BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Buku ini memberikan pandangan ke depan bagi para mahasiswa sebagai calon guru mata pelajaran untuk dapat mengkompilasi dalam mengajar, mendidik dan membimbing mata pelajaran dengan perkembangan pendidikan lingkungan sosial, budaya dan teknologi, sehingga para peserta didik dapat mengetahui bagaimana situasi dan kondisi masa depannya. Buku ini juga memberikan beberapa contoh-contoh sikap, perilaku, perbuatan dan kenyataan kehidupan manusia, baik itu perbuatan negatif maupun yang positif. Dengan harapan kepada para mahasiswa bisa mentransfer tentang pendidikan, lingkungan sosial, budaya dan teknologi yang positif. Kemudian dalam bab terakhir pada buku ini disajikan tentang Teaching 2030 yang dikarang oleh seorang pensiunan guru di Amerika Serikat untuk mengubah arah pendidikan di US dengan harapan dari buku tersebut dapat memberikan inovasi para mahasiswa menjadi guru yang profesional dalam memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada peserta didik ketika mereka terjun menjadi seorang pendidik, pengajar dan pembimbing di masa yang akan datang.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
“Buku ini kembali mengajak kita kepada menelusuri konsep dan hakikat pendidikan lingkungan hidup yang hakiki yang disandingkan dengan pemahaman akan lingkungan yang utuh. Sebuah konsep pendidikan lingkungan hidup yang memang perlu ditanamkan kepada siapapun yang bergerak di bidang PLH. Di samping itu, Buku ini sangat relevan dengan kondisi saat ini.” Prof. Dr. Eri Berlian, MS (Ketua Program Studi S3 Ilmu Lingkungan) “Tema buku ini menarik bagi kalangan dosen dan pendidik, spesifik dan mampu menjawab tantangan akan minimnya buku pegangan pendidikan lingkungan hidup. Seharusnya memang perlu dikenalkan sebuah model pendidikan lingkungan hidup yang orisinil dan buku ini sangat pantas digunakan sebagai rujukan untuk hal tersebut. Buku ini sangat layak dan perlu bagi pendidik ataupun calon pendidik yang akan berkecimpung dengan dunia pendidikan lingkungan hidup.” Prof. Dr. Bedjo Sujanto, M.Pd (Rektor Universitas Negeri Jakarta tahun 2004-2013)
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Judul : MODUL AJAR PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP ANAK USIA DINI Penulis : Ira Ririhena, M. Pd Ukuran : 15,5 cm x 23 cm Tebal : 140 Halaman ISBN : 978-623-6872-52-9 Lingkungan Hidup menjadi issue global dalam tatanan merawat bumi sebagai tempat tinggal dan keberlangsungan mahkluk ciptaan Tuhan. Dinamika lingkungan hidup dapat diatasi melalui berbagai strategi penanganannya sesuai kapasitas sumber daya manusia yang diberdayakan. Domain Pendidikan Lingkungan Hidup mencakup seluruh sistem pendidikan pada jenjang Perguruan Tinggi hingga Anak Usia dini. Pentingnya Pendidikan lingkungan Hidup harus dimulai sejak dini kepada anak sebagai generasi peduli alam. Anak memiliki peran untuk mengenal lingkungan hidup yang dimulai dari pengenalan dirinya sendiri, keluarga, sekolah dan masyarakat dalam mewujudkan nilai-nilai integrasi PLH AUD ke ranah lingkungan yang lebih luas. Buku ini merupakan panduan belajar bagi mahasiswa/para pelajar, pegiat dan penyintas lingkungan Hidup dan fokus kepada para guru PAUD yang menjadi ‘gerbang’ utama dalam mendidik anak usia dini. Penulis menyajikan konsep, metode, strategi PLH AUD, pedagogi PLH dan langkah-langkah praktis penerapan PLH, lingkungan ramah anak, serta bagaimana menyusun rencana belajar PLH bagi anak usia dini yang menjadi bagian integral pendidikan lingkungan hidup (PLH).
