Profil penulis
Susilawati
24 karya publik ditemukan.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Munculnya pendidikan kewarganegaraan di latar belakangi oleh semangat para pahlawan dan perjuangan bangsa yang merupakan kekuatan mental spiritual telah melahirkan kekuatan yang luar biasa dalam masa perjuangan fisik. Sedangkan dalam menghadapi globalisasi untuk mengisi kemerdekaan kita memerlukan perjuangan non fisik sesuai dengan bidang profesi masing-masing yang dilandasi oleh nilai-nilai perjuangan bangsa sehingga kita tetap memiliki wawasan dan kesadaran bernegara, sikap dan prilaku yang cinta tanah air dan mengutamakan persatuan serta kesatuan bangsa Indonesia dan keutuhan NKRI. Pendidikan Kewarganegaraan mengalami berbagai macam perubahan di dalam perkembangannya. Di mana perubahan yang dilakukan tersebut bertujuan untuk memperbaiki isi dari Pendidikan Kewarganegaraan itu sendiri. Pada mulanya istilah Pendidikan Kewiraan merupakan istilah yang digunakan sebelum memakai istilah pendidikan kewaraganegaraan. Pendidikan kewarganegaraan atau PKN secara umum merupakan bentuk pendidikan yang mengingatkan akan pentingnya nilai-nilai hak dan kewajiban warga negara supaya mereka menjadi warga negara yang berpikir tajam dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.
Metode Penelitian Kuantitatif
MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen keuangan adalah kegiatan usaha sebagai bentuk tanggung jawab untuk memperoleh dan menggunakan dana perusahaan dalam mencapai tujuan dengan cara yang efektif. Pada intinya, manajemen keuangan adalah segala kegiatan perusahaan terkait cara menggunakan, memperoleh, dan mengelola dana perusahaan dalam mencapai tujuan dan target tertentu. Ruang Lingkup Manajemen Keuangan adalah pendanaan, investasi, dan pengelolaan asset. Dengan mengacu pada prinsip manajemen keuangan kehati-hatian (prudence), kemandirian (autonomy), Pengembalian yang memadai (adequate return), likuiditas (liquidity), Efisiensi (efficiency), Konsistensi (consistency), Transparansi (transparency). Buku ini akan membahas tentang: 1. Fungsi dan Peran Manajemen Keuangan 2. Analisis dan Diagnostik Laporan Keuangan 3. Manajemen Modal Kerja 4. Manajemen Kas dan Sekuritas 5. Manajemen Piutang 6. Manajemen Persediaan 7. Perencanaan Perusahaan Jangka Pendek dengan Analisis Biaya, Volume dan Laba atau Analisis Break Even Point 8. Estimasi Arus Kas Investasi Jangka Panjang 9. Teknik Penilaian Investasi Jangka Panjang: Average Rate of Return (ARR), Payback Period, Net Present Value, Profitability Index dan Internal Rate of Return 10. Capital Rationing 11. Biaya Modal (Cost of Capital)
Manajemen Bisnis
Entitas bisnis saat ini dihadapkan pada perubahan yang senantiasa terjadi secara cepat, dinamis dan sulit untuk diprediksi serta perubahan yang terjadi dapat mengakibatkan adanya disrupsi lintas industri. Hal tersebut memaksa entitas bisnis untuk senantiasa melakukan adaptasi secara cepat dan akurat sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan yaitu untuk berkembang dan memenangkan persaingan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perusahaan perlu melakukan serangkaian pengelolaan untuk memastikan bahwa sumber daya yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara maksimal. Melalui serangkaian alat dan fungsi manajemen, entitas bisnis melalui manajerialnya dapat melakukan tindakan preventif dan kuratif secara cermat untuk dapat memaksimalkan sumber daya yang dimiliki. Buku ini memberikan panduan mengenai definisi manajemen, teknik pengelolaan sumber daya keuangan, sumber daya manusia dan pembentukan budaya organisasi sehingga diharapkan setiap entitas bisnis, baik berskala kecil, menengah maupun yang berskala besar dapat mengusahakan yang terbaik untuk kelangsungan organisasinya. Melalui 16 bab yang disajikan di dalam buku Manajemen dan Bisnis ini, diharapkan buku ini dapat menjadi gerbang utama dan referensi wajib untuk mengawali siapapun yang akan mempelajari lebih lanjut tentang konsep manajemen dan bisnis serta pemanfaatannya di dalam lingkungan internal dan eksternal entitas bisnis agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik.
Pendidikan Multikultural
Pendidikan multikultural sangat kontekstual dalam kehidupan masyarakat Indonesia agar dapat berkontribusi dalam memelihara kerukunan antar sesama umat manusia. Pemahaman dilakukan secara utuh yang menjadi ranah ilmu multikultural dengan dijabarkan secara universal untuk menghargai akan perbedaan. Keharmonisan berkehidupan bersama membantu meningkatkan etika dalam usaha berpendapat, menjunjung tinggi asas kemanusian, dan memberi kejayaan negara. Pendidikan multikultural akan melihat makhluk hidup sebagai manusia yang tidak akan terpisah dari akar dasar pijakan budaya dan komunitas etnis. Secara umum, pendidikan multikultural merupakan suatu pendekatan yang dibentuk melalui pranata untuk membuat kesetaraan majemuk bagi seluruh peserta didik dengan beragam ras, etnis, tingkat sosial, status hukum, dan komunitas budaya tertentu. Buku ini terdiri dari tiga belas bab di mana bab pertama tentang Pengenalan Pendidikan Multikultural, bab dua tentang Sejarah Pendidikan Multikultural, bab tiga tentang Tujuan dan Fungsi Pendidikan Multikultural, bab empat tentang Teori-Teori Pendidikan Multikultural, bab lima tentang Kurikulum Pendidikan Berbasis Multikultural, bab enam tentang Model-Model Pendidikan Multikultural, bab tujuh tentang Nilai-Nilai Multikultural dalam Pendidikan, bab delapan tentang Pendidikan Multikultural di Lingkungan Keluarga, bab sembilan tentang Pendidikan Multikultural di Lingkungan Sekolah, bab sepuluh tentang Pendidikan Multikultural di Lingkungan Kerja, bab sebelas tentang Pendidikan Multikultural di Lingkungan Masyarakat, bab dua belas tentang Tantangan dalam Implementasi Pendidikan Multikultural, dan bab tiga belas tentang Masa Depan Pendidikan Multikultural.
Transformasi Pendidikan Agama Islam
Buku ini adalah sebuah karya yang membahas perubahan dan perkembangan dalam pendidikan agama Islam. Buku ini menyoroti bagaimana pendidikan agama Islam telah mengalami transformasi seiring berjalannya waktu, sejalan dengan perubahan sosial, teknologi, dan budaya. Penulis mengulas berbagai aspek transformasi, seperti pemahaman mendalam tentang agama Islam, pentingnya moderasi beragama dalam pendidikan agama Islam, metode pengajaran, kurikulum, isu-isu kontemporer, serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam. Buku ini juga membahas peran pendidikan agama Islam dalam masyarakat modern, serta bagaimana pendidikan agama Islam dapat berkontribusi pada pembangunan karakter dan moral individu dalam masyarakat. Selain itu, buku ini mencermati bagaimana pendidikan agama Islam dapat mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang prinsip-prinsip agama Islam, toleransi, kerukunan antar umat beragama, dan nilai-nilai kemanusiaan.
PENDIDIKAN ANTIKORUPSI (MENCIPTAKAN PEMAHAMAN GERAKAN DAN BUDAYA ANTIKORUPSI)
Lembaga pendidikan merupakan tumpuan pendidikan karakter jangka panjang bagi generasi muda Indonesia. Untuk itu, sangat penting untuk menanamkan pendidikan anti korupsi secara berkesinambungan. Pendidikan antikorupsi merupakan salah satu bentuk pencegahan dan pemberantasan korupsi yang dilaksanakan melalui pendidikan, baik formal maupun nonformal. Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (2018), pendidikan anti korupsi adalah proses yang bertujuan untuk memperkuat sikap anti korupsi pada mahasiswa, baik sarjana maupun mahasiswa. Secara mental, bangsa Indonesia memiliki karakter khusus yang menjadi cikal bakal terjadinya tindakan korupsi. Di antara sikap tersebut adalah meremehkan kualitas, mencintai budaya instan, tidak yakin, tidak disiplin, dan sering melalaikan tanggung jawab. Sikap negatif seperti ini perlu dijauhkan dari pola pikir orang Indonesia karena pendidikan mereka di sekolah dan kampus sebagai tempat pendidikan karakter yang baik. Di satu sisi, bangsa kita memiliki kelemahan perilaku yang diwarisi dari kolonialisme. Memotong mental, tidak menghargai waktu, meremehkan kualitas, tidak yakin dan masih banyak lagi. Sementara itu, di sisi lain, dunia pendidikan yang seharusnya memperkuat budaya antikorupsi, semakin terasa tidak konsisten dalam menjalankan fungsinya. Proses pendidikan lebih mementingkan penguasaan pengetahuan itu sendiri daripada membiasakan diri dengan perilaku yang baik. Meskipun sekolah melaksanakan berbagai kegiatan serupa, hal tersebut dilakukan seolah-olah terpisah dari proses pembelajaran secara utuh. Oleh karena itu, sudah saatnya mengembalikan sekolah sebagai lokomotif untuk memperkuat budaya antikorupsi jangka panjang. Kita mulai dengan melakukan pendidikan anti korupsi yang dipimpin oleh satuan pendidikan.
Pentingnya Penguatan Pendidikan Karakter di Masa Merdeka Belajar
Sistematika buku ini dengan judul Pentingnya Penguatan Pendidikan Karakter di Masa Merdeka Belajar, mengacu pada konsep dan pembahasan hal yang terkait. Buku ini terdiri atas 14 bab yang dijelaskan secara rinci dalam pembahasan antara lain mengenai: Urgensi Pendidikan Karaker di Era Disrupsi dan Era Milenial; Problematika Kurikulum Merdeka Belajar dan Pendidikan Karakter; Religus dan Agama Sebagai Fondasi Dasar dalam Pembentukan Karakter; Kebijakan Pendidikan Berbasis Paradigma Merdeka Belajar dalam Menunjang Pendidikan Karakter; Gambaran dan Karakteristik Profil Pelajar Pancasila Yang Mendukung Penguatan Karakter di Era Merdeka Belajar; Desain Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter; Pemanfaatan Kemajuan Teknologi Informasi (TI) dalam Mengembangkan dan Menguatkan Pendidikan Karakter; Peran Guru, Keluarga, dan Sekolah dalam Penguatan Pendidikan Karakter; Implementasi dan Pengembangan Karakter di Sekolah; Implementasi dan Pengembangan Pendidikan Karakter di Pendidikan Tinggi; StrategiPengembangan dan Peningkatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Budaya; Pengembangan Model dan Media Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter; Internalisasi dan Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di Satuan Pendidikan; Evaluasi, Penilaian (Assesment) Serta Instrumen Penilaian dalam Pengembangan Pendidikan Karakter.
Manajemen Stress Kerja Suatu Pendekatan Integrasi Sains dan Islam
Masalah stres kerja merupakan kondisi yang banyak terjadi, namun tidak mendapat perhatian bagi pengusaha/lembaga instansi sehingga tidak ada upaya penanganan bagi pekerja. Stres merupakan tekanan yang dialami pekerja akibat pekerjaannya. Umumnya stres kerja bersumber dari tekanan di tempat kerja, kondisi pekerjaan, tuntutan hidup yang tidak seimbang dengan pendapatan dari pekerjaan. Tuntutan profesionalisme dalam dunia kerja dengan waktu yang tidak tersedia untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin, baik di lembaga pemerintah maupun non pemerintah menimbulkan permasalahan dan beban sehingga mengakibatkan tekanan mental dan pada akhirnya menimbulkan stres kerja (Zaini, 2015).
MANAJEMEN PARIWISATA
Secara luas pariwisata adalah rangkaian aktivitas dan kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh perorangan, kelompok atau keluarga ke suatu tempat secara sementara dengan tujuan mencari ketenangan, kedamaian, keseimbangan, keserasian dan kebahagiaan jiwa. Pariwisata didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah. Pariwisata merupakan fenomena kebutuhan akan kesehatan dan pergantian suasana, penilaian yang sadar dan menumbuhkan (cinta) terhadap keindahan alam dan khususnya bertambahnya pergaulan berbagai bangsa dan kelas masyarakat. Pariwisata adalah kegiatan seseorang yang bepergian atau tinggal di suatu tempat di luar lingkungannya yang biasa dalam waktu tidak lebih dari satu tahun secara terus menerus, untuk kesenangan, bisnis ataupun tujuan lainnya. Manajemen pariwisata adalah satu bidang yang luas dengan banyak peluang. Prospek yang menguntungkan di masa depan ini bisa dipelajari di berbagai universitas di indonesia. Banyak jurusan dan bidang study yang mendalami manajemen khususnya bagian pariwisata. Peluang di masa depan dari bidang ini bukan hanya sebagai pegawai saja. Para lulusan nantinya bisa membuka sendiri usaha di sektor wisata. Ada banyak sekali contohnya, seperti travel agent, guide, penginapan, dan sebagainya. Berdasarkan hal tersebut maka, buku ini menyajikan segala yang dibutuhkan oleh para pengelola Pariwisata terutama dalam hal manajemen Pariwisata untuk menjalankan roda perputaran kePariwisataan agar dapat menciptakan kualitas dan kuantitas manajemen Pariwisata yang baik dan efisien. Oleh sebab itu buku ini hadir kehadapan sidang pembaca sebagai bagian dari upaya diskusi sekaligus dalam rangka melengkapi khazanah keilmuan dibidang manajemen Pariwisata, sehingga buku ini sangat cocok untuk dijadikan bahan acuan bagi kalangan intelektual dilingkungan perguru tinggi ataupun praktisi yang berkecimpung langsung dibidang manajemen Pariwisata.
Kajian Kurikulum Sekolah Dasar dan Pengembangannya
Buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif di bidang pendidikan, khususnya mengenai penerapan dan pelaksanaan kurikulum. Buku ini terbagi menjadi dua pembahasan umum, yaitu: kurikulum secara makro dan kurikulum secara mikro. Materi pada kurikulum secara makro terdiri dari enam bab pembahasan, yakni: (1) hakikat kurikulum; (2) landasan pengembangan kurikulum; (3) prosedur pengembangan kurikulum; (4) kurikulum sekolah dasar sebelum KBK; (5) KTSP tingkat sekolah dasar; serta (6) Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka tingkat sekolah dasar. Materi pada kurikulum secara mikro terdiri dari lima bab pembahasan, yakni: (1) program pembelajaran; (2) rencana pembelajaran; (3) penyusunan alat evaluasi; (4) pemilihan media, bahan dan sumber belajar; serta (5) pemilihan metode dan perancangan kegiatan pembelajaran. Buku ini masih jauh dari kata sempurna dan kemungkinan pembaca akan menemukan beberapa kekurangan. Oleh karena itu, kami menerima masukan dan saran dari pembaca terkait penyempurnaan buku ini.
Strategi Pemasaran di Era Digital
Aktivitas pemasaran memegang peranan penting dalam memperkenalkan sebuah produk atau jasa. Di masa lalu, strategi pemasaran dilakukan dengan media konvensional sebagai ajang promosi, seperti melalui media massa, baliho, spanduk, dan sebagaiannya. Kini zaman sudah bergeser di mana aktivitas pemasaran dilakukan dengan memanfaatkan media digital atau sering disebut digital marketing. Perkembangan teknologi dan internet yang semakin pesat menjadi salah satu ajang dalam kegiatan pemasaran yang jauh lebih menguntungkan. Dikarenakan digital marketing menjangkau lebih banyak market dan hampir semua orang di dunia, semuanya terhubung ke internet. Dalam penerapannya dibutuhkan strategi pemasaran sebagai promosi yang diarahkan melalui penggunaan media sosial, website, platform e-commerce, aplikasi, dan sebagainya. Uraian substansi dalam buku ini disusun sedemikian rupa sehingga dapat dipelajari secara runtut dan lengkap serta terangkum menjadi 10 Bab yang terdiri dari Teknologi di Era Disrupsi, Strategi-Strategi Pemasaran, Ekonomi Digital, Perkembangan Bisnis Digital, Platform Bisnis Digital Pada E-Commerce, Pemasaran Digital, Social Media Marketing, Technopreneurship di Abad 21, Bisnis Jasa Berbasiskan Digital, serta Peluang dan Tantangan Pemasaran Digital.
Pekasam
Sederhana tapi menempel sekali dalam kenangan. Dua puluh delapan tahun berlalu, ada kalimat yang masih tersusun rapi di ingatan saya. “Jajan harus jujur, kalau hanya mampu bayar satu, maka ambil jajanan satu saja.” Kalimat itu diucapkan oleh seorang guru di depan kelas saat saya masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar. Dulu saya menanggapinya hanya dengan anggukan saja. Selain karena saya jarang jajan, saat itu kadang justru saya bawa makanan untuk dijual di sekolah. Tapi, sekarang saya paham, guru ibarat air dan pupuk untuk tunas-tunas bangsa yang akan tumbuh besar. Pemahaman akan nilai-nilai kebaikan sangat penting dimiliki para guru. Melalui alur 38 cerita dalam buku ini, terbaca bahwa guru adalah sosok yang sangat dekat dengan penanaman kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, dan nilai lain yang mendukung sikap-sikap antikorupsi. Nilai-nilai yang disisipkan di setiap cerita terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di beberapa cerita menuliskan praktik korupsi juga sangat mungkin dilakukan oleh seorang guru atau masyarakat biasa yang bukan penyelenggara negara. Kondisi ini nyata terjadi. Maka harus dilawan dan diatasi bersama-sama. Terima kasih telah membantu KPK menyebarkan nilai-nilai antikorupsi. Febri Diansyah Kepala Biro Humas KPK
Konsep Dasar PPKn SD Terintegrasi Profil Pelajar Pancasila untuk Mahasiswa
Secara khusus, buku ini hadir dihadapan pembaca karena diniati untuk memenuhi bahan bacaan pada perkuliahan Konsep Dasar PPKn SD Kelas Rendah dan Pembelajaran PPKn SD Kelas Tinggi yang penulis ampu di Universitas Dharmas Indonesia. Secara umum, buku ini disiapkan untuk kebutuhan bacaan mahasiswa yang menenuh mata kuliah Konsep Dasar PPKn SD Kelas Rendah dan Pembelajaran PPKn SD Kelas Tinggi. Mata kuliah Konsep Dasar PPKn SD Kelas Rendah termasuk mata kuliah wajib dalam kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian. Mata kuliah ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan mengonsep PPKn di SD. Capaian pembelajaran mata kuliah yang diharapkan, yaitu mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar PPKn SD secara mandiri maupun berkelompok serta dapat mengimplementasikannya ke dalam pengetahuan PPKn SD melalui pelaksanaan pembelajaran. Buku ini hadir diniati untuk memenuhi buku ajar mahasiswa dalam rangka mendukung tercapainya capaian pembelajaran mata kuliah Konsep Dasar PPKn SD Kelas Rendah. Buku ini terdiri atas Sembilan bab, yaitu sejarah perkembangan PPKn di Indonesia, PPKn di SD, paradigm baru PPKn dan Kewarganegaraan multidimensi, konsep dasar kurikulum PPKn di SD, kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) PPKn di SD/MI, pengembangan kurikulum PPKn SD, strategi pembelajaran PPKn SD, metode pembelajaran PPKn SD dan media pembelajaran PPKn SD.
Perkembangan Sosial AUD Berbasis Karakter
E-modul bahan ajar perkembangan sosial AUD berbasis karakterberbasis karakter ini merupakan pelengkap dari buku Perkembangan Sosial AUD pada rumpun mata kuliah wajib Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini di Universitas Dharmas Indonesia. E-modul bahan ajar ini dirancang dengan tujuan agar mahasiswa dapat mempelajari dan memahami uraian materi yang disajikan tersebut dengan baik dan mahasiswa dapat menampilkan karakternya dengan baik pula sehingga mencerminkan calon guru yang dapat diteladani. Dalam E-modul ini berisi skenario pelaksanaan pembelajaran, uraian materi dan evaluatif yang harus dilalui. Pembelajaran Perkembang Sosial AUD yang disajikan dalam E-modul Perkembang Sosial AUD pada rumpun mata kuliah wajib Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini di Universitas Dharmas Indonesia ini merupakan mata kuliah yang harus dikuasai oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini di Universitas Dharmas Indonesia. Hal ini dikarenakan mata kuliah Perkembang Sosial AUD menjadi dasar pengetahuan mahasiswa untuk mengetahui dan memahami tumbuh kembang anak usia dini dari segi sosialnya. Pada umumnya, penyajian materi dalam e-modul ini dimulai dari tujuan pembelajaran, indikator capaian, skenario pelaksanaan pembelajaran, peta konsep, uraian materi, kesimpulan, evaluatif dan penutup. E-modul ini adalah pelengkap dari buku-buku yang pernah ada tentang Perkembangan Sosial Anak Usia Dini Semester 4 (Genap) dengan tujuan akhir agar mahasiswa dapat mempelajari materi dengan baik.
Pengantar Pengembangan Bahan dan Media Ajar
Adanya tatanan dunia baru dalam era digital ini agaknya memengaruhi sikap, karakter, serta kecenderungan personal bahkan psikologis generasi muda yang sebagian besar berada pada usia sekolah baik pada level dasar, menengah, atas maupun perguruan tinggi. Sikap, karakter, serta kecenderungan personal generasi muda usia sekolah ini berperan besar dalam munculnya berbagai isu problem belajar di sekolah mulai dari motivasi, bahan ajar, dan media ajar. Sebagai contoh problem motivasi belajar siswa khususnya Generasi Z kerap dijumpai karena derasnya gempuran media sosial berikut segenap atributnya seperti influencer, gamer, youtuber dan sebagainya. Banyak anak-anak sekolah lebih termotivasi mendapatkan popularitas seperti role model mereka masing-masing di media sosial dibanding prestasi akademik karena umumnya penggiat media sosial memang tidak mengangkat tema akademis. Hal tersebut pada dasarnya bukan hal yang bersifat negatif mengingat di era digital ini bahkan keterampilan mengelola media sosial dapat menjadi aset yang sangat berharga. Akan tetapi, hal ini banyak disalah artikan oleh Generasi Z sehingga menurunkan motivasi belajar dan menimbulkan problem bagi sekolah, guru, maupun orangtua.
Dasar-Dasar Menulis Karya Tulis Ilmiah
Buku ini terdiri atas 9 (sembilan) bab yang saling berkaitan yang membahas mengenai dasar-dasar menulis karya tulis ilmiah, pengertian, jenis-jenis karya tulis ilmiah, pengenalan laporan ilmiah (tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi), jenisjenis penelitian dan pendekatan sudut pandang penelitian. Pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian, teknik-teknik pengumpulan data penelitian beserta contoh-contoh publikasi setiap program studi di Politeknik Negeri Subang. Dasar-Dasar Menulis Karya Tulis Ilmiah ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.
Pengembangan SDM
Sistematika buku “Pengembangan SDM” ini mengacu pada pendekatan konsep teoritis dan contoh penerapan. Buku ini terdiri atas 9 Bab yang dibahas secara rinci dalam pembahasan, diantaranya: Pengertian, Konteks, Tujuan, Proses Pengembangan SDM; Peran Strategik Pengembangan SDM; Perspektif Pengembangan SDM; Teori-Teori Pendukung Pengembangan SDM; Pelatihan Supervisor dan Karyawan Operasional; Pelatihan Manajer dan Eksekutif; Pengembangan Karier; Esensi dan Model-Model Evaluasi Pengembangan SDM; serta Prosedur Evaluasi dan Akuntabilitas Pengembangan SDM.
STATISTIKA II
Buku ini merupakan edisi revisi buku Statistika 2 lalu yang diterbitkan pada tahun 2012, yang dilengkapi dengan contoh-contoh maupun latihan-latihan soal, sehingga diharapkan buku ini dapat membantu mahasiswa agar mudah memahami dan menerapkan konsep dasar Statistika 2. Namun kami juga menyadari bahwa penyusunan buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, kami mohon kritik maupun saran yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan buku ini.