Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SAROPAH

3 karya publik ditemukan.

2025: 12019: 1

Implementasi metode bercerita terhadap kemampuan berbicara anak Pada kel,A di RA Al Falah karangwangi depok cirebon

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SAROPAH NIM. 2015.4.3.1.00417 "Implementasi Metode Bercerita Terhadap Kemampuan Berbicara pada Anak Kelompok A RA Al Falah Karangwangi Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon" Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berbicara pada anak Kelompok A RA Al Falah Karangwangi Kecamatan Depok Kbupaten Cirebon. salah satu upaya yang ditempuh untuk menyelesaikan tersebut adalah denganmenerapkan metode bercerita dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak. secara umum rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah perbedaan kemampuan berbicara anak Kelompok A RA Al Falah Karangwangi Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon sebelum dan sesudah penerapan metode bercerita ? penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen terhadap anak di Kelompok A RA Al Falah Karangwangi Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon yang berjumlah 25 anak. data penelitian ini dikumpulkan melalui tes bercerita dan observasi kemampuan berbicara anak. kesimpilan penelitian ini adalah : 1) kemampuan berbicara anak di Kelompok A RA Al Falah Karangwangi Kecamatan Depok Kabupaten Cirebonsebelum penerapan metode bercerita berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata nilai sebesar 17,28 sedangkan brdasarkan nilai analisis skor ideal didapatkan bahwa 48% kemampuan berbicara anak termasuk dalam ketegori kurang tinggi. 2) kemampuan berbicara anak Kelompok A RA Al Falah Karangwangi Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon sesudah penerapan metode bercerita berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata sebesar 30,2 sedangkan berdasarkan hasil analisis skor ideal didapatkan bahwa 76% kemampuan berbicara anak termasuk dalam kategori tinggi. 3) perbedaan kemampuan berbicara anak Kelompok A RA Al Falah Karangwangi Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon sebelum dan sesudah penerapan metode bercerita terbukti dengan nilai t hitung = 17,762. nilai tersebut dibandingkan dengan t tabel pada db=25-2=23 degan signifikasi di angka 0,05 (5%), didapatkan t tabel sebesar 1,174 berdasarkan ketentuan jika t hitung>t tabel maka H0 ditolak. dengan demikian dapat ditketahui bahwa t hitung>t tabel (17,762>1,174) yang artinya bahwa H0 (hipotesis nihil) ditolak, artinya terdapat perbedaan yang signifikan dari kemampuan berbicara anak sebelum dan sesudah penerapan metode bercerita dengan tingkat perbedaan 60% yang artinya kemampuan berbicara anak lebih baik ketika menggunakan metode bercerita. kesimpulannya penerapan metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak Kelompok A RA Al Falah Karangwangi Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon .

MANAJEMEN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER RELIGIUS DI TK IT AL-MADANI KABUPATEN CIREBON

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penurunan karakter bangsa saat ini dapat menunjukkan lemahnya pendidikan karakter, mulai dari kalangan pemimpin negara hingga pelajar yang sering menjadi sorotan berbagai pihak. Pembentukan karakter religius merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki karakter generasi bangsa dalam memperkuat Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen Projek P5 dalam pembentukan karakter siswa di TK IT Al-Madani . Teori yang digunakan adalah teori George R. Terry tentang fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan/evaluasi. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi manajemen yang diterapkan di yaitu (1) Perencanaan Projek P5 dalam pembentukan karakter siswa di dilakukan dengan membentuk tim fasilitator, yang dibentuk oleh tim manajemen sekolah ; (2) Pengorganisasian Projek P5 dilakukan dengan menggunakan sistem blok waktu, dalam artian sudah ada plot jamnya masing - masing; (3) Pelaksanaan Projek P5 dalam pembentukan karakter dilakukan dalam kegiatan sehari-hari; (4) Evaluasi Projek P5 dalam pembentukan karakter siswa dilakukan secara proses, tidak ada penilaian secara tertulis, jadi evaluasi Projek P5 dilakukan dengan cara pengamatan outcome nya siswa. (5) Faktor penghambat dan faktor pendukung Projek P5 dalam pembentukan karakter siswa adalah untuk penghambatnya tidak ada, tetapi presepsi tentang Projek P5 masih sering keliru, dan untuk faktor pendukungnya adalah fasilitas yang memadahi.