Travel 3. Teknologi Informasi pada Bidang Lelang 4. Teknologi Informasi pada Bidang Hiburan 5. Teknologi Informasi pada Bidang Hotel 6. Teknologi Informasi pada Bidang Industri 7. Teknologi Informasi pada Bidang Transportasi 8. Teknologi Informasi pada Bidang Telekomunikasi 9. Teknologi Informasi pada Bidang Rekayasa Sumber Air. 10. Teknologi Informasi pada Bidang Jasa Konstruksi Semoga buku aplikasi teknologi informasi ini bisa menjadi sumbangsih kecil dari tim penulis dalam rangka menyemarakkan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-75. Dengan tagline “Indonesia Maju“, semoga segala permasalahan yang menimpa Indonesia dan dunia ini segera berlalu, Indonesia makmur dan jaya selalu.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan diktat yang bisa digunakan untuk bahan literasi atau kajian perkuliahan Prodi/Jurusan yang menerapkan kurikulum KKNI-SNPT. Tidak hanya bagi Prodi PGMI/PGSD, namun bisa untuk semua prodi yang berbasis pendidikan atau di bawah naungan Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK). Pada BAB I mengkaji tentang “Konsep Dasar Teacherprenuership”. Kemudian pada Bab II tentang “Model Manajemen Teacherprenuership dalam Pendidikan” dan Bab III tentang “Tantangan dan Peluang Teacherpreneurship di Era Milenial” dan BAB III tentang “Praktik Teacherpreneurship”. Teacherpreneurship ini sudah menjadi profil lulusan, kemudian menjadi mata kuliah di PGMI STAINU Temanggung. Apa yang dikonsep di Prodi PGMI STAINU Temanggung tentu masih dalam rangka mencari “kebenaran” dan idealitas. Namun, pada prinsipnya, calon guru harus memiliki jiwa entreprenuer/ wirausaha. Sebab, guru di era milenial, pascamilenial bahkan era alfa ini harus memahami bahwa gelembung disruption setelah era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) harus dijawab dengan kemampuan yang multipleskill. Salah satunya adalah teacherprenuer tersebut. Hal ini tentu senada dan seirama dengan doktrin bahwa “guru harus kaya” secara materiil. Guru tidak boleh hanya urusan berjuang, namun kata berjuang itu sendiri adalah dialektika antara “berju” dan “uang”. Meski profesi guru tidak untuk mencari materi saja, namun, secara person, guru haruslah kaya hati, harta, dan kouta. Sebab, jika guru kaya, mereka akan mapan dalam melakukan perubahan mendasar dalam pendidikan. Maka dari itu, guru kaya adalah sebuah keniscayaan di era disrupsi ini. Maka dari itu, bekal teacherprenuership inilah yang menjadi ikhtiar untuk menyiapkan calon guru yang berjiwa kaya. Apakah hanya kaya harta? Tentu tidak. Harta hanya bagian dari pendukung jiwa, sarana dan media guru berjuang mendidik anak-anaknya. Akhir kata, selamat membaca buku ini dan pahamilah, bahwa teacherprenuer hanya bagian dari usaha menjawab, dan menyesuaikan, serta menguasai zaman. Mengapa demikian? Sebab, hanya orang yang mampu membaca zeitgeist (spirit zaman) yang bisa bertahan. Masalahnya, sudahkah kita bisa membaca spirit zaman ini?