ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul, religius, dan berdaya saing di era globalisasi. Sekolah dan madrasah sebagai lembaga pendidikan formal dituntut mampu menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. Keberhasilan tersebut sangat ditentukan oleh peran kepala sekolah sebagai pemimpin strategis yang profesional, visioner, dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan manajemen strategis kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTs As-Salam Kuantan Singingi Riau, meliputi tahap formulasi, implementasi, dan evaluasi strategi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan teknik analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode. Lokasi penelitian dipilih secara purposive di MTs As-Salam karena madrasah ini dikenal memiliki program unggulan berbasis keislaman dan mutu akademik yang meningkat signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan manajemen strategis secara partisipatif, terencana, dan berorientasi pada mutu berkelanjutan. Pada tahap formulasi, strategi dirancang melalui analisis SWOT untuk mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman madrasah. Implementasi strategi dilakukan melalui penguatan kompetensi guru, pembiasaan karakter religius, serta digitalisasi pembelajaran. Evaluasi strategi dilaksanakan secara berkala melalui rapat, supervisi, dan laporan kinerja untuk memastikan efektivitas program. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan mutu pendidikan di MTs As-Salam Kuantan Singingi Riau sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala madrasah yang profesional, adaptif, dan kolaboratif dalam menerapkan manajemen strategis berbasis nilai-nilai Islam dan prinsip manajemen modern.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Problem SMPIQu Al Bahjah Cirebon terkait dengan kurikulum adalah belum ditemukannya titik temu antara kurikulum formal kedinasan dengan kurikulum non formal pesantren. Problem ini membuat salah satu kurikulum ada yang bersifat hidden yaitu kurikulum pesantren. Hidden kurikulum pesantren di SMPIQU Al Bahjah Cirebon tetap harus di manajemen dan dikembangkan. Rumusan masalah yaitu, bagaimana formulasi, implementasi, dan evaluasi pengembangan hidden kurikulum pesantren di SMPIQu Al Bahjah Cirebon?. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil dan simpulan penelitian ini menemukan bahwa formulasi pengembangan hidden kurikulum pesantren dilakukan dengan lima indikator yaitu pengembangan Visi dan Misi; identifikasi terhadap peluang yang ada; identifikasi terhadap munculnya ancaman dari luar organisasi; menemukan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh internal organisasi; dan membuat tujuan jangka panjang. Implementasi dilakukan dengan melakukan rapat kerja dan rapat harian; membuat jadwal kegiatan belajar mengajar sesuai dengan yang telah direncanakan; membuat dan mengembangkan sistem informasi manajemen sekolah; meningkatkan sumber daya manusia pengajar dan santri; mengembangkan kemampuan sumber daya manusia bagi pengajar; meningkatkan akhlak dan adab santri dengan mengikuti kajian, kontrol ibadah, dan lain-lain; dan meningkatkan santri dengan pemahaman serta penguasaan bahasa asing. Evaluasi dilakukan berdasarkan implementasi pengembangan hidden kurikulum pesantren dengan supervisi musywarah rutin; inspeksi; audit dan laporan. Kegiatan dilakukan dengan bentuk pendidikan berbasis akhlak dan akidah; penataan dan pengelolaan administrasi secara tertib; optimalisasi media sebagai infrastruktur dan sarana pengembangan kurikulum; dan aktif dalam ajang kompetisi serta menjadi tuan rumah even kompetisi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam mewujudkan program adiwiyata membutuhkan manajemen yang tepat terutama kemampuan yang harus ada dalam diri kepala sekolah agar dapat mewujudkan keterampilan unjuk kerja sebagai kepala sekolah dalam menjalankan visi dan misi sekolah yang dipimpinnya berdasarkan keterampilan dan kemampuan yang dimilikinya. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif studi fenomenologi. Hasil penelitian tentang manajemen strategis kepala sekolah SMPN 1 Compreng dalam mewujudkan sekolah adiwiyata terlebih dahulu melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal sekolah dengan menggunakan analisis SWOT. Perencanaan sekolah adiwiyata Mengalokasikan anggaran 20 % untuk penataan sarana dan prasarana yang berbasis lingkungan. Pembuatan Green House, pembuatan taman belakang, penataan tempat sampah terpisah dan pembuatan panggung kreativitas seni, Mengkolaborasikan kurikulum berbasis lingkungan, mengelola penyusunan kurikulum, visi dan misi sekolah serta penerapan pembelajaran berbasis lingkungan, membentuk tim adiwiyata dengan tugas pokoknya mensukseskan program adiwiyata dengan strategi komunikasi, kolaborasi dan kerja sama. Pelaksanaan program adiwiyata meliputi Pemberdayaan kader kebersihan, teknologi, penanaman pohon dan pembelajaran yang menyenangkan, mengadakan kampanye hemat energi, bekerja sama dengan lembaga pecinta lingkungan dan puskesmas, mengoptimalkan sarana dan prasarana, pembuatan bank sampah, sumur serapan, strategi peningkatan kualitas pengelolaan dan ramah lingkungan dengan evaluasi secara berkala, studi banding, program sosialisasi dan publikasi di lingkungan sekolah, menjalin kemitraan dengan Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan Evaluasi melalui pengawas internal sebagai penanggung jawab program yaitu kepala sekolah untuk mengontrol dan mengawasi program Adiwiyata. Adapun pengawas eksternal berasal dari Badan Lingkungan Hidup dan komite sekolah maupn orang tua siswa..