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Impact of education development on social life in Tahanabang, Jakarta, Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Orang bijak adalah orang yang mampu memuliakan sampah. Memuliakan sampah berarti ia memilah sampah berdasarkan jenisnya, meletakkan sampah pada tempat sesuai dengan kategorinya, dan kemudian mengelola sampah dengan kreatif. Pengelolaan sampah itu bisa melalui Bank Sampah, menjadikan sampah sebagai materi prakarya di sekolah, atau bahan kerajinan daur ulang yang banyak dikelola masyarakat. Pendeknya, sampah adalah berkah dan bisa menjadi emas Buku persembahan penerbit Best Media (GalangPressGroup)
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Permasalahan yang muncul terlihat seolah diskret satu sama lain. Seringkali solusi yang dilakukan pun bersifat parsial. Oleh karena itu masalah demi masalah pun selalu bergantian muncul seiring waktu terkait persoalan lingkungan. Dengan demikian dibutuhkan cara pandang yang komprehensif dan terintegrasi terhadap lingkungan hidup guna menemukan dan mengupayakan solusi yang simultan dan komprehensif pula. Buku ini sebenarnya merupakan pendekatan dan pintu gerbang ke arah cara pandang yang demikian. Pendekatan itu, terjabar dalam aspek pewarisan, pemeliharaan dan rekonstruksi nilai dan keterampilan hidup di antar generasi. Hal yang demikian, mau tidak mau berada dalam dimensi pendidikan. Sebab akar permasalahan lingkungan hidup tak lain tak bukan adalah “perilaku” yang merupakan ranahnya pendidikan secara formal, informal dan nonformal. Pendidikan Lingkungan (Environmental Education) ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Korupsi telah menyusup di segala aspek kehidupan masyarakat sehingga hampir tidak ada ruang yang tidak terjamah korupsi. Korupsi tidak hanya merugikan keuangan dan perekonomian negara, tetapi juga telah melanggar hak-hak ekonomi dan sosial (economic and social rights) masyarakat secara luas yang akibatnya akan menggerus kemampuan dan kemapanan ekonomi suatu bangsa. Korupsi berkaitan dengan berbagai permasalahan, tidak hanya permasalahan hukum dan penegakannya, tetapi juga menyangkut masalah moral/sikap mental, masalah pola hidup serta budaya dan lingkungan sosial, masalah kebutuhan dan tuntutan ekonomi dan kesenjangan sosial, masalah struktur/ sistem ekonomi, masalah sistem budaya, masalah budaya politik, masalah mekanisme pembangunan dan lemahnya birokrasi (administrasi dan pengawasan) di bidang keuangan dan pelayanan publik. Buku ini membahas tentang: Bab 1 Pengertian, Ruang Lingkup, dan Sekilas Lintasan Sejarah Korupsi Bab 2 Jenis dan Bentuk Korupsi Bab 3 Dasar Hukum dan Lembaga Pemberantasan Korupsi Bab 4 Korupsi dalam Pandangan Islam Bab 5 Efek Krusial Perilaku Korupsi dan Langkah Serta Upaya Pencegahan Korupsi Bab 6 Otonomi Daerah dan Ancaman Korupsi serta Transparansi dan Good Governance Bab 7 Sistem Penegakan Hukum Terhadap Penyalahgunaan Kewenangan yang Dilakukan Penyelenggara Negara Bab 8 Hambatan dan Tantangan Pemberantasan Korupsi Bab 9 Membangun Kesadaran Perilaku Anti Korupsi Bab 10 Keluarga dan Sekolah Sebagai Pilar Pembudayaan Perilaku Anti Korupsi Bab 11 Pendidikan Agama Sebagai Proses Penguatan Mental Anti Korupsi
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Modul ini dirancang sebagai tambahan referensi untuk mahasiswa dalam berupaya mengubah perilaku dan sikap mahasiswa, bertujuan (goal) pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup yang telah ditetapkan didasarkan pada batasan pendidikan lingkungan yang menekankan pada pengenalan tentang konsep-konsep kependudukan dan lingkungan hidup, perubahan sikap, dan munculnya partisipasi sebagai wujud perilaku dalam pengambilan keputusan rasional terhadap lingkungan. Sebagai program pendidikan, Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) mempunyai misi dalam upaya pendewasaan seseorang, dalam hal ini peserta didik agar berperilaku yang rasional dan bertanggung jawab tentang masalah kependudukan dan lingkungan hidup. Dapat disimpulkan bahwa salah satu tujuan pendidikan lingkungan adalah membentuk warga negara berwawasan kependudukan dan lingkungan atau lebih konkrit disebut perilaku warga negara yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, atau dikenal dengan REB
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Pendidikan ekonomi berkarakter untuk pembangunan berwawasan lingkungan memungkinkan setiap manusia memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai yang diperlukan untuk membentuk masa depan yang berkelanjutan. Pendidikan ekonomi berkarakter untuk pembangunan berwawasan lingkungan berarti memasukkan isu-isu kunci pembangunan berkelanjutan ke dalam pendidikan dan pembelajaran ekonomi. Hal tersebut membutuhkan metode pengajaran dan pembelajaran ekonomi yang partisipatif serta dapat memotivasi dan memberdayakan peserta didik untuk mengubah perilaku mereka dan mengambil tindakan untuk pembangunan berkelanjutan, khususnya pada pembangunan berwawasan lingkungan, sehingga diharapkan kehadiran buku ini dapat memberikan perubahan besar dalam konteks pendidikan ekonomi yang diimplementasikan saat ini dan pada masa yang akan datang.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Penguatan pendidikan karakter semakin mendesak dan harus diprioritaskan karena muncul berbagai persoalan, seperti maraknya tindakan intoleransi, perilaku kekerasan, kejahatan seksual, tawuran pelajar, pergaulan bebas, serta kecenderungan anak-anak muda memakai narkoba. Selain itu, indeks pembangunan manusia yang rendah, kurangnya keterampilan seni dan estetika, serta pemahaman etika yang belum terbentuk selama masa pendidikan menjadi alasan penting perlu digalakkan penguatan karakter di berbagai lini, termasuk di sekolah.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Dunia pendidikan Indonesia saat ini dikepung oleh berbagai hal yang membuatnya kurang menyasar titik mendasar yang sejati. Pendidikan di sekolah cenderung mengarah pada pola cepat saji, terlalu berkiblat pada kepentingan industri, dan kurang peduli untuk menjawab kebutuhan masyarakat terutama kelompok yang terpinggirkan.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Pemahaman dialektis pendidikan dan pembangunan merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh akademisi maupun para praktisi pendidikan nonformal lainnya. Hal ini dilatarbelakangi karena salah satu sasaran pendidikan yang strategis adalah pengembangan masyarakat sebagai dimensi makro dari pendidikan. Akademisi sebagai salah satu jalur pendidikan, selain pendidikan formal dan pendidikan nonformal, memiliki kekhasan dalam menentukan sasaran didiknya, yaitu masyarakat dan individu yang ada di dalam masyarakat itu. Berhubung dengan itu maka inheren, semua pengetahuan keilmuan yang berhubungan dengan pengembangan masyarakat perlu dipelajari oleh para mahasiswa dan tentu harus tercantum di dalam kurikulumnya. Demikian pula kompetensinya, semua kemampuan yang berhubungan dengan pengembangan masyarakat perlu dipelajari oleh para mahasiswa. Di sinilah letak pentingnya kompetensi pengembangan masyarakat perlu dimiliki oleh para pendidik nonformal dan dengan demikian maka keahlian atau kompetensi akademisi itu tidak lain adalah peningkatan kapasitas akademisi untuk pengembangan masyarakat atau sering dirumuskan sebagai akdemisi untuk pemberdayaan masyarakat. Dasar keilmuan yang perlu dan relevan di sini adalah (ilmu) pendidikan dan pembangunan yang oleh penulis buku ini disebut dengan istilah "Hubungan Dialektis Pendidikan dan Pembangunan".
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Ada blessing in disguise dari peristiwa pandemi Covid-19 beberapa bulan ini yang menjadi momok bagi dunia dan telah menguras tenaga, pikiran, anggaran bahkan memasuki wilayah agama. Dalam wilayah agama terjadi debatable, ketika ada pelarangan berkumpul karena berpotensi menjadi mata rantai penyebaran virus. Pro-kontra shalat jum'at diganti sementara dengan shalat dhuhur di rumah, shalat tarawih dikerumahkan memunculkan new jabarism. Ada yang memandang karantina (Jockdown) akan lebih menyelamatkan dan ini juga perintah nabi, memiliki landasan teologis. Tetapi juga ada yang optimis dengan pendekatan shalat dan baca Quran justru memunculkan daya imun tersendiri. Terdapat prediksi mengenai perubahan perilaku manusia selama dan pasca Covid- 19 menuju New Norma/ (Kenormalan Baru), yakni: Pertama, Stay at home style, gaya hidup baru, tinggal di rumah dengan aktivitas, working, living, playing, karena adanya social distancing, kedua, Bottom of Pjramida, mengacu pada piramida Maslow konsumen kini bergeser kebutuhannya dari "puncak piramida" yaitu aktualisasi diri dari esteem ke "dasar piramida", yaitu makan, kesehatan dan keamanan jiwa raga; ketiga, Go Virtual, dengan adanya covid 19 konsumen menghindari kontak fisik, mereka beralih menggunakan media virtual/digital; dan keempat adalah Emphatic society, banyak korban nyawa akibat covid 19 melahirkan masyarakat baru yang penuh dengan empati, welas asih dan sarat dengan solidaritas sosial. Sebuah survey di Amerika Serikat yang dilakukan oleh McLaughlin & Associates menunjukkan bahwa jutaan orang menjadi lebih religious atau memilih kembali ke jalan Tuhan di tengah pandemic covid-19. Hasilnya survey ini menunjukkan, 44% responden beranggapan krisis covid 19 yang terjadi dalam empat bulan terakhir ini adalah pertanda agar semua orang kembali kepada Tuhan dan tanda segera datangnya hari penghakiman atau hari akhir. Ini semakin menegaskan bahwa tidak ada yang sia-sia yang diciptakan Tuhan.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan salah satu perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh civitas akademika Universitas Siliwangi. Kajian teori penelitian dipilih berdasarkan kajian keilmuan antropologi, sosiologi, dan budaya lokal pada keilmuan pendidikan luar sekolah.