Abstrak
Komumitas sosial berbasis keagamaan di Indonesia cenderung memiliki loyalitas kuat, stabil dan tidak mudah dicerai-berai oleh pihak pihak eksternal. Hal ini karena mereka memiliki prinsip-prinsip dan relijiusitas dalam menjalankan kehidupan duniawi yang relatif terpelihara. Dinamika dalam hubungannya dengan elemen internal maupun pihak eksternal merupakan riak-riak kecil sebagai penanda kehidupan interaktif dan responsif terhadap intervensi politik dari luar dirinya; sehingga meskipun terjadi kemelut, betapapun rumitnya tetapi hal ini hanya bersifat sementara. Hal ini ditunjukkan --- setidaktidaknya --- dalam konteks hasil penelitian tentang konrovesi politik kyai tarekat dalam “Pergeseran Orientasi Politik Kyai Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah di Jombang” (Jawa Timur).