Abstrak
Penelitian ini bertolak dari adanya kebijakan kepala sekolah dalam pembentukan sikap peduli lingkungan. Penelitian ini mengangkat permasalahan manajemen strategis yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam membentuk sikap peduli lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi manajemen yang diterapkan kepala sekolah dalam membentuk sikap peduli lingkungan, mulai dari aspek formulasi, implementasi dan evaluasinya. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus (Case study). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dari beberapa sumber informasi, yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru-guru dan siswa, serta melalui studi dokumen dan catatan yang ada. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen strategi pembentukan sikap peduli siswa terhadap lingkungan sudah berjalan dengan bagus, hal ini terlihat mulai dari tahap formulasi stratagi ditempuh dengan langkah-langkah yang sistematis mulai dari analisis visi-misi yang relevan dengan lingkungan, analisis kebutuhan eksternal dan internal, analisis kebutuhan jangka panjang, merumuskan rancangan alternative strategi dan terakhir yaitu penetapan strategi yang memuat 6 aspek strategi yaitu yang berkaitan dengan kebijakan, penyusunan kurikulum, pemetaan SDM, penyusunan Program pembiasaan, penetapan anggaran dan pengadaan sarpras. Pelaksanaan stratagi dilakukan dalam bentuk perumusan kebijakan yang berkaitan dengan upaya pembentukan sikap peduli lingkungan, penyusunan kurikulum yang memuat nilai kepedulian terhadap lingkungan berikut model pembelajarannya, pemetaan SDM pelasksana strategi berikut dengan tupoksinya, penyusunan Program pembiasaan di luar sekolah, penambahan angagran untuk mensuport proses KBM dan sarana lingkungan serta pengadaan sarpras seperti ketersediaan sumber air, toilet, peralatan kebersihan dan papan-papan himbauwan peduli lingkungan. Proses evaluasi stratagi telah memiliki alur dan mekanisme baik dari aspek evaluator, model evaluasinya, instrumen evaluasi maupaun capaiannya yang saudah bagus, yaitu tumbuhnya kebiasaaan positif di kalangan siswa terhadap lingkungan.