Abstrak
Penelitian ini menganalisis manajemen program Sertifikasi Profesi untuk meningkatkan mutu lulusan di SMK Farmasi YPIB Bunga Bangsa Kabupaten Cirebon, dengan fokus pada fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Latar belakangnya adalah rendahnya mutu pendidikan vokasi di Indonesia, tercermin dari pengangguran lulusan SMK dan peringkat pendidikan nasional, sehingga profesi sertifikasi profesi ini diperlukan untuk menyelaraskan kompetensi siswa dengan standar industri. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus selama delapan bulan, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi dari informan kunci (kepala sekolah, wakil kurikulum, guru, siswa) serta sumber sekunder seperti dokumen sekolah. Hasil menunjukkan manajemen LSP meliputi 1). Perencanaan terstruktur dengan analisis kebutuhan dan koordinasi stakeholder; 2). Pengorganisasian sinergis melalui struktur hierarkis dan pemberdayaan sumber daya; 3). Pelaksanaan inovatif seperti workshop, simulasi ujian, dan magang; serta yang terakhir 4). Evaluasi berkelanjutan berdasarkan kelulusan sertifikasi, kepuasan industri, dan penyerapan kerja. Program ini efektif meningkatkan kompetensi guru dan mutu lulusan, meski menghadapi tantangan sumber daya, jadwal, dan birokrasi. Kesimpulan: Manajemen program sertifikasi profesi berkontribusi signifikan pada visi sekolah menghasilkan lulusan kompeten, dengan implikasi teoritis untuk model pendidikan vokasi dan praktis untuk sekolah lain. Rekomendasi: Intensifkan pelatihan guru, kuatkan kemitraan industri, manfaatkan teknologi monitoring, dan lakukan penelitian dampak jangka panjang.