Abstrak
ABSTRAK Mohamad Irfanul Firdaus, 2025. Manajemen Sarana Dan Prasarana Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SMP Negeri 1 Karangsembung Kabupaten Cirebon. Kebutuhan sarana dan prasarana dalam setiap jenjang pendidikan menjadi salah satu sumber utama dalam menunjang proses pembelajaran yang ada di sekolah. Setiap satuan pendidikan memfasilitasi peserta didiknya untuk mencapai tujuan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan peserta didik tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perencanaan, pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, penghapusan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana untuk mengembangkan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Karangsembung. Metode penelitian mnggunakan studi kasus, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan mengumpulkan data, kondensasi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Pengecekan data menggunakan kriteria kredibilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian ini adalah : 1) Perencanaan diawali dengan analisis sarana dan prasarana, 2) Pengadaan dilakukan dengan proses pengadaan sarana dan prasarana yakni perencanaan (penyusunan rencana kerja, pembentukan tim pengadaan), penganggaran (penyusunan anggaran, pencarian sumber dana), pengadaan (pemilihan supplier), penerimaan barang (pemeriksaan barang, pembayaran) dan pemasangan dan penggunaan (pelatihan, evaluasi), 3) Inventarisasi dilakukan dengan proses pelaksanaan penggunaan yakni pelaksanaan penggunaan melalui perencanaan penggunaan (jadwal penggunaan, alokasi ruang), pengelolaan dan pemeliharaan (inventarisasi dan perbaikan), penggunaan yang efektif (sosialisasi, evaluasi dan penggunaan), keamanan dan keselamatan (procedure keamanan dan keselamatan), evaluasi dan pengembangan (evaluasi berkala), 4) Penyimpanan dilakukan dengan proses penyimpanan, yakni dengan cara pengelompokkan barang, berdasarkan jenis, penataan barang, pencatatan dan pemeliharaan (kebersihan dan perawatan), 5) Penghapusan dilakukan dengan mekanisme penghapusan yaitu dengan identifikasi barang yang akan dihapus (penilaian kondisi, evaluasi penggunaan), penyusunan laporan penghapusan (data barang, perhitungan nilai), proses persetujuan (rapat pembahasan, persetujuan tertulis), pelaksanaan penghapusan (pemindahan barang, dokumentasi, pembuangan), pembaharuan data inventaris (penghapusan data, arsip), dan 6) Pemeliharaan dilakukan dengan proses perawatan sarana dan sarana yang kami lakukan dengan perencanaan perawatan (identifikasi sarpras, penilaian kondisi), pelaksanaan perawatan (rutin dan berkala) serta pemantauan dan evaluasi (pencatatan, evaluasi dan penyesuaian). Dari perawatan sarpras yang dilakukan kami berharap meningkatkan kenyamanan belajar mengajar, meningkatkan kualitas pembelajaran, menjamin keamanan dan kesalamatan, memperpanjang umur pakai (efisiensi biaya, invenstasi jangka panjang) serta mendukung kegiatan ekstrakurikuler (fasilitas olahraga).