Abstrak
Allah SWT juga menciptakan manusia yang merupakan bagian takterpisahkan dari alam semesta dan senantiasa berada di dalamnya. Oleh sebab itu, eksistensi dan pergerakan hidup manusia pun tunduk pada fitrah hukum alam semesta secara tetap dan otomatis. Di sisi lain manusia sebagai hamba selain berkewajiban untuk beribadah kepada Allah juga diserahi amanat sebagai pengelola alam semesta dengan kedudukan selaku khalifatullah untuk mewujudkan kesejahteraan manusia. Untuk itulah, maka manusia diberi kekuatan jiwa yang ditempatkan di dalam fisik jasmani (raga) manusia. Kekuatan jiwa ini terdiri atas jiwa nabati, jiwa hewani, jiwa insani, dan jiwa ruhani. Selama jiwa ini masih menyatu dengan jasmani (raga), manusia bisa beraktivitas. Tetapi jika jiwa telah meninggalkan raga, maka terhentilah semua aktivitasnya. Hal ini sudah menjadi sunnatullah yang tidak akan terjadi perubahan sedikitpun terhadapnya.