Abstrak
ABSTRAK Lemahnya implementasi nilai-nilai berkarakter di lembaga-lembaga pemerintahan dan kemasyarakatan ditambah berbaurnya arus globalisasi telah mengaburkan kaidah-kaidah moral budaya bangsa yang sesungguhnya bernilai tinggi. Akibatnya, perilaku-perilaku tidak normatif semakin jauh merasuk ke dalam dan berakibat merusak kehidupan berbangsa. Pendidikan karakter merupakan sebuah usaha untuk mendidik anak agar dapat menjadi warga Negara yang demokratis, berbudi pekerti luhur, bertanggung jawab atas kesejahteraan bangsa, berakhlak mulia, memiliki moral demokratis, sebagaimana dicantumkan dalam, UU No 2 tahun 1989, UU No 20 tahun 2003, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap lingkungannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, berusaha memberikan gambaran secara sistematis tentang fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu. Dalam penelitian ini penulis menggambarkan dan menjelaskan mengenai Pembentukan Karakter Islami Melalui Metode Pembiasaan Di Sekolah Dasar Islam Terpadu Tihamah Watubelah Sumber Kabupaten Cirebon. SDIT Tihamah merupakan sekolah yang menerapkan Fullday school dan include dengan DTA, yang mana kegiatan dimulai dari jam 06:55 sampai dengan jam 16:00 dengan menggunakan kurikulum yang berlandas pada Diknas dan Depag. Pendidikan karakter bukan semata-mata soal pengetahuan belaka, namun terlebih soal kepribadian dan perilaku siswa sehari-hari. Pembentukan karakter merupakan tugas bersama antara orang tua, sekolah dan masyarakat atau lingkungan sekitar. Pembentukan karakter tidak hanya lewat ceramah dan nasihat saja, akan tetapi harus dengan teladan yang konkret dan dibiasakan dari awal. Sekolah merupakan rumah kedua bagi anak,sekolah harus mampu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk menunjang pembentukan karakter. SDIT Tihamah menyadari tentang hal itu. Maka dari itu SDIT Tihamah membiasakan anak melakukan kegiatan yang baik sehingga nantinya anak akan memiliki karakter yang baik sesuai dengan ajaran Islam